Seuntai warisan cinta dari orang tua selalu kujunjung tinggi. Aku dilahirkan dalam pelukan kasih yang tak pernah berkurang, bahkan ketika dunia terasa asing. Ayah memberiku nama Putri — berharap aku kelak menjadi perempuan tangguh, meski aku sering membayangkan menjadi Cinderella, lengkap dengan pangeran yang datang membawa sepatu kaca. Tapi hidup bukan dongeng, dan aku bukan karakter dari negeri fantasi. Baca selengkapnya: Putri dari Sudut Kampus
Â










