POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Pohon Jeju dan Ketegangan Ideologis di Aceh: 

Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh, M.SiOleh Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh, M.Si
July 7, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Kajian Antropologi Forensik, Sosial, dan Sejarah

Oleh Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh

Dosen Antropologi, Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Aceh

Penebangan pohon Jeju di Pantai Ulee Lheue, Banda Aceh, oleh pihak tak dikenal telah memicu kemarahan publik dan membuka ruang refleksi tentang konflik nilai, estetika, dan ideologi di ruang publik Aceh. Pohon ini bukan sekadar tumbuhan, melainkan simbol sosial yang menghubungkan generasi muda dengan ekspresi budaya global seperti K-drama. Artikel ini menggabungkan pendekatan antropologi forensik, analisis ideologis, dan sejarah lokal untuk memahami makna di balik peristiwa tersebut.

Pohon Jeju yang viral ini sebenarnya adalah pohon soga (Peltophorum pterocarpum), dikenal dalam bahasa Aceh sebagai Bak Hasan Teunget. Ia tumbuh di kawasan Pantai Ulee Lheue dan sempat menjadi ikon musiman karena bunganya yang kuning cerah menyerupai sakura tropis.

Keberadaan pohon ini membawa nuansa musim semi ala Korea Selatan ke tengah iklim tropis Aceh. Warga lokal dan wisatawan berbondong-bondong datang untuk berfoto, menjadikannya spot wisata musiman yang penuh daya tarik. Dalam konteks sejarah urban Aceh, pohon-pohon seperti Jeju telah lama menjadi bagian dari lanskap kota yang memberi keteduhan, keindahan, dan identitas ekologis. Sayangnya, seperti kasus penebangan pohon Kohler di Masjid Raya Baiturrahman, nilai sejarah dan simbolik pohon sering kali diabaikan demi proyek atau tafsir ideologis tertentu.

Antropologi Forensik dan Analisis Sosial

Penebangan pohon Jeju dapat dianalisis melalui metode antropologi forensik: (1) Tafonomik Analisis: Menelusuri alat dan teknik penebangan, serta waktu kejadian. (2) Forensik Arkeologi Sosial: Mengkaji lokasi pohon sebagai ruang interaksi sosial dan simbol estetika publik. (3) Analisis Simbolik Material: Pohon sebagai “tubuh sosial” yang diserang karena makna yang dikandungnya.

Pohon Jeju menjadi korban dari konflik nilai antara generasi muda yang ekspresif dan kelompok konservatif yang menolak simbol-simbol modernitas.

Kelompok Wahabi di Aceh dikenal memiliki pandangan keras terhadap ekspresi visual dan budaya populer yang dianggap menyimpang dari nilai tauhid (Yunus & Amiruddin, 2021: 93; Fauzi, 2023: 52). Idris dan Sahlan (2018: 85) mencatat bahwa berfoto di depan objek alam bisa dianggap sebagai bentuk pemujaan tidak langsung. Penolakan terhadap pohon Jeju bisa jadi berakar dari tafsir puritanisme yang menolak estetika sebagai bentuk syirik.

Pohon Jeju menjadi latar favorit bagi anak-anak muda Aceh yang menggemari K-drama. Foto-foto yang beredar menunjukkan gaya romantis dan bebas, yang ditafsirkan oleh kelompok konservatif sebagai bentuk liberalisasi budaya dan penyimpangan moral (Yunanda, 2019: 143). Miswar (2020: 15) menyebut reaksi keras terhadap budaya populer sebagai bentuk kekerasan simbolik terhadap ekspresi generasi muda.

📚 Artikel Terkait

BENGKEL OPINI RAKyat

Said Idrus, Kepala SMK Berprestasi Tingkat Provinsi dari Negeri Seribu Bukit

Renovasi Rumah

Erril Telah Pulang

Penebangan pohon Jeju bukan hanya soal hilangnya vegetasi, tetapi juga hilangnya ruang simbolik yang menghubungkan warga dengan keindahan, sejarah, dan ekspresi budaya. Pendekatan antropologi forensik menunjukkan bahwa tindakan terhadap benda fisik bisa mencerminkan konflik ideologis yang lebih dalam. Diperlukan dialog lintas generasi dan pendekatan lintas mazhab agar Aceh tidak terus-menerus kehilangan ruang publik yang inklusif dan bermakna.

Referensi:

Acbar, Tryas Anhar. Dampak Dakwah Salafi Wahabi Di Banda Aceh. Diss. UIN Ar-Raniry Banda Aceh, 2023.

Al Chaidar, Abidin Nurdin, and Apridar Abdurrahman. CONTEMPORARY RELIGIOUS MOVEMENT IN ACEH. 2017.

Fauzi, Muhammad. Upaya Kelompok Aswaja Aceh Dalam Membendung Gerakan Salafi-wahabi di Aceh 2014-2022. Diss. Universitas Islam Indonesia, 2023.

Herdi, Sahrasad, Al Chaidar, and Tabrani Dedy. “Terrorism, Wahhabism and Islam (East)-West Dialogues: A Reflection from Indonesia.” Journal of economic and social development 6.2 (2019): 60-75.

Idris, Mulyana, and Muhammad Sahlan. “Antara Salah Paham dan Paham yang Salah: Pandangan Teungku Seumeubeut terhadap Wahabi.” Substantia: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin20.1 (2018): 80-89.

Miswar, Khairil. “Wahhábi Dalam Perspektif HUDA Dan Implikasinya Terhadap Kehidupan Sosial Keagamaan Di Aceh.” Tadabbur: Jurnal Peradaban Islam 2.1 (2020): 1–27.

Razak, Abd. “Telaah Kritis Terhadap Peran Majelis Permusyawaratan Ulama Terhadap Fenomena Anti Wahhabi di Aceh.” 2023.

Wati, Amrida. Gerakan Membela Akidah Ahlul Sunnah Waljamaah: Pandangan Ulama Dayah Terhadap Gerakan Wahabi Di Kecamatan Kota Baro Kabupaten Aceh Besar. Diss. UIN Ar-Raniry Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, 2023.

Yunanda, Rizki. “Radikalisme Dalam Persfektif Islam Dayah Di Aceh.” Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA) 2.2 (2019): 138–148.

Yunus, Firdaus M., and M. Hasbi Amiruddin. “TENSION BETWEEN SCHOOLS OF THOUGHT: ASWAJA AND WAHABI IN ACEH.” Jurnal Ilmiah Islam Futura 21.2 (2021).

Yunus, Firdaus M., and M. Hasbi Amiruddin. “Aswaja dan Wahabi di Aceh: Memahami Sebab Ketegangan dan Solusinya.” 2020.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 339x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 252x dibaca (7 hari)
Menata Aceh di Atas Air atau Menunggu Tenggelam?
Menata Aceh di Atas Air atau Menunggu Tenggelam?
11 Jan 2026 • 231x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 215x dibaca (7 hari)
Belajar Empati di Tengah  Krisis Ekologis
Belajar Empati di Tengah  Krisis Ekologis
11 Jan 2026 • 177x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh, M.Si

Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh, M.Si

Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh, M.Si., adalah seorang akademisi dan peneliti yang memiliki keahlian di bidang antropologi, dengan fokus utama pada antropologi politik dan agama. Beliau saat ini aktif sebagai dosen di Universitas Malikussaleh, yang berlokasi di Lhokseumawe, Aceh. Selain mengajar, Dr. Al Chaidar juga aktif melakukan penelitian dan seringkali diundang sebagai narasumber atau pengamat untuk berbagai isu sosial, politik, dan keagamaan, terutama yang berkaitan dengan konteks Aceh dan Indonesia secara luas. Kontribusinya dalam pengembangan ilmu antropologi dan pemahaman isu-isu kontemporer di Indonesia sangat signifikan melalui karya-karya ilmiah dan keterlibatannya dalam diskusi publik.

Please login to join discussion
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025
#Sumatera Utara

Sengketa Terpelihara

Oleh Tabrani YunisJune 5, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    158 shares
    Share 63 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
117
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
89
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
94
Postingan Selanjutnya
Kebenaran Viral Mengalahkan Klarifikasi

Kebenaran Viral Mengalahkan Klarifikasi

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00