• Latest

🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

Agustus 31, 2025

Mengapa Ivan Illich Mengajak Kita Berhenti Memuja Sekolah

April 23, 2026
Ilustrasi kerumunan orang menatap ponsel di bawah panggung politik dengan figur pemimpin yang dikendalikan seperti boneka oleh tangan besar di atasnya, menggambarkan manipulasi, popularitas, dan hilangnya akal sehat dalam demokrasi.

Menuju Bangsa Goblok (MBG)

April 23, 2026
IMG_0914

Demokrasi Sebagai Dunia: Pergulatan Makna dalam Ruang Digital

April 23, 2026
27f168e7-1260-4771-8478-62c43392780e

Pulo Aceh, William Toren dan Pendidikan Kami

April 23, 2026
IMG_0904

Cahaya di Balik Luka

April 23, 2026
35b66c8c-a220-4f11-8e9a-6fccf401ca7b

Arsitektur Linguistik: Menelusuri Ontologi Kata dan Logika Taqsim dalam Ilmu Nahwu.

April 23, 2026
🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH - 38a1ed71 84b6 44ab 9f7a a62e2a66e5e2 | # Ironi | Potret Online

Perserikatan Bangsa-Bangsa Tanpa Kompas Arah di Tengah Gejolak Dunia Global

April 22, 2026
d1791700-9d77-4212-83e6-eb00db9a7ade

Dari Lumbung ke Etalase: Pergeseran Nalar Hidup Masyarakat Desa

April 22, 2026
Kamis, April 23, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

Redaksi by Redaksi
Agustus 31, 2025
in # Ironi, #Demonstrasi, Demokrasi, DPR, Negara
Reading Time: 1 min read
0
585
SHARES
3.2k
VIEWS

Oleh Heri Iskandar


–‐————‐—————————————–
Minggu, 31/8/2025 (Edisi 1256)
“KEANGKUHAN BETINA satu itu akhirnya runtuh juga. Matanya yang selama ini buta tiba-tiba dapat melihat. Telinganya yang tadinya tuli berubah terang mendengar. Kesombongannya telah berbuah petaka. Ketidak peduliannya kepada kondisi bangsa dibalas kutukan yang mengerikan oleh rakyat yang terabaikan. Dengan suara bergetar ia memohon maaf kepada Indonesia dan berjanji akan koreksi diri untuk lebih mendengar suara rakyat. Sayang semua sudah terlambat. Kemarahan bangsa yang ia remehkan telah meluluh lantakkan negeri ini. Di mata umat permohonan maaf yang keluar dari mulut Ketua DPR Puan Maharani hanyalah ucapan basa basi politikus busuk yang pura-pura bertaubat agar tidak dieksekusi. Seisi Republik tetap tidak memaafkannya. Kerusuhan terlanjur meluas. Yang paling harus merasa terpukul tentulah Presiden Prabowo. Di awal kepemimpinannya negara nyaris terbakar. Sebagai orang nomor satu di NKRI dirinya dipandang lemah sehingga terlalu memanjakan Puan Maharani dan grombolannya yang berpestapora di Senayan sana..!”

Baca Juga
  • Negeri Ijazah, Republik Sandera Sebuah Kertas
  • Gara-gara Tahanan Rumah Gus Yaqut, Akhirnya KPK Minta Maaf
Share234SendTweet146Share
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Next Post
🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH - 1000883168_11zon 1 | # Ironi | Potret Online

Menjaga Arsip, Menjaga Kedaulatan di Tengah Aksi Massa

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com