Dari kejauhan aku mendengar suara tembakan. Sejenak aku menutup mata dan menundukkan kepalaku sambil berdoa pada Tuhan agar kekacauan ini segera usai. Namun aku terkejut saat mendengar suara jeritan seseorang. Sontak aku membuka mataku dan berlari menuju ke arah sisa puing-puing bangunan untuk berlindung. Zaky berada tepat di depanku dan memintaku untuk tetap tenang. Tiba-tiba terdengar suara helikopter melancarkan serangan udara. Helikopter itu menyapu bersih orang-orang ini dengan mesin pembantainya. Baca selengkapnya Merah Menyala
Â
Â









