POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Essay

Akhirnya, UI Dikencingi Ramai – Ramai

Redaksi by Redaksi
Juli 20, 2021
in Essay, UI
0

Oleh Ahmad Rizali

Baca Juga
  • Akhirnya, UI Dikencingi Ramai – Ramai - F147E7B4 518F 4A3E A41E 776A20770D01 scaled | Essay | Potret Online
    Bingkai
    Pacar Baru
    16 Nov 2022
  • Akhirnya, UI Dikencingi Ramai – Ramai - 60d70ca2 fde1 4f04 8713 656c2524843d scaled | Essay | Potret Online
    Banda Aceh
    Perempuan – Perempuan Yang Terseret ke Dunia Pengemis
    28 Des 2024

Berdomisili do Depok

Baca Juga
  • 01
    Essay
    5 Alasan Pentingnya Menjaga Rekomendasi
    01 Des 2021
  • Akhirnya, UI Dikencingi Ramai – Ramai - 36AB306B 9E5C 4982 BA3F 6A563392C695 | Essay | Potret Online
    Essay
    PESONA POLITIK DAN KORUPSI
    22 Jun 2022

Di hari Idul Qurban, ketika saya selalu terharu dengan kepatuhan Ibrahim r.a. dan putranya Ismail r.a. kepada perintah Tuhan yg merupakan representasi Kebenaran (Veritas), Kejujuran (Probitas) dan Keadilan (Iustitia), 3 “Values UI” yang merupakan sifat utama kecendekiawanan atau ulama atau penerus para Nabi. 

Baca Juga
  • Akhirnya, UI Dikencingi Ramai – Ramai - IMG 20250610 WA0001 | Essay | Potret Online
    Artikel
    Membangun Kesadaran Biopori Buatan dan Biopori Alami
    10 Jun 2025
  • Akhirnya, UI Dikencingi Ramai – Ramai - 2B796ED3 1A00 4405 9B5B 58805F7FC8A1 | Essay | Potret Online
    Bahasa inggris
    Easy Steps of Making DIY Paper Squishy
    17 Mar 2022

Saya dikejutkan dan langsung bersedih membaca berita bahwa Statuta UI yang melarang jabatan rangkap rektor UI menjadi Komisaris di BUMN, diubah menjadi Statuta UI baru, Peraturan Pemerintah (PP) baru dan membolehkan rektor menjadi Komisaris. Tak lama, saya dikirimi seorang pegiat anti korupsi yang pendiam sebuah piramida dengan “posisi UI” hanya selapis di atas Amoral (Levels of Moral Maturity, Reidenbach and Robin, 1991 p. 274). 

Ketika Presiden menandatangani PP revisi dan memutihkan pelanggaran Statuta UI oleh Rektor UI, maka saya langsung berkesimpulan bahwa yang sedang mengencingi “Veritas, Probitas, Iustisia” dari Universitas pembawa nama Indonesia dan terbaik di negeri ini bukan hanya rektor, mereka melakukan secara kolektif. Mengapa ?

PP yang merupakan legalitas Statuta UI itu ditandatangani Presiden. Presiden pasti menerima usulan dari Kemdikbud dan Kemdikbud menerima usulan dari keputusan kolektif kolegial dari 4 organ UI: Senat Akademik Universitas, Dewan Guru Besar, MWA dan Rektor. Jadi semua otoritas akhirnya melegalkan perilaku yang dilakukan oleh Rektor UI. 

Urusan kencing mengencing, saya jadi ingat kawasan RT saya yang merupakan selokan dan pagar tinggi sebuah stadion sepakbola. Karena sepi, kadangkala sopir angkot kencing di selokan ditutupi mobilnya dan karena sebal warga sekitar menulisi plang “Tempat Ini Bukan WC yang kencing Anji#g”. Saya jadi tersenyum karena analogi kasus di atas adalah, jika saya mencabut plang itu dan mengganti dengan papan resmi RT dan tertulis di plang “Ini WC silahkan kencing di sini”.

UI: Veritas, Probitas, Iustisia

Bahasa Indonesianya adalah BENAR, JUJUR, ADIL. Inilah “Slogan” Universitas Indonesia (UI) yang menempel di Logonya. Tak usahlah saya kupas makna kata yang ibarat mantra dan sudah mirip Sidiq, Amanah, Tabliq dan Fathonahnya kanjeng Nabi SAW.

Jika benar Rektor UI saat ini menjadi Komisaris di sebuah BUMN, maka sebagai “Presiden” di UI, beliau sudah melanggar Statuta UI (berbentuk PP) sebagai “Konstitusi”. MWA sebagai Organ “Tertinggi” selain Dewan Guru Besar-DGB (penanggung jawab etik) dan Senat Akademik (penangung jawab akademik) wajib bersikap.

Belum lama UI tenang dipimpin “Presiden” Prof. Anis dan Ketua “MPR/DPR” Erry Riana Harjapamekas, dikawal Ketua “MK” Prof. Harkristuti Harkrisnowo, sesudah gonjang ganjing. Jika tidak disikapi dengan bijak, maka kegaduhan akan terulang. Semoga Ketua MWA UI saat ini Saleh Husin, mampu meredam gejolak di UI, apalagi ditemani oleh Erick Tohir (Meneg BUMN) dan Sri Mulyani (Menkeu) dan 2 mantan Menteri di jajaran MWA.

Jika tidak diselesaikan, tidak sedikit yang menganggap Veritas, Probitas, Iustisia itu memiliki tuah menjaga moral bangsa, setidaknya semua pencinta UI. Mereka (setidaknya saya) akan anggap kata bertuah ini dikencingi dengan sengaja. 

Alumni UI-79/Mantan Sekretaris MWA UI

Previous Post

ISLAM YANG PALING BAIK : DERMAWAN DAN RAMAH

Next Post

Sucikan Hati Dan Jiwa Dengan Berkurban

Next Post

Sucikan Hati Dan Jiwa Dengan Berkurban

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah