POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Dari yang Lama Jadi Korban Menuju Hak atas Kurban: Refleksi Keadilan Sosial dan Solidaritas Umat Islam dalam Meneguhkan Jati Diri dan Persatuan Bangsa

Dayan AbdurrahmanOleh Dayan Abdurrahman
June 4, 2025
Kuliah Tanpa Beban: Kritik Terhadap Klaim Kuliah yang Terlalu Mudah
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Dayan Abdurrahman

Dalam ruang kehidupan bangsa yang terus diuji oleh ketimpangan sosial dan krisis solidaritas, ibadah kurban bukanlah sekadar ritus keagamaan tahunan, melainkan pesan sosial yang mendalam. Ibadah ini mengandung nilai pengorbanan, kedekatan kepada Tuhan, dan lebih dari itu, panggilan untuk menegakkan keadilan sosial bagi sesama. Dalam konteks Indonesia—sebagai negara dengan mayoritas Muslim dan sejarah panjang ketimpangan pembangunan antarwilayah—makna kurban perlu ditarik lebih jauh ke dalam ranah keadilan sosial dan penguatan persatuan bangsa.

Mereka yang telah lama menjadi korban ketidakadilan—baik karena sejarah konflik, keterpencilan geografis, maupun kemiskinan struktural—pantas menjadi penerima utama manfaat kurban. Aceh, misalnya, sebagai daerah yang pernah menjadi medan konflik dan kini menjadi simbol keteguhan Islam di Nusantara, masih menyimpan luka sosial yang belum sepenuhnya pulih. Begitu pula dengan Papua, yang meskipun bukan mayoritas Muslim, tetap mencerminkan wajah Indonesia yang tersisih dari arus utama pembangunan. Wilayah-wilayah seperti Nusa Tenggara Timur, sebagian Kalimantan pedalaman, dan kawasan pesisir terpinggirkan di Sulawesi Tengah juga mencerminkan kebutuhan nyata atas keadilan distribusi, termasuk dalam praktik ibadah kurban.

📚 Artikel Terkait

Bahaya Broken Home Terhadap Psikologis Anak

MEMBATIK MEMBENTUK KARAKTER SANTRI DI PESANTREN THAWALIB GUNUANG

MUHASABAH

Jejak Roda dan Harapan

Dalam terminologi Islam, kurban berasal dari kata “qaruba” yang berarti mendekat. Maka semestinya, kurban mendekatkan manusia kepada Tuhan dan mendekatkan mereka yang berpunya kepada yang tak berdaya. Panitia kurban di seluruh Indonesia, terutama di daerah-daerah yang menjadi pilar identitas keislaman seperti Aceh, memikul tanggung jawab moral untuk menempatkan kurban sebagai sarana solidaritas sosial. Ini bukan hanya soal membagi daging, tetapi soal menghormati martabat manusia yang selama ini menjadi korban sejarah dan kebijakan yang timpang.

Di berbagai belahan dunia Muslim—dari kawasan minoritas Muslim di India hingga komunitas urban di Mesir dan Nigeria—makna kurban mulai digeser dari sekadar simbol religius menjadi proyek sosial yang memberdayakan. Indonesia sebagai rumah besar umat Islam dunia perlu menjadi contoh dalam mentransformasikan kurban menjadi jalan penguatan jati diri bangsa. Ketika ibadah ini menyentuh mereka yang paling terpinggirkan, bangsa ini sedang memulihkan lukanya sendiri dengan cara yang penuh kasih dan bermartabat.

Kita harus bertanya secara jujur: apakah kurban kita benar-benar menyentuh mereka yang membutuhkan? Apakah mereka yang telah lama jadi korban sudah mendapatkan hak atas kurban? Jika belum, maka kurban kita baru sebatas simbol, belum menjadi solusi. Maka, kini saatnya memaknai kurban dalam kerangka keadilan sosial yang konkret. Bukan hanya demi pahala individual, tetapi demi kelangsungan solidaritas umat dan kekuatan bangsa.

Dengan kurban, kita tidak hanya menyembelih hewan, kita menyembelih egoisme. Kita tidak hanya membagi daging, kita membagi harapan. Dan kita tidak hanya menunaikan syariat, tetapi juga memperkuat simpul-simpul persaudaraan kebangsaan yang selama ini mulai mengendur. Di sinilah letak sejati dari pengorbanan: ketika yang selama ini jadi korban, akhirnya benar-benar menerima kurban.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Dayan Abdurrahman

Dayan Abdurrahman

Bio narasi Saya adalah lulusan pendidikan Bahasa Inggris dengan pengalaman sebagai pendidik, penulis akademik, dan pengembang konten literasi. Saya menyelesaikan studi magister di salah satu universitas ternama di Australia, dan aktif menulis di bidang filsafat pendidikan Islam, pengembangan SDM, serta studi sosial. Saya juga terlibat dalam riset dan penulisan terkait Skill Development Framework dari Australia. Berpengalaman sebagai dosen dan pelatih pendidik, saya memiliki keahlian dalam penulisan ilmiah, editing, serta pendampingan riset. Saat ini, saya terus mengembangkan karya dan membangun jejaring profesional lintas bidang, generasi, serta komunitas akademik global.

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Satu Keluarga, Satu Sarjana

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00