• Latest
Kuliah Tanpa Beban: Kritik Terhadap Klaim Kuliah yang Terlalu Mudah

Dari yang Lama Jadi Korban Menuju Hak atas Kurban: Refleksi Keadilan Sosial dan Solidaritas Umat Islam dalam Meneguhkan Jati Diri dan Persatuan Bangsa

Juni 4, 2025
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Dari yang Lama Jadi Korban Menuju Hak atas Kurban: Refleksi Keadilan Sosial dan Solidaritas Umat Islam dalam Meneguhkan Jati Diri dan Persatuan Bangsa

Dayan Abdurrahmanby Dayan Abdurrahman
Juni 4, 2025
Reading Time: 2 mins read
Kuliah Tanpa Beban: Kritik Terhadap Klaim Kuliah yang Terlalu Mudah
589
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Dayan Abdurrahman

Dalam ruang kehidupan bangsa yang terus diuji oleh ketimpangan sosial dan krisis solidaritas, ibadah kurban bukanlah sekadar ritus keagamaan tahunan, melainkan pesan sosial yang mendalam. Ibadah ini mengandung nilai pengorbanan, kedekatan kepada Tuhan, dan lebih dari itu, panggilan untuk menegakkan keadilan sosial bagi sesama. Dalam konteks Indonesia—sebagai negara dengan mayoritas Muslim dan sejarah panjang ketimpangan pembangunan antarwilayah—makna kurban perlu ditarik lebih jauh ke dalam ranah keadilan sosial dan penguatan persatuan bangsa.

Mereka yang telah lama menjadi korban ketidakadilan—baik karena sejarah konflik, keterpencilan geografis, maupun kemiskinan struktural—pantas menjadi penerima utama manfaat kurban. Aceh, misalnya, sebagai daerah yang pernah menjadi medan konflik dan kini menjadi simbol keteguhan Islam di Nusantara, masih menyimpan luka sosial yang belum sepenuhnya pulih. Begitu pula dengan Papua, yang meskipun bukan mayoritas Muslim, tetap mencerminkan wajah Indonesia yang tersisih dari arus utama pembangunan. Wilayah-wilayah seperti Nusa Tenggara Timur, sebagian Kalimantan pedalaman, dan kawasan pesisir terpinggirkan di Sulawesi Tengah juga mencerminkan kebutuhan nyata atas keadilan distribusi, termasuk dalam praktik ibadah kurban.

Dalam terminologi Islam, kurban berasal dari kata “qaruba” yang berarti mendekat. Maka semestinya, kurban mendekatkan manusia kepada Tuhan dan mendekatkan mereka yang berpunya kepada yang tak berdaya. Panitia kurban di seluruh Indonesia, terutama di daerah-daerah yang menjadi pilar identitas keislaman seperti Aceh, memikul tanggung jawab moral untuk menempatkan kurban sebagai sarana solidaritas sosial. Ini bukan hanya soal membagi daging, tetapi soal menghormati martabat manusia yang selama ini menjadi korban sejarah dan kebijakan yang timpang.

Baca Juga

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026

Di berbagai belahan dunia Muslim—dari kawasan minoritas Muslim di India hingga komunitas urban di Mesir dan Nigeria—makna kurban mulai digeser dari sekadar simbol religius menjadi proyek sosial yang memberdayakan. Indonesia sebagai rumah besar umat Islam dunia perlu menjadi contoh dalam mentransformasikan kurban menjadi jalan penguatan jati diri bangsa. Ketika ibadah ini menyentuh mereka yang paling terpinggirkan, bangsa ini sedang memulihkan lukanya sendiri dengan cara yang penuh kasih dan bermartabat.

Kita harus bertanya secara jujur: apakah kurban kita benar-benar menyentuh mereka yang membutuhkan? Apakah mereka yang telah lama jadi korban sudah mendapatkan hak atas kurban? Jika belum, maka kurban kita baru sebatas simbol, belum menjadi solusi. Maka, kini saatnya memaknai kurban dalam kerangka keadilan sosial yang konkret. Bukan hanya demi pahala individual, tetapi demi kelangsungan solidaritas umat dan kekuatan bangsa.

ADVERTISEMENT

Dengan kurban, kita tidak hanya menyembelih hewan, kita menyembelih egoisme. Kita tidak hanya membagi daging, kita membagi harapan. Dan kita tidak hanya menunaikan syariat, tetapi juga memperkuat simpul-simpul persaudaraan kebangsaan yang selama ini mulai mengendur. Di sinilah letak sejati dari pengorbanan: ketika yang selama ini jadi korban, akhirnya benar-benar menerima kurban.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 355x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 314x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 265x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 259x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 198x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

Satu Keluarga, Satu Sarjana

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com