• Latest

Lansia Produktif: Rahasia Panjang Umur Masyarakat Indonesia

September 23, 2025
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Lansia Produktif: Rahasia Panjang Umur Masyarakat Indonesia

Redaksiby Redaksi
September 23, 2025
Reading Time: 6 mins read
595
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Novita Sari Yahya

Usia harapan hidup masyarakat Indonesia terus mengalami peningkatan yang patut disyukuri. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023, angka harapan hidup masyarakat Indonesia mencapai 73,7 tahun. Pemerintah menargetkan bahwa pada 2045—ketika Indonesia memasuki usia 100 tahun kemerdekaan—angka itu bisa meningkat menjadi 75 tahun.

Namun, perjalanan menuju target tersebut tidak sepenuhnya mudah. Ada tantangan besar yang datang dari gaya hidup generasi muda yang cenderung tidak sehat. Konsumsi makanan cepat saji, minim aktivitas fisik, hingga kebiasaan merokok dan minum alkohol, berpotensi mengurangi capaian peningkatan usia harapan hidup.

Di tengah tantangan itu, kelompok lanjut usia (lansia) justru menghadirkan inspirasi. Mereka yang tetap aktif berkarya membuktikan bahwa usia senja bukanlah titik akhir, melainkan fase baru untuk hidup sehat, produktif, dan bermakna.

Lansia dan Konsep Lansia Produktif

Menurut Undang-Undang No. 13 Tahun 1998, lansia adalah mereka yang berusia 60 tahun ke atas. Sementara itu, kelompok pra-lansia berada pada rentang usia 45 hingga 59 tahun. Meski sering kali dipandang sebagai kelompok rentan, pada kenyataannya banyak lansia yang tetap aktif dan berperan penting dalam keluarga maupun masyarakat.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkenalkan konsep Active Ageing, yaitu upaya agar seseorang tetap sehat, mandiri, dan terlibat aktif dalam kegiatan sosial, meskipun telah memasuki usia lanjut. Konsep ini sangat sejalan dengan gagasan “lansia produktif” yang berkembang di Indonesia: lansia yang tidak hanya menikmati masa tua dengan tenang, tetapi juga terus berkontribusi dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya.

Tantangan Gaya Hidup Generasi Muda

Kontras dengan lansia produktif, sebagian generasi muda menghadapi tantangan kesehatan yang mengkhawatirkan. Data Kementerian Kesehatan (2022) menunjukkan masih ada perilaku berisiko di kalangan remaja, seperti merokok, konsumsi alkohol, hingga penggunaan narkoba.

Selain itu, tren kurang olahraga dan tingginya konsumsi makanan instan menambah risiko terkena penyakit tidak menular (PTM). Secara global, WHO (2020) mencatat bahwa 74% kematian di dunia disebabkan oleh PTM seperti jantung, diabetes, kanker, dan hipertensi.

Jika pola hidup tidak berubah, target Indonesia untuk meningkatkan usia harapan hidup bisa terhambat. Karena itu, kehadiran lansia produktif yang menjalani hidup sehat dan aktif perlu dijadikan teladan bagi generasi muda.

Inspirasi Lansia Produktif di Bogor

Kisah nyata lansia produktif bisa ditemukan di banyak daerah, salah satunya di Bogor. Di kota ini, terdapat komunitas Bundo Kanduang Berbudaya dan Berkesenian (BKBB) yang beranggotakan perempuan berusia 40 hingga 70 tahun.

Mereka aktif dalam kegiatan seni dan budaya, mulai dari menjadi juri lomba fashion show, menari, hingga tampil dalam paduan suara pada peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia. Aktivitas tersebut bukan hanya menjaga tradisi, tetapi juga berdampak besar pada kesehatan fisik dan mental para anggotanya.

Keaktifan mereka membuktikan bahwa lansia bisa tetap produktif, sehat, dan bahagia, sekaligus memberikan kontribusi nyata pada lingkungan sosial.

Seni sebagai Sarana Kesehatan Lansia

Berbagai penelitian mendukung manfaat aktivitas seni bagi kesehatan lansia.

1. Meningkatkan Kebugaran Fisik

Menari dapat meningkatkan keseimbangan tubuh dan mengurangi risiko jatuh hingga 30%.

Menyanyi mampu melatih pernapasan, memperkuat paru-paru, serta membantu menjaga kesehatan jantung.

2. Menjaga Kesehatan Mental

Kegiatan seni dapat mengurangi gejala depresi.

Partisipasi dalam paduan suara terbukti menurunkan tingkat depresi hingga 40%.

Aktivitas kelompok juga memperkuat rasa kebersamaan, mengurangi rasa kesepian, dan menekan risiko demensia.

3. Pemberdayaan Perempuan Lansia

Komunitas seni memberi ruang bagi perempuan lansia untuk menjaga identitas budaya.

Aktivitas seni meningkatkan rasa percaya diri sekaligus melatih kemampuan kognitif.

Dengan kata lain, aktivitas seni bukan hanya hiburan, melainkan juga terapi kesehatan yang efektif dan menyenangkan.

Dimensi Sosial dan Ekonomi Lansia Produktif

Lansia produktif juga berperan penting dalam bidang ekonomi. Banyak di antara mereka yang masih aktif menjalankan usaha kecil, bertani, atau membuat kerajinan tangan. Kontribusi ini membantu menopang ekonomi keluarga.

Selain itu, lansia juga berperan dalam mengasuh cucu, membantu pekerjaan rumah tangga, hingga menjadi tokoh penggerak dalam kegiatan masyarakat. Fakta ini menunjukkan bahwa lansia tidak seharusnya dipandang sebagai beban, melainkan aset sosial dan budaya yang berharga.

Kebijakan dan Dukungan untuk Lansia

Pemerintah telah meluncurkan sejumlah program untuk mendukung kesejahteraan lansia.

Program “Lanjut Usia Sejahtera” dari Kementerian Sosial yang menekankan perlindungan sosial.

Posyandu Lansia dari Kementerian Kesehatan yang berfokus pada layanan kesehatan promotif dan preventif.

Namun, dukungan pemerintah saja tidak cukup. Diperlukan pula keterlibatan keluarga, komunitas, dan masyarakat luas agar lansia mendapatkan kesempatan untuk tetap aktif dan dihargai perannya.

Inspirasi bagi Generasi Muda

Generasi muda dapat belajar dari lansia produktif dalam banyak hal. Semangat untuk menjaga kesehatan, tetap berkarya, dan aktif berkomunitas membuktikan bahwa bahagia tidak mengenal batas usia.

Jika generasi muda mampu meniru pola hidup sehat para lansia, maka ancaman penyakit akibat gaya hidup buruk dapat ditekan. Pada akhirnya, target Indonesia untuk mencapai usia harapan hidup 75 tahun pada 2045 akan lebih mudah tercapai.

Baca Juga

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026

Kesimpulan

Lansia produktif adalah potret nyata bahwa usia bukanlah penghalang untuk tetap sehat, aktif, dan berkontribusi. Mereka adalah aset berharga bagi bangsa yang tidak hanya memperkaya budaya dan sosial, tetapi juga memberi inspirasi nyata bagi generasi muda.

Dengan mendukung keberadaan lansia produktif, Indonesia tidak hanya menjaga kesejahteraan kelompok lansia, tetapi juga memperkuat fondasi bangsa menuju masyarakat yang sehat dan sejahtera. Target usia harapan hidup 75 tahun pada 2045 pun bukan lagi mimpi, melainkan tujuan yang realistis.

Daftar Referensi

Badan Pusat Statistik. (2023). Statistik Penduduk Lansia 2023.

Kementerian Kesehatan RI. (2022). Laporan Nasional Riskesdas 2022.

World Health Organization. (2002). Active Ageing: A Policy Framework.

World Health Organization. (2020). Noncommunicable Diseases Progress Monitor 2020.

Hui, E., et al. (2009). Journal of Aging and Physical Activity, 17(4), 479–492.

Clift, S., et al. (2010). Journal of Applied Arts & Health, 1(1), 19–34.

Fratiglioni, L., et al. (2004). The Lancet Neurology, 3(6), 343–353.

Noice, T., et al. (2014). The Gerontologist, 54(5), 741–753.

Profil Penulis

ADVERTISEMENT

Novita Sari Yahya adalah penulis dan peneliti. Ia telah menulis sejumlah buku, di antaranya:

1. Romansa Cinta

2. Padusi: Alam Takambang Jadi Guru

3. Novita & Kebangsaan

4. Makna di Setiap Rasa (antologi 100 puisi bersertifikat lomba nasional dan internasional)

5. Siluet Cinta, Pelangi Rindu

6. Self Love: Rumah Perlindungan Diri

Kontak pembelian buku: 089520018812

Instagram: @novita.kebangsaan

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 369x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 336x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 277x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 275x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

Super Absurd, Masa' Wakil Bupati Laporkan Bupati Jember ke KPK

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com