POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Lansia Produktif: Rahasia Panjang Umur Masyarakat Indonesia

RedaksiOleh Redaksi
September 23, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Novita Sari Yahya

Usia harapan hidup masyarakat Indonesia terus mengalami peningkatan yang patut disyukuri. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023, angka harapan hidup masyarakat Indonesia mencapai 73,7 tahun. Pemerintah menargetkan bahwa pada 2045—ketika Indonesia memasuki usia 100 tahun kemerdekaan—angka itu bisa meningkat menjadi 75 tahun.

Namun, perjalanan menuju target tersebut tidak sepenuhnya mudah. Ada tantangan besar yang datang dari gaya hidup generasi muda yang cenderung tidak sehat. Konsumsi makanan cepat saji, minim aktivitas fisik, hingga kebiasaan merokok dan minum alkohol, berpotensi mengurangi capaian peningkatan usia harapan hidup.

Di tengah tantangan itu, kelompok lanjut usia (lansia) justru menghadirkan inspirasi. Mereka yang tetap aktif berkarya membuktikan bahwa usia senja bukanlah titik akhir, melainkan fase baru untuk hidup sehat, produktif, dan bermakna.

Lansia dan Konsep Lansia Produktif

Menurut Undang-Undang No. 13 Tahun 1998, lansia adalah mereka yang berusia 60 tahun ke atas. Sementara itu, kelompok pra-lansia berada pada rentang usia 45 hingga 59 tahun. Meski sering kali dipandang sebagai kelompok rentan, pada kenyataannya banyak lansia yang tetap aktif dan berperan penting dalam keluarga maupun masyarakat.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkenalkan konsep Active Ageing, yaitu upaya agar seseorang tetap sehat, mandiri, dan terlibat aktif dalam kegiatan sosial, meskipun telah memasuki usia lanjut. Konsep ini sangat sejalan dengan gagasan “lansia produktif” yang berkembang di Indonesia: lansia yang tidak hanya menikmati masa tua dengan tenang, tetapi juga terus berkontribusi dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya.

Tantangan Gaya Hidup Generasi Muda

Kontras dengan lansia produktif, sebagian generasi muda menghadapi tantangan kesehatan yang mengkhawatirkan. Data Kementerian Kesehatan (2022) menunjukkan masih ada perilaku berisiko di kalangan remaja, seperti merokok, konsumsi alkohol, hingga penggunaan narkoba.

Selain itu, tren kurang olahraga dan tingginya konsumsi makanan instan menambah risiko terkena penyakit tidak menular (PTM). Secara global, WHO (2020) mencatat bahwa 74% kematian di dunia disebabkan oleh PTM seperti jantung, diabetes, kanker, dan hipertensi.

Jika pola hidup tidak berubah, target Indonesia untuk meningkatkan usia harapan hidup bisa terhambat. Karena itu, kehadiran lansia produktif yang menjalani hidup sehat dan aktif perlu dijadikan teladan bagi generasi muda.

Inspirasi Lansia Produktif di Bogor

Kisah nyata lansia produktif bisa ditemukan di banyak daerah, salah satunya di Bogor. Di kota ini, terdapat komunitas Bundo Kanduang Berbudaya dan Berkesenian (BKBB) yang beranggotakan perempuan berusia 40 hingga 70 tahun.

Mereka aktif dalam kegiatan seni dan budaya, mulai dari menjadi juri lomba fashion show, menari, hingga tampil dalam paduan suara pada peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia. Aktivitas tersebut bukan hanya menjaga tradisi, tetapi juga berdampak besar pada kesehatan fisik dan mental para anggotanya.

Keaktifan mereka membuktikan bahwa lansia bisa tetap produktif, sehat, dan bahagia, sekaligus memberikan kontribusi nyata pada lingkungan sosial.

Seni sebagai Sarana Kesehatan Lansia

Berbagai penelitian mendukung manfaat aktivitas seni bagi kesehatan lansia.

1. Meningkatkan Kebugaran Fisik

Menari dapat meningkatkan keseimbangan tubuh dan mengurangi risiko jatuh hingga 30%.

Menyanyi mampu melatih pernapasan, memperkuat paru-paru, serta membantu menjaga kesehatan jantung.

2. Menjaga Kesehatan Mental

Kegiatan seni dapat mengurangi gejala depresi.

Partisipasi dalam paduan suara terbukti menurunkan tingkat depresi hingga 40%.

Aktivitas kelompok juga memperkuat rasa kebersamaan, mengurangi rasa kesepian, dan menekan risiko demensia.

3. Pemberdayaan Perempuan Lansia

📚 Artikel Terkait

HABA Si PATok

Koding, Kecerdasan Artifisial, dan Puisi Esai

Kemampuan Memahami Bacaan – Ulasan

Serakah Teguk Derita

Komunitas seni memberi ruang bagi perempuan lansia untuk menjaga identitas budaya.

Aktivitas seni meningkatkan rasa percaya diri sekaligus melatih kemampuan kognitif.

Dengan kata lain, aktivitas seni bukan hanya hiburan, melainkan juga terapi kesehatan yang efektif dan menyenangkan.

Dimensi Sosial dan Ekonomi Lansia Produktif

Lansia produktif juga berperan penting dalam bidang ekonomi. Banyak di antara mereka yang masih aktif menjalankan usaha kecil, bertani, atau membuat kerajinan tangan. Kontribusi ini membantu menopang ekonomi keluarga.

Selain itu, lansia juga berperan dalam mengasuh cucu, membantu pekerjaan rumah tangga, hingga menjadi tokoh penggerak dalam kegiatan masyarakat. Fakta ini menunjukkan bahwa lansia tidak seharusnya dipandang sebagai beban, melainkan aset sosial dan budaya yang berharga.

Kebijakan dan Dukungan untuk Lansia

Pemerintah telah meluncurkan sejumlah program untuk mendukung kesejahteraan lansia.

Program “Lanjut Usia Sejahtera” dari Kementerian Sosial yang menekankan perlindungan sosial.

Posyandu Lansia dari Kementerian Kesehatan yang berfokus pada layanan kesehatan promotif dan preventif.

Namun, dukungan pemerintah saja tidak cukup. Diperlukan pula keterlibatan keluarga, komunitas, dan masyarakat luas agar lansia mendapatkan kesempatan untuk tetap aktif dan dihargai perannya.

Inspirasi bagi Generasi Muda

Generasi muda dapat belajar dari lansia produktif dalam banyak hal. Semangat untuk menjaga kesehatan, tetap berkarya, dan aktif berkomunitas membuktikan bahwa bahagia tidak mengenal batas usia.

Jika generasi muda mampu meniru pola hidup sehat para lansia, maka ancaman penyakit akibat gaya hidup buruk dapat ditekan. Pada akhirnya, target Indonesia untuk mencapai usia harapan hidup 75 tahun pada 2045 akan lebih mudah tercapai.

Kesimpulan

Lansia produktif adalah potret nyata bahwa usia bukanlah penghalang untuk tetap sehat, aktif, dan berkontribusi. Mereka adalah aset berharga bagi bangsa yang tidak hanya memperkaya budaya dan sosial, tetapi juga memberi inspirasi nyata bagi generasi muda.

Dengan mendukung keberadaan lansia produktif, Indonesia tidak hanya menjaga kesejahteraan kelompok lansia, tetapi juga memperkuat fondasi bangsa menuju masyarakat yang sehat dan sejahtera. Target usia harapan hidup 75 tahun pada 2045 pun bukan lagi mimpi, melainkan tujuan yang realistis.

Daftar Referensi

Badan Pusat Statistik. (2023). Statistik Penduduk Lansia 2023.

Kementerian Kesehatan RI. (2022). Laporan Nasional Riskesdas 2022.

World Health Organization. (2002). Active Ageing: A Policy Framework.

World Health Organization. (2020). Noncommunicable Diseases Progress Monitor 2020.

Hui, E., et al. (2009). Journal of Aging and Physical Activity, 17(4), 479–492.

Clift, S., et al. (2010). Journal of Applied Arts & Health, 1(1), 19–34.

Fratiglioni, L., et al. (2004). The Lancet Neurology, 3(6), 343–353.

Noice, T., et al. (2014). The Gerontologist, 54(5), 741–753.

Profil Penulis

Novita Sari Yahya adalah penulis dan peneliti. Ia telah menulis sejumlah buku, di antaranya:

1. Romansa Cinta

2. Padusi: Alam Takambang Jadi Guru

3. Novita & Kebangsaan

4. Makna di Setiap Rasa (antologi 100 puisi bersertifikat lomba nasional dan internasional)

5. Siluet Cinta, Pelangi Rindu

6. Self Love: Rumah Perlindungan Diri

Kontak pembelian buku: 089520018812

Instagram: @novita.kebangsaan

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 73x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 73x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 61x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 57x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 52x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share4SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya

Super Absurd, Masa' Wakil Bupati Laporkan Bupati Jember ke KPK

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00