Selasa, April 21, 2026

Eksistensi AI Memberi Edukasi Kepada Para Penguasa yang Korupsi

Eksistensi AI Memberi Edukasi Kepada Para Penguasa yang Korupsi - 2025 07 16 17 11 10 | Artikel | Potret Online
Ilustrasi: Eksistensi AI Memberi Edukasi Kepada Para Penguasa yang Korupsi


Oleh: Kang Thohir

Eksistensi dunia Artificial Intelligence atau yang lebih disingkat “Al”, adalah sebuah kecerdasan buatan. Sehingga banyak orang terlena dalam tipuannya dalam ruang imajinasi, meski AI cabang dari ilmu komputer untuk meniru cara berfikir manusia.


Permasalahan di dunia penuh misteri ini seperti tak bisa dipecahkan. Prediksi diiringi dengan asumsi, meski kadang tak pasti. Zaman semakin canggih, teknologi sudah tidak bisa dihindari lagi. Terlihat memang tak bisa dipungkiri kemajuan sebuah teknologi. Akan tetapi, alat ini memang juga bisa membantu apa saja ketika orang membutuhkannya.

Dengan adanya AI orang bisa melakukan perlawanan secara langsung melalui sindiran, seperti yang marak di media sosial, khususnya Facebook. Terlihat begitu nyata dan fakta –yang sedang terjadi di Indonesia. Bahwa korupsi-korupsi di Indonesia itu semakin merajalela, bahkan menjadi suatu adat budaya yang semakin merajalela dan penuh keprihatinan. Apalagi kasus-kasus korupsi di Indonesia bisa dimanipulasi dengan hukuman yang ringan tanpa syarat bagi para pejabat koruptor yang memiliki uang (beruang).


Kepandaian menjadi ajang politik kotor, menipu, mengelabuhi, dan anarki, sehingga kepandaian hanya soal ambisi haus jabatan dunia yang sementara. Soal akhlak budi pekerti tak ada artinya. Kefakiran dan pengangguran kian merajalela, sedangkan mereka-mereka duduk di atas penderitaan rakyatnya.


Negeri ini memang kaya raya, apa saja ada, namun kekurangan negeri ini adalah kurangnya orang-orang jujur dan tidak ada dukungan untuk kemajuan bangsa, sehingga orang-orang jenius yang berprestasi tak lagi dihargai bahkan dibenci. Makanya banyak orang-orang jenius/berprestasi itu beralih ke keluar negri untuk mengembangkan keahliannya dalam bidangnya. Itu mengapa Indonesia tidak mau maju dan semakin mundur dari kemajuannya, karena tidak menghargai karya-karya anak bangsanya sendiri. Itulah yang saya sesali.

Namun, adanya AI bisa kita manfaatkan untuk berkreasi guna mengembangkan teknologi dan informasi yang sekiranya harus digali untuk memancing dunia imajinasi dan realita kehidupan ini. Kita masih berkarya untuk bangsa demi kemajuan norma-norma bangsa yang lebih baik lagi. Adanya kritik dan sindiran kepada penguasa supaya mereka-mereka itu sadar, dan mau mempertimbangkan nasib negeri ini.

AI memberi dampak baru untuk memberikan edukasi lewat gambaran atau video-video sindiran kepada para penguasa yang haus akan kekuasaan dan harta. Indonesia akan tumbuh layaknya tanaman bunga yang mekar, kita jaga kita rawat dengan sepenuh hati dan menyiraminya dengan cinta. Maka Indonesia akan semakin tumbuh berkembang dan mekar layaknya bunga mawar yang indah dan kokoh memberi keharuman kepada lainnya. Kita harus menjaga dari hama-hama yang merusaknya dengan sepenuh cinta, jiwa dan raga membela bangsa Indonesia. Indonesia akan bebas dan merdeka.

Merdeka!

Brebes, 08 Juli 2025

Tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Redaksi tidak selalu sejalan dengan isi tulisan.
Majalah Perempuan Aceh

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Terbaru

Artikel terbaru untuk dibaca

Populer

Artikel yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist