Nenengisme di Antara Budaya Omon-Omon

Nenengisme di Antara Budaya Omon-Omon - 2025 07 28 11 11 15 | Artikel | Potret Online
Ilustrasi: Nenengisme di Antara Budaya Omon-Omon

Oleh Novita Sari Yahya

Seberapa progresif satu bangsa terlihat dari progresivitas pemikiran dan tindakan perempuan

Kenapa harus perempuan yang menjadi ukuran progresivitas perubahan? Karena seperti pernyataan Kartini bahwa marilah mulai membangun peradaban. Ajarkan ibu-ibu menjadi cerdas, cakap dan pintar. Maka mereka akan mengajarkan peradaban pada komunitasnya.

Penampilan ibu-ibu dalam berbagai organisasi perempuan yang dimulai dari acara pembukaan pidato dan diakhiri sesi foto bersama dan makan-makan adalah contoh dari Ibuisme negara menurut Julia Suryakusuma, Ibuisme negara adalah disertasi Julia Suryakusuma yang diterbitkan dalam buku Ibusme negara tahun 2011.

Penampilan perempuan 

Dalam konstruksi gender Ibuisme dilambangkan dengan kelompok borjuis yang punya kelas dengan gaya penampilan seperti ibu pejabat zaman Orba. 

Nenengisme adalah gerakan sosial dari perempuan bernama Neneng yang viral di Facebook.

Karena Nenengisme gerakan yang memberikan contoh nyata bagaimana perempuan akar rumput mengorganisir komunitasnya untuk melakukan kerja nyata dan bermanfaat bagi komunitas.

Ketika Neneng menunjukkan apa artinya bekerja nyata membangun peradaban di antara komunitas ibu-ibu ketika mahasiswa sibuk berdebat dan argumentasi tentang sosialisme dan bagaimana mesin industri kapitalisme bekerja duduk di kafe yang pemilik kafe  kelompok kapital.

Ketika ibu-ibu sibuk dengan acara seremoni berpakaian kebaya atau baju kurung menenteng tas harga jutaan,  bahkan ada yang ratusan juta berpidato tentang pemberdayaan perempuan.

Neneng dari kelas sosial bawah memberikan contoh apa artinya bekerja untuk komunitas tanpa banyak omon-omon.

Omon-omon pejabat dan istri pejabat baik pusat dan daerah hari ini sudah sangat memekakkan telinga. 

Omon-omon mereka bagaikan cipratan air ludah yang meludahi muka perempuan dan anak yang tergusur dari tanahnya karena proyek strategis dengan jargon pembangunan.

Melayani orang miskin tidak harus membuat kita hidup dalam kemiskinan tapi memberikan contoh bagaimana kesetiakawanan sosial terbentuk dengan rasa empati.

Menenteng tas ratusan juta dengan pakaian jutaan kemudian berpidato tentang kemiskinan dan pemberdayaan perempuan merupakan tindakan yang tidak etis. Bahkan hanya omon-omon saja.

Kesederhanaan gerakan Nenengisme dengan menyamakan antara ucapan, tindakan dan pemikiran adalah bentuk integritas dan konsistensi.

Ketika kita menoleh ke belakang dari perjalanan berbangsa dan bernegara, maka Kartini yang sesungguhnya adalah seorang perempuan yang sederhana yang bertahan, bertarung dan berjuang baik bagi dirinya dan komunitasnya.

Perempuan hebat adalah mereka yang bertarung, bertahan dan berjuang bukan sekadar tampil memberikan pidato dan kesannya menceramahi yang sementara hartanya di dapatkan dari hasil perampokan suaminya terhadap pajak rakyat.

Omon-omon dengan menceramahi dan berpidato tentang kemiskinan di gedung ber- ac atau di hotel bintang 5 dengan menggunakan pajak rakyat adalah bentuk perendahan terhadap kelompok miskin dan mengambil jatah bansos mereka.

Menjadi manusia yang konsistensi antara ucapan, pemikiran dan tindakan memang sulit di tengah deru mesin industri kapitalisme , tapi semua kita harus mau menulainya sebagai bentuk nasionalisme

Hari ini, para elite tidak dituntut untuk melayani si miskin di gubuk dengan menjadikan hidup seperti mereka. Walaupun H. Agus Salim mencontohkan dengan perilaku hidup sederhana bahkan mengontrak di gang sempit yang jalanan becek dan tinggal di rumah atap bocor, Muhammad Natsir yang terkenal sebagai menteri berbaju tambalan ataupun Bung Hatta yang sampai meninggal tidak pernah bisa membeli sepatu Bally yang di inginkannya. Tapi minimal tidak koruptor, tamak dan mengambil secukupnya.

Nenengisme adalah gerakan kesadaran perempuan progresif yang berjuang untuk kesetaraan gender dan memberikan contoh nyata bukan sekedar pidato seremonial.

Bagaimana dengan kita dan anda ???

Novita Sari Yahya

Penulis

Penulis: Novita Sari Yahya. Penulis buku “Romansa Cinta”, Padusi Alam Takambang Jadi Guru dan  “Novita & Kebangsaan.” Hasil penjualan buku digunakan untuk operasional gerakan literasi dan mendukung Rumah Pengasuhan Anak dan Pendidikan Keluarga. Aktivitas dan karyanya dapat diikuti melalui akun Instagram: @novita.kebangsaan.

Email : novitasariyahya5@gmail.com

Kontak pembelian buku: 089520018812

Nama : Novita Sari Yahya

Media sosial : instagram@novitasari.kebangsaan.

Tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Redaksi tidak selalu sejalan dengan isi tulisan.
Majalah Perempuan Aceh

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Terbaru

Artikel terbaru untuk dibaca

Populer

Artikel yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist