Bencana dalam Perspektif Islam
: Oleh : Dr. (Cand) Kaipal Wahyudi, S.j., S.Hum., M.Ag. Mahasiswa Program Doktor Studi Islam, Pascasarjana, UIN Ar-Raniry, Banda Aceh....
Baca SelengkapnyaDetails: Oleh : Dr. (Cand) Kaipal Wahyudi, S.j., S.Hum., M.Ag. Mahasiswa Program Doktor Studi Islam, Pascasarjana, UIN Ar-Raniry, Banda Aceh....
Baca SelengkapnyaDetailsOleh: Emi Suy Pagi Jakarta pada Minggu, 14 Desember 2025, tidak hanya dibuka oleh langkah kaki warga yang memadati kawasan...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh : Hanif Arsyad Sudah hampir tiga minggu,air kembali bening, tanah kembali tenang—tapi adakah hatimu ikut jernih,atau luka ini hanya kau biarkan berlaluseperti angin yang singgah lalu hilang? Wahai manusia yang sering alpa,bencana ini bukan sekadar berita,ia adalah bisikan lembut dari Rabbmu,teguran yang turun melalui deras sungai,melalui lumpur yang mengikat langkahmu,melalui sunyi malam yang merenggut tidurmu. Bukan Aku yang zalim kepadamu,akulah yang menjaga setiap helaan napasmu.Tapi ketika dunia kau biarkan...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Don Zakiyamani Ketika membahas deforestasi, kita sering bahas yang besar. Pembukaan lahan tambang oleh korporasi yang membabat habis hutan....
Baca SelengkapnyaDetails
Oleh Novita Sari Yahya "Kemewahan terakhir pemuda menurut Tan Malaka adalah idealisme. Ia berpendapat bahwa idealisme adalah kemewahan yang hanya...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Heri Iskandar --‐------------‐-----------------------------------------Sabtu, 30/8/2025 (Edisi 1255)"AKSI MASSA yang membuat warga Jakarta panas dingin tiga hari terakhir mulai dinarasikan bukan...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Albertus M. Patty Ada ironi besar dalam diri Immanuel Ebenezer. Sebenarnya dalam namanya ada makna yang sangat dalam. Immanuel...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Dayan Abdurrahman Indonesia dan mayoritas negara Muslim kini berada di persimpangan takdir: mengenang kejayaan nenek moyang yang berhasil mengusir...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Rosadi Jamani Sistem Pemilu berubah lagi. Dulu terpisah, lalu disatukan. Sekarang, dipisahkan lagi. Negeri ini tidak pernah berhenti berinovasi...
Baca SelengkapnyaDetailsBudaya Konsumtif, Ekonomi Elitis, dan Agama sebagai Komoditas Politik Oleh: Dayan Abdurrahman "Apakah demokrasi masih menjadi harapan, atau telah menjadi...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Dayan Abdurrahman Sebuah bangsa tidak lahir sebagai sosok yang langsung dewasa. Ia seperti anak kecil yang harus jatuh, menangis,...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Dayan Abdurrahman, Ketika Popularitas Mengalahkan Integritas Kita hidup di zaman di mana pemimpin bisa lahir, bukan dari proses panjang...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh: Dayan Abdurrahman Dalam beberapa waktu terakhir, publik dikejutkan dengan kemunculan ratusan purnawirawan jenderal TNI yang secara terbuka menyampaikan pandangan...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Dayan Abdurrahman Reformasi 1998 merupakan tonggak penting dalam sejarah demokrasi Indonesia. Ia hadir sebagai respons terhadap otoritarianisme Orde Baru,...
Baca SelengkapnyaDetails: Oleh : Dr. (Cand) Kaipal Wahyudi, S.j., S.Hum., M.Ag. Mahasiswa Program Doktor Studi Islam, Pascasarjana, UIN Ar-Raniry, Banda Aceh....
Baca SelengkapnyaDetailsOleh: Emi Suy Pagi Jakarta pada Minggu, 14 Desember 2025, tidak hanya dibuka oleh langkah kaki warga yang memadati kawasan...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh : Hanif Arsyad Sudah hampir tiga minggu,air kembali bening, tanah kembali tenang—tapi adakah hatimu ikut jernih,atau luka ini hanya kau biarkan berlaluseperti angin yang singgah lalu hilang? Wahai manusia yang sering alpa,bencana ini bukan sekadar berita,ia adalah bisikan lembut dari Rabbmu,teguran yang turun melalui deras sungai,melalui lumpur yang mengikat langkahmu,melalui sunyi malam yang merenggut tidurmu. Bukan Aku yang zalim kepadamu,akulah yang menjaga setiap helaan napasmu.Tapi ketika dunia kau biarkan...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Don Zakiyamani Ketika membahas deforestasi, kita sering bahas yang besar. Pembukaan lahan tambang oleh korporasi yang membabat habis hutan....
Baca SelengkapnyaDetails© 2025 potretonline.com