Dengarkan Artikel
Oleh Heri Iskandar
–‐————‐—————————————–
Minggu, 31/8/2025 (Edisi 1256)
“KEANGKUHAN BETINA satu itu akhirnya runtuh juga. Matanya yang selama ini buta tiba-tiba dapat melihat. Telinganya yang tadinya tuli berubah terang mendengar. Kesombongannya telah berbuah petaka. Ketidak peduliannya kepada kondisi bangsa dibalas kutukan yang mengerikan oleh rakyat yang terabaikan. Dengan suara bergetar ia memohon maaf kepada Indonesia dan berjanji akan koreksi diri untuk lebih mendengar suara rakyat. Sayang semua sudah terlambat. Kemarahan bangsa yang ia remehkan telah meluluh lantakkan negeri ini. Di mata umat permohonan maaf yang keluar dari mulut Ketua DPR Puan Maharani hanyalah ucapan basa basi politikus busuk yang pura-pura bertaubat agar tidak dieksekusi. Seisi Republik tetap tidak memaafkannya. Kerusuhan terlanjur meluas. Yang paling harus merasa terpukul tentulah Presiden Prabowo. Di awal kepemimpinannya negara nyaris terbakar. Sebagai orang nomor satu di NKRI dirinya dipandang lemah sehingga terlalu memanjakan Puan Maharani dan grombolannya yang berpestapora di Senayan sana..!”
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini





