• Latest

Membangun Bangsa Melalui Kearifan Lokal dan Nasional

April 26, 2025

Tadarus – Surah Yunus Ayat 57

March 13, 2026
Pendidikan Hukum Pemilu dan Penataan Ulang Demokrasi Menuju Pemilu 2029

Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital

March 13, 2026
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?

Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?

March 13, 2026
Pelukan Bangga Seorang Ibu

Pelukan Bangga Seorang Ibu

March 13, 2026

Apa Kata Dunia?

March 13, 2026
Antara Gold, Glory, dan Suara Rakyat: Merenungkan Keadaban Dunia dari Pengalaman Sehari-hari

Antara Gold, Glory, dan Suara Rakyat: Merenungkan Keadaban Dunia dari Pengalaman Sehari-hari

March 13, 2026

Kisah Perempuan – Lubna dari Córdoba

March 13, 2026
Lomba Menulis Cerita Anak Cerdas 2026

Lomba Menulis Cerita Anak Cerdas 2026

March 13, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Membangun Bangsa Melalui Kearifan Lokal dan Nasional

Gunawan Trihantoro by Gunawan Trihantoro
April 26, 2025
in #Kontemplasi, Artikel, Kearifan Lokal
0
591
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
🔊

Dengarkan Artikel

Menyelami Pesan Buya Syafii Maarif (3)

Oleh Gunawan Trihantoro
(Sekretaris Kreator Era AI Jawa Tengah)

Baca Juga

Pendidikan Hukum Pemilu dan Penataan Ulang Demokrasi Menuju Pemilu 2029

Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital

March 13, 2026
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?

Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?

March 13, 2026

Apa Kata Dunia?

March 13, 2026

Dalam menghadapi tantangan zaman yang terus berubah, Buya Syafii Maarif menekankan pentingnya meningkatkan kearifan lokal dan kearifan nasional. Kedua aspek ini, baginya, bukan sekadar warisan budaya, melainkan fondasi utama dalam membangun masa depan bangsa yang inklusif dan bermartabat.

Kearifan lokal mengandung nilai-nilai yang lahir dari pengalaman panjang masyarakat dalam berinteraksi dengan alam, budaya, dan sesama manusia. Di tengah arus globalisasi yang deras, kearifan ini menjadi jangkar identitas, menjaga bangsa dari kehilangan jati diri.

Namun Buya Syafii juga menyadarkan kita bahwa kearifan lokal saja tidak cukup. Ia harus berjalan seiring dengan kearifan nasional, yaitu kesadaran untuk menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan kelompok atau daerah. Tanpa semangat nasionalisme yang sehat, kearifan lokal bisa berubah menjadi fanatisme sempit.

Prinsip “semua pihak harus saling menerima” yang diusung Buya Syafii membuka ruang dialog yang adil dan setara. Menerima bukan berarti menyerah, melainkan memahami bahwa perbedaan adalah kekayaan yang harus dirawat bersama, bukan ancaman yang harus dilawan.

Dalam banyak kasus, ketegangan sosial bermula dari kegagalan untuk menerima perbedaan. Entah karena perbedaan budaya, keyakinan, atau kepentingan politik, bangsa ini kerap terjebak dalam sikap curiga yang merusak rasa saling percaya.

Buya Syafii mengajarkan bahwa membangun bangsa berarti membangun kepercayaan. Tanpa saling menerima, tidak mungkin tercipta suasana yang kondusif untuk gotong royong, yang sesungguhnya adalah roh dari kebangsaan kita sejak awal kemerdekaan.

Penting untuk dipahami bahwa kearifan lokal yang dikembangkan bukan hanya budaya seremonial, melainkan nilai-nilai hidup seperti toleransi, musyawarah, gotong royong, dan kejujuran. Nilai-nilai ini menjadi modal sosial yang berharga untuk mengatasi berbagai krisis.

Sementara itu, kearifan nasional perlu terus dirawat melalui pendidikan, media massa, dan kebijakan publik yang adil. Rasa kebangsaan yang tumbuh dari keadilan sosial akan memperkuat solidaritas antarwarga negara di tengah keberagaman.

Buya Syafii mengingatkan kita untuk tidak terjebak dalam polarisasi antara pusat dan daerah. Keduanya harus dipahami sebagai bagian yang saling menguatkan, bukan saling mencurigai atau berkompetisi secara destruktif.

Dalam praktiknya, meningkatkan kearifan lokal dan nasional berarti memperbanyak ruang-ruang perjumpaan. Festival budaya, dialog lintas agama, kerja sama ekonomi antarwilayah, semua itu adalah cara konkret mempererat simpul-simpul persaudaraan kebangsaan.

Semua pihak harus menanggalkan ego sektoral dan berani membuka diri. Saling menerima bukanlah proses instan, melainkan sebuah perjalanan panjang yang penuh kesabaran, pengertian, dan sikap rendah hati untuk belajar dari satu sama lain.

Kearifan lokal dan nasional seharusnya tidak dipertentangkan. Keduanya adalah kekuatan ganda yang, bila diolah dengan baik, akan melahirkan bangsa yang kuat menghadapi tekanan global dan dinamis dalam merespons perubahan zaman.

Buya Syafii memberi teladan bagaimana menghargai kearifan lokal tanpa kehilangan visi kebangsaan. Ia tidak hanya mengagumi keragaman budaya, tapi juga memperjuangkan nilai-nilai keadilan dan persatuan dalam setiap kesempatan.

Melalui pemikiran Buya, kita diajak untuk membangun bangsa ini bukan dengan saling menyingkirkan, tetapi dengan saling menerima dan menguatkan. Sebab bangsa besar adalah bangsa yang mampu mengelola perbedaan menjadi kekuatan, bukan sumber permusuhan.

Kini, tugas kita adalah mewujudkan cita-cita itu. Meningkatkan kearifan lokal dan nasional bukan pilihan, melainkan keniscayaan. Tanpa itu, kita hanya akan menjadi bangsa yang rapuh, mudah tercerai berai saat diterpa ujian zaman.

Semangat saling menerima, sebagaimana digariskan Buya Syafii, harus kita tanamkan mulai dari keluarga, sekolah, tempat ibadah, hingga ke panggung politik. Inilah jalan panjang menuju Indonesia yang lebih dewasa, beradab, dan bermartabat.


Rumah Kayu Cepu, 26 April 2025

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 150x dibaca (7 hari)
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
12 Mar 2026 • 134x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 106x dibaca (7 hari)
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 90x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 89x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare236
Gunawan Trihantoro

Gunawan Trihantoro

Gunawan Trihantoro adalah seorang penulis kelahiran Purwodadi tahun 1974. Ia merupakan alumni Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang mulai aktif menulis sejak masa kuliahnya. Karya-karyanya telah terbit di berbagai media cetak dan online. Gunawan aktif dalam berbagai komunitas kepenulisan, termasuk Satupena, Kreator Era AI, dan Komunitas Puisi Esai Jawa Tengah. Selain itu, ia juga berkontribusi sebagai penulis buku-buku naskah umum keagamaan dan moderasi beragama di Kementerian Agama RI selama periode 2022–2024. Hingga kini, Gunawan telah menghasilkan puluhan buku, baik sebagai penulis tunggal maupun penulis bersama, yang memperkuat reputasinya sebagai salah satu penulis produktif di bidangnya.

Baca Juga

Islam

Tadarus – Surah Yunus Ayat 57

March 13, 2026
Pendidikan Hukum Pemilu dan Penataan Ulang Demokrasi Menuju Pemilu 2029
#Doa di Bulan Ramadan

Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital

March 13, 2026
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
#Ijazah

Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?

March 13, 2026
Pelukan Bangga Seorang Ibu
Esai

Pelukan Bangga Seorang Ibu

March 13, 2026
Next Post

Wajah Kurikulum Aceh: Antara Jakartalisasi dan Jiwa Tanah Rencong

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Disclaimer
  • Al-Qur’an
  • Tentang Kami
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Kirim Tulisan
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST

© 2026 potretonline.com