Rabu, April 22, 2026

Gelombang yang Menjadi Buih di Tepian

Maret 2025

Oleh  Heri Haliling

Mau heran tapi ini Negeri Sine Qua Non. Dari yang kupahami, kurang kreatif apalagi negeriku ini. Sejak dalam kandungan gabah, beras sudah disematkan keanjlokan kualitas. Berton-ton impor beras plastik yang ternyata oleh Depnakes dan orang-orang sarjana pertanian itu dilabeli dengan slogan ‘gurih bergizi’. Sudah bukan hal tabu, kepercayaan agama kami untuk ibadah naik haji tersandung penundaan karena alasan perang. 

Sudah mengangguk mahfum, petugas hukum kami sungguh seorang cendikia dalam urusan tilang dan rencana penghilangan. Belum lagi yang hangat ini tentang kasak-kusuk pengusaha yang korupsi triliunan.

Beragam masalah berjejal di daratan. Itulah alasan mengapa aku dan istriku memutuskan pindah ke tepian. Berharap karomah Tuhan terhidang dari lautan. Tapi sesuai namanya, buana ini fana karena penghancur sebenarnya adalah manusia. 

Tentang Penulis
Heri Haliling merupakan nama pena dari Heri Surahman. Beliau pengajar di SMAN 2 Jorong. Heri Haliling selain mengajar juga aktif menulis baik cerpen atau novel dalam aplikasi GWP atau Kwikku. Beberapa karyanya yang telah terbit antara lain: 1. Novlet Rumah Remah Remang, 2024 (J-Maestro). 2. Novel Perempuan Penjemput Subuh, menjadi juara 2 Sayembara Menulis Novel Guru dan Dosen Tahun 2024 (PT Aksara Pustaka Media). 3. Beberapa cerpennya telah termuat dalam media cetak dan digital seperti Balipolitika, Radar Utara, Radar NTT, Negeri Kertas.com, Kaltim Post, Kompasiana, dan Republika

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Terbaru

Puisi terbaru untuk dibaca

Populer

Puisi yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist