• Latest
Kotak Kosong

Kotak Kosong

April 11, 2025
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
ae400032-4021-4ade-8568-70d981b74d63

Ancu Dani, Juru Kunci TPS

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Kotak Kosong

Ilhamdi Sulaiman by Ilhamdi Sulaiman
April 11, 2025
in Cerpen
Reading Time: 3 mins read
0
Kotak Kosong
591
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh  Ilhamdi Sulaiman

Dalam barisan infanteri kavaleri Bukit Barisan, Kopral Jono adalah komandan pasukan yang berdiri di front paling depan, bersama para prajurit TNI lainnya menumpas Gerakan G30S/PKI. Kini, puluhan tahun setelah itu, ia hanyalah seorang veteran tua—tapi langkahnya tetap tegap, seolah kenangan pertempuran masih hidup di tiap hentak sepatunya.

Setiap hari, tanpa pernah absen, ia berjalan kaki dari Makam Pahlawan Kalibata menuju Lubang Buaya.Seperti sebuah ritual, ia melakukan perjalanan napak tilas untuk terus membangkitkan rasa patriotisme yang tak boleh pudar ditelan kemajuan zaman saat ini.

 Di tangannya selalu tergenggam erat sebuah kotak kayu tua, kecil dan lusuh. Tak seorang pun tahu apa isinya. Kotak itu tak pernah dibuka, tak pernah dilepaskan, bahkan saat hujan deras mengguyur atau terik matahari membakar kulitnya. Orang orang yang melihat hanya dapat menduga duga apa kegunaan kotak itu dan apa pula isinya.

Konon, siapa pun yang pernah mencoba menyentuh kotak itu, entah karena penasaran atau niat buruk, akan jatuh sakit dalam waktu tiga hari. Beberapa bahkan menghilang tanpa jejak. Warga sekitar hanya menyebutnya: Kotak Kosong. 

Suatu hari, saat itu, dari Masjid At-Tien, orang-orang hendak kembali ke rumah masing-masing setelah salat Jumat. Di tengah keramaian, mereka berpapasan dengan sang veteran. Biasanya, di hari seperti ini, banyak orang yang ingin berbagi rezeki, mensucikan hartanya demi meraih amal jariah dan keberkahan dari Allah SWT—meskipun uang yang mereka sedekahkan mungkin berasal dari hasil haram: korupsi, penipuan, dan lain-lain.

Tampak pula di depan gerbang masjid beberapa pengemis dan pemulung berdiri, menanti belas kasih dari para jamaah yang baru saja selesai beribadah. Sang veteran merasa heran melihat mereka. Baginya, orang-orang itu masih tampak kuat dan sehat, cukup untuk bekerja tanpa harus merendahkan harga diri dengan meminta-minta.

Baca Juga

Kenangan yang terlupakan di cermin

Kehilangan Cinta Secara Karena Egois

Maret 27, 2026
Emak Mananti Lebaran

Emak Mananti Lebaran

Maret 23, 2026

Aku Merindu

Maret 17, 2026

Namun langkah sang veteran terhenti. Pandangannya tertuju pada salah satu dari para pengemis yang duduk bersandar di tembok gerbang masjid. Sosok itu tampak lusuh, janggutnya memutih, matanya sayu, namun ada sesuatu yang tak asing—cara ia duduk, sorot matanya, dan luka kecil di pelipis kirinya yang tak pernah hilang.

Sang veteran menyipitkan mata, mencoba menembus kabut waktu.

“…Gatot?” gumamnya pelan, nyaris tak percaya.

Pengemis itu menoleh perlahan. Matanya melebar. Tangannya bergetar saat mencoba bangkit.

“Jono…? Kopral Jono?” suaranya serak, seperti baru keluar dari dasar sumur kenangan.

Keduanya saling menatap. Sunyi mendadak menggantung di antara kebisingan kendaraan dan kerumunan yang mulai bubar. Dunia terasa sejenak berhenti berputar. Mereka dulu pernah bahu-membahu di parit berlumpur, menahan serangan musuh, berbagi amunisi dan rasa lapar.

Kini, yang satu memeluk kotak misterius penuh masa lalu, dan yang satu memeluk kepedihan hidup yang terlempar dari sejarah.

Sang veteran melangkah mendekat. Bibirnya bergetar. “Kenapa… bisa begini, Tot?”

Gatot menunduk, lalu menjawab pelan, “Karena setelah perang, kita tidak semua menang…”

Kopral Jono duduk di sebelahnya. Ia menatap kotak tua di pangkuannya—kotak yang selama ini ia bawa, ia peluk, ia jaga dari tangan siapa pun. Perlahan, ia buka tutupnya. Beberapa orang yang melihat langsung mendekat, penasaran. Tapi begitu terbuka, yang terlihat hanyalah kehampaan. Kosong. Tak ada bendera. Tak ada medali. Tak ada dokumen.

Hanya udara.

Seseorang bergumam, “Kosong…?”

Jono menoleh pelan, tatapannya tajam. “Ya, kosong. Seperti janji-janji yang dulu kami dengar. Seperti mimpi kami tentang negara yang adil bagi semua. Kotak ini tak pernah diisi—karena memang tak pernah ada yang benar-benar peduli.”

ADVERTISEMENT

Ia berdiri, kotak itu tetap dalam pelukannya.

“Bukan hina karena menadahkan tangan,” ucapnya lantang. “Tapi jauh lebih hina saat mereka yang punya kuasa, terus menjanjikan surga, lalu meninggalkan rakyatnya di neraka.”

Orang-orang terdiam. Lalu perlahan, beberapa dari mereka mulai memandang berbeda—bukan hanya pada para pengemis, tapi juga pada diri mereka sendiri.

Kotak kosong itu bergoyang ringan dalam dekapan sang veteran, seolah berisi suara-suara dari masa lalu yang tak pernah benar-benar diperdulikan.

Jakarta 11 April 2025.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 339x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 301x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 249x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 239x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 192x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare236Tweet148
Ilhamdi Sulaiman

Ilhamdi Sulaiman

Ilhamdi Sulaiman (Boyke Sulaiman) I Lahir 68 tahun lalu di Medan pada tanggal 12 September 1957. Menamatkan pendidikan sarjana Sastra dan Bahasa Indonesia di Universitas Bung Hatta Padang pada tahun 1986. Berkesenian sejak tahun 1976 bersama Bumi Teater Padang pimpinan Wisran Hadi. Pada tahun 1981 mendirikan Grup Teater PROKLAMATOR di Universitas Bung Hatta. Lalu pada tahun 1986, hijrah ke kota Bengkulu dan mendirikan Teater Alam Bengkulu sampai tahun 1999 dengan beberapa naskah diantaranya naskah Umang Umang karya Arifin C. Noer, Ibu Suri karya Wisran Hadi dan tahun 2000 hijrah ke Jakarta mementaskan Naskah Cerpen AA Navis Robohnya Surau Kami Bersama Teater Jenjang Jakarta serta grup grup teater yang ada di Jakarta dan Malaysia sebagai aktor freelance. Selama perjalanan berteater telah memainkan 67 naskah drama karya penulis dalam dan luar negeri, monolog, dan deklamator. Serta mengikuti event lomba baca puisi sampai saat ini dan kegiatan sastra lainnya hingga saat ini.

Baca Juga

0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5
Puisi

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff
# Kebijakan Trump

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542
Artikel

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518
Artikel

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
Next Post

Beasiswa, Jalan Menuju  Pendidikan Yang Lebih Tinggi dan Lebih Baik

HABA Mangat

Majalah POTRET pun Penting dan Perlu Untuk Melihat Wajah Batin dan Spiritualitas Diri Kita

Pemenang Lomba Menulis Februari 2025

Maret 2, 2025

Pemenang Lomba Menulis – Edisi Agustus 2025

September 10, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    886 shares
    Share 354 Tweet 222
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    873 shares
    Share 349 Tweet 218
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    671 shares
    Share 268 Tweet 168
POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com