• Latest

Akhirnya, UI Dikencingi Ramai – Ramai

Juli 20, 2021
9fdb3c1c-1879-4f8c-9aa8-02113678bceb

Warisan Musik Aceh dari Gampong Padang Manggeng

April 21, 2026
Ilustrasi siluet pasangan dengan hati retak melambangkan cemburu, konflik emosional, dan hubungan yang rapuh

Cemburu Membunuh Perempuan

April 21, 2026
Akhirnya, UI Dikencingi Ramai – Ramai - 1001348646_11zon | Essay | Potret Online

Kisah Perempuan – Lubna dari Córdoba

April 21, 2026
Akhirnya, UI Dikencingi Ramai – Ramai - 1001353319_11zon | Essay | Potret Online

Fatimah al-Fihri, Pendiri Universitas Tertua

April 21, 2026
3753a9dd-0c43-46a6-9577-711a7479d4d5

Misogini Genital (Di) Kartini Digital

April 21, 2026
IMG_0878

Perempuan di Titik Klimaks

April 21, 2026
Akhirnya, UI Dikencingi Ramai – Ramai - 1001361361_11zon | Essay | Potret Online

Kisah Perempuan POTRET – Zaynab bint al-Kamal

April 21, 2026
d2a5b58f-c424-41eb-91dc-d0a057017eda

Menguak Kenangan Orkes Mekar Melati Manggeng dan Para Musisi Muda

April 21, 2026
Rabu, April 22, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Akhirnya, UI Dikencingi Ramai – Ramai

Redaksi by Redaksi
Juli 20, 2021
in Essay, UI
Reading Time: 5 mins read
0
585
SHARES
3.2k
VIEWS

Oleh Ahmad Rizali

Baca Juga
  • Wara Wiri Feskraf 2023 dan Cerita Ayah Buat Sang Putri
  • Gelisah Cinta

Berdomisili do Depok

Baca Juga
  • TERHEMPAS PUN ADA BATASNYA
  • Maradona, Italia dan Rektor

Di hari Idul Qurban, ketika saya selalu terharu dengan kepatuhan Ibrahim r.a. dan putranya Ismail r.a. kepada perintah Tuhan yg merupakan representasi Kebenaran (Veritas), Kejujuran (Probitas) dan Keadilan (Iustitia), 3 “Values UI” yang merupakan sifat utama kecendekiawanan atau ulama atau penerus para Nabi. 

Baca Juga
  • Pujangga, Peradaban, dan Jalan Menuju Indonesia Emas
  • ORANG DALAM

Saya dikejutkan dan langsung bersedih membaca berita bahwa Statuta UI yang melarang jabatan rangkap rektor UI menjadi Komisaris di BUMN, diubah menjadi Statuta UI baru, Peraturan Pemerintah (PP) baru dan membolehkan rektor menjadi Komisaris. Tak lama, saya dikirimi seorang pegiat anti korupsi yang pendiam sebuah piramida dengan “posisi UI” hanya selapis di atas Amoral (Levels of Moral Maturity, Reidenbach and Robin, 1991 p. 274). 

Ketika Presiden menandatangani PP revisi dan memutihkan pelanggaran Statuta UI oleh Rektor UI, maka saya langsung berkesimpulan bahwa yang sedang mengencingi “Veritas, Probitas, Iustisia” dari Universitas pembawa nama Indonesia dan terbaik di negeri ini bukan hanya rektor, mereka melakukan secara kolektif. Mengapa ?

PP yang merupakan legalitas Statuta UI itu ditandatangani Presiden. Presiden pasti menerima usulan dari Kemdikbud dan Kemdikbud menerima usulan dari keputusan kolektif kolegial dari 4 organ UI: Senat Akademik Universitas, Dewan Guru Besar, MWA dan Rektor. Jadi semua otoritas akhirnya melegalkan perilaku yang dilakukan oleh Rektor UI. 

Urusan kencing mengencing, saya jadi ingat kawasan RT saya yang merupakan selokan dan pagar tinggi sebuah stadion sepakbola. Karena sepi, kadangkala sopir angkot kencing di selokan ditutupi mobilnya dan karena sebal warga sekitar menulisi plang “Tempat Ini Bukan WC yang kencing Anji#g”. Saya jadi tersenyum karena analogi kasus di atas adalah, jika saya mencabut plang itu dan mengganti dengan papan resmi RT dan tertulis di plang “Ini WC silahkan kencing di sini”.

UI: Veritas, Probitas, Iustisia

Bahasa Indonesianya adalah BENAR, JUJUR, ADIL. Inilah “Slogan” Universitas Indonesia (UI) yang menempel di Logonya. Tak usahlah saya kupas makna kata yang ibarat mantra dan sudah mirip Sidiq, Amanah, Tabliq dan Fathonahnya kanjeng Nabi SAW.

Jika benar Rektor UI saat ini menjadi Komisaris di sebuah BUMN, maka sebagai “Presiden” di UI, beliau sudah melanggar Statuta UI (berbentuk PP) sebagai “Konstitusi”. MWA sebagai Organ “Tertinggi” selain Dewan Guru Besar-DGB (penanggung jawab etik) dan Senat Akademik (penangung jawab akademik) wajib bersikap.

Belum lama UI tenang dipimpin “Presiden” Prof. Anis dan Ketua “MPR/DPR” Erry Riana Harjapamekas, dikawal Ketua “MK” Prof. Harkristuti Harkrisnowo, sesudah gonjang ganjing. Jika tidak disikapi dengan bijak, maka kegaduhan akan terulang. Semoga Ketua MWA UI saat ini Saleh Husin, mampu meredam gejolak di UI, apalagi ditemani oleh Erick Tohir (Meneg BUMN) dan Sri Mulyani (Menkeu) dan 2 mantan Menteri di jajaran MWA.

Jika tidak diselesaikan, tidak sedikit yang menganggap Veritas, Probitas, Iustisia itu memiliki tuah menjaga moral bangsa, setidaknya semua pencinta UI. Mereka (setidaknya saya) akan anggap kata bertuah ini dikencingi dengan sengaja. 

Alumni UI-79/Mantan Sekretaris MWA UI

Share234SendTweet146Share
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Next Post

Sucikan Hati Dan Jiwa Dengan Berkurban

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com