• Latest

Rame Rame Merundung “Veritas, Probitas, Iustisia”

Juli 21, 2021
9fdb3c1c-1879-4f8c-9aa8-02113678bceb

Warisan Musik Aceh dari Gampong Padang Manggeng

April 21, 2026
Ilustrasi siluet pasangan dengan hati retak melambangkan cemburu, konflik emosional, dan hubungan yang rapuh

Cemburu Membunuh Perempuan

April 21, 2026
Rame Rame Merundung “Veritas, Probitas, Iustisia” - 1001348646_11zon | statuta | Potret Online

Kisah Perempuan – Lubna dari Córdoba

April 21, 2026
Rame Rame Merundung “Veritas, Probitas, Iustisia” - 1001353319_11zon | statuta | Potret Online

Fatimah al-Fihri, Pendiri Universitas Tertua

April 21, 2026
3753a9dd-0c43-46a6-9577-711a7479d4d5

Misogini Genital (Di) Kartini Digital

April 21, 2026
IMG_0878

Perempuan di Titik Klimaks

April 21, 2026
Rame Rame Merundung “Veritas, Probitas, Iustisia” - 1001361361_11zon | statuta | Potret Online

Kisah Perempuan POTRET – Zaynab bint al-Kamal

April 21, 2026
d2a5b58f-c424-41eb-91dc-d0a057017eda

Menguak Kenangan Orkes Mekar Melati Manggeng dan Para Musisi Muda

April 21, 2026
Rabu, April 22, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Rame Rame Merundung “Veritas, Probitas, Iustisia”

Redaksi by Redaksi
Juli 21, 2021
in statuta, UI, Universitas
Reading Time: 3 mins read
0
585
SHARES
3.2k
VIEWS

Baca Juga
  • Maradona, Italia dan Rektor
  • Tata Nilai UI yang Sedang Dilecehkan Kolektif.

Oleh Ahmad Rizali 

Berdomisili di Depok

Baca Juga
  • Dimana Letak Suara Kita dalam Pembangunan Bangsa?
  • Akhirnya, UI Dikencingi Ramai – Ramai

PP75 (kok saudaranya PP57 juga masalah ya) Thn 2021 tentang Statuta UI jelas melukai perasaan publik biasa ditunjukan trending topik di twitter dan medsos.  Selain persoalan integritas sang Rektor dipertanyakan, saya melihat bahwa PP itu menjerumuskan UI dengan mengkhianati nilai nilai yang notabene ada di dalam PP75 itu sendiri yaitu Veritas (Kebenaran), Probitas (Kejujuran) dah Iustisia (Keadilan). Nilai nilai ini bersanding dengan logo Makara dan nama Universitas Indonesia. 

Baca Juga
  • Menggugat Kualitas Pendidikan Tinggi Indonesia: Antara Kuantitas dan Kualitas
  • Memilih “Presiden” UI

Mengapa melukai perasaan publik. Saya pikir bukan karena jabatan rangkapnya, namun adalah pelanggaran Statutanya tidak direspon apapun, seakan akan semua baik baik saja. MWA, Mendikbud bahkan Presiden saja yang menandatangani PP no 68 Tahun 2013 tidak tersinggung dan marah. Bahkan saking telanjangnya pelanggaran dan pengesahan pelanggaran itu netizen sampai menulis “Rektor UI positif Covid 19, Covid 19 langsung isoman”. 

Lantas apakah Rektor UI paling salah? Tidak. Dalam rangkaian pelanggaran hingga pelegalannya, Prof. Ari Kuncoro berada dalam strata terbawah. Ada pleno 4 (empat) Organ, ada Mendikbud, Mensesneg dan Presiden RI. Jika tanpa ada usulan dari 4 (organ) UI yaitu Senat Akademik UI, Dewan Guru Besar UI dan MWA UI serta Rektor UI apakah PP 75 itu akan terbit ? Jelas tidak.

Sehingga, saya berpendapat. Dengan sadar atau tidak, Mendikbud, Mensesneg dan Presiden menjerumuskan UI mengkhianati nilai nilai yang dibuatnya sendiri. Terbayangkah bagaimana repotnya para dosen menjelaskan kepada mahasiswanya yang sedang dikuatkan karakternya? Mengapa ketika rektor melanggar Statuta, otoritas civitas akademik UI diam saja, bahkan berujung kepada pelegalan pelanggaran tersebut. Tata nilai apa yang bisa diajarkan Perguruan Tinggi terkemuka pembawa nama Indonesia kepada mahasiswa dan anak bangsa ini ? 

Lebih dari itu, saya heran kepada Mendikbud Nadiem yang masih juga menjerumuskan Presiden dengan mengajukan Peraturan Pemerintah yang berpotensi besar kembali melanggar UU, Tentang Pelayanan Publik. PP 57 Tahun 2021 yang revisinya hingga saat ini belum juga terbit, jelas melanggar UU tentang Pendidikan Tinggi. Namun, menyaksikan ketenangan Presiden menanggapi “kenakalan” Mendikbudnya, saya menjadi “kepo” ada apakah di baliknya, sehingga Presiden sampai berani pasang badan menerbitkan PP yang berpotensi besar melanggar UU. Sesuatu yang dapat dipakai alasan lawan politik memakzulkan dirinya dari kursi kepresidenan.

Ahmad Rizali-Mantan Anggota/Sekretaris MWA UI

Share234SendTweet146Share
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Next Post

Akhirnya Bersama, Hanya Kerjasama yang Selamatkan Kami

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com