Minggu, April 19, 2026

PUISI-PUISI HERI ISNAINI

Mei 2025

AKU TIDAK AKAN BERHENTI MENCARIMU

Aku tidak akan berhenti mencari-Mu
menyusuri baris-baris dalam kitab suci
memilah-milah di antara huruf-hurufnya
melambangi kata demi kata di antara bacaannya

aku akan terus mencari-Mu
mencari-cari nama-Mu dalam gerakan salat dan zikirku
izinkan aku menjadi Ibrahim, Musa, dan Nuh
terus mencari-Mu tanpa letih

aku tidak takut dengan ancaman-Mu
aku tidak peduli dengan pahala-Mu
aku hanya takut tidak menemukan-Mu

di antara huruf-huruf dalam sajakku
di sela-sela kata dalam puisiku
semoga aku bisa menemukan-Mu

aku tidak akan berhenti mencari-Mu
aku sangat mencintai-Mu

Tuhan.

2024

PERTARUHAN

Apakah kau tahu bagaimana kita berjumpa?
ada bait sajak yang kau tulis
semasa hujan begitu rintik
Kau menjumpa dalam permainan
dadu dilemparkan. Aku kehilangan

Apakah kau tahu bagaimana kita berjumpa?
dalam ritual monastik ketiga belas
semasa Anteh cemerlang di atas ubun-ubun
Kau menjumpa dalam permainan
takdir dituliskan. Aku kegetiran

2024

SAJAK UNTUK HUJAN SORE INI

Sajak ini aku cipta untukmu, Hujan.
sebiji zarah yang kautanam akan tumbuh
berkembang menjadi tujuh tunas yang baru

Hujanlah, Hujan
menebar benih yang disimpan bumi

menjadi kuku-kuku yang tertinggal pada manusia
aku mencoba membungkamnya
dengan kata dan kalimat
bunyi di setiapnya

2024

PLUVIOPHILE

Aku dilahirkan dari rintik hujan
di sela-selanya yang memanjang sepanjang musim
tidak perlu bertanya, mengapa?

Aku bersama hujan
Kita abadi di dalamnya
Ada rahasia di setiap rintiknya

Aku setia dalam keabadian
bersamamu

2024

KETIKA KAU ADA

Ketika kau ada pagi ini.
Udara mewangi dalam hirupan cahaya.
Ada kicauan burung, embusan angin,
goyang dedaunan, dan hangatnya matahari.

Apakah ada yang ingin kau sampaikan?
Pagi ini masihlah indah
Kau ada. Masih sama.

Ingatkah kau akan tujuan itu?
Kadangkala kau selalu lupa

Aku ada. Kau pun ada.
Dia ada.

Ini sudah senja. Bergegaslah!
Jemputan itu menunggumu di depan pintu.

2024

ENTAH SUDAH BERAPA KALI

Entah sudah berapa kali siang berganti
Entah sudah berapa kali malam berselang

Aku tidak menjadi apa
hanya metafora yang melayang di atas kepala
entah apa yang aku tunggu

Entahlah!

2024

Tentang Penulis
Heri Isnaini lahir di Subang, Jawa Barat, pada tanggal 17 Juni. Heri sangat menyukai puisi-puisi Sapardi Djoko Damono. Cerpennya pernah dimuat pada koran Radar Banyuwangi, Radar Kediri, dan Harian Rakyat Sultra. Beberapa media daring di Indonesia seperti Radar Utara, Restorasi News Siber Indonesia, Tebu Ireng Online, Bali Politika, Berita Jabar News, Sip Publishing, Himpun.id juga pernah memuat karya-karyanya. Kegiatan sehari-hari Heri adalah Dosen Sastra IKIP Siliwangi Kota Cimahi. Selain itu, Heri juga banyak beraktivitas sebagai editor dan reviewer di berbagai jurnal ilmiah di dalam dan luar negeri.

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Terbaru

Puisi terbaru untuk dibaca

Populer

Puisi yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist