Senin, April 20, 2026

Menggali yang Terkubur

Menggali yang Terkubur - 2025 07 23 15 56 05 | Artikel | Potret Online
Ilustrasi: Menggali yang Terkubur

Oleh Herry Tany

Tehnologi itu mengantarkan seluruh keluarga pergi ke dunia biru, dunia yang masing-masing ditempati seorang manusia, dunia hanya untuk seorang manusia, berjuta-juta orang yang menempatinya dengan cara satu dunia untuk satu orang, sebuah matematika biru.

Mereka tak pernah mati, karena membiarkan kata-kata mengulang dirinya sendiri dan terkubur dalam tehnologi, dalam harian pagi. Puisi-puisi gelap menggali dirinya sendiri yang terkuburkan. Para aktor bangkit untuk menjelaskan komunikasi yang dihadapi. Mereka bukan pembunuh kata-kata seperti tertulis dalam teori bahwa anak-anak akan merampas menit-menit orang tua, kemudian memindahkan jarum jam ke tempat lain, lalu membiarkannya mati di luar daerah waktu.

Semua itu hanya teori politik yang tak memiliki tuhan, hanya kongres-kongres tempat pengambilan keputusan, dan media-media pembenaran untuk setiap pembunuhan ekonomi, mereka dapat mengirim bunga, membahagiakan keluarga, mendongenngi anak dengan mantera-mantera.

Jakarta21221

Tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Redaksi tidak selalu sejalan dengan isi tulisan.
Majalah Perempuan Aceh

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Terbaru

Artikel terbaru untuk dibaca

Populer

Artikel yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist