Oleh: Teuku Wali Yunis
Siswa Kelas XII SMAN 1 PEUSANGAN , Bireun, Aceh
Kita semua tahu bahwa plastik adalah penyumbang sampah terbesar di dunia. Mengapa demikian? Manusia mulai menggunakan plastik sejak tahun 1950-an. Alasannya karena plastik menjadi bahan industri yang murah, kuat, dan awet serta bahan yang digunakan mudah didapatkan untuk produksinya mudah didapatkan.
Plastik memiliki peran penting dalam kehidupan manusia sehari-hari, contohnya seperti alat rumah tangga berupa ember, piring, sendok dan barang-barang lainnya. Serta barang sekali pakai seperti, kantong kresek, botol minuman kemasan, pembungkus makanan, dan lain sebagainya.
Penggunaan plastik dalam kehidupan kita membawa banyak dampak, baik positif, maupun negatif. Tinggal hitung mana lebih banyak, positif atau negatif. Juga pertimbangkan mana lebih berbahaya.
Nah, faktanya aari banyaknya dampak positif yang diberikan plastik, ternyata juga banyak dampak negatif yang dihasilkan seperti pencemaran lingkungan, terutama plastik sekali pakai langsung buang. Hal ini tentu akan berakibat buruk bagi lingkungan, hewan-hewan bahkan manusia.
Sampah plastik tidak mudah terurai seperti sampah-sampah organik yang lain. Sampah plastik merupakan sampah anorganik yang butuh ratusan tahun agar bisa terurai. Salah satu contohnya adalah seperti pencemaran sampah plastik di laut yang menyebabkan beberapa hewan di laut terjebak atau bahkan memakan plastik yang sangat berbahaya bagi mereka dan bisa memicu kepunahan.
Manusia juga akan mengalami bahaya yang sama jika mengonsumsi hewan-hewan laut seperti ikan yang telah terkontaminasi mikroplastik , berpotensi menyebabkan gangguan metabolism, neurotoksisitas dan peningkatan risiko kanker pada manusia.
Selain itu mikroplastik dapat menimbulakn potensi risiko kesehatn seperti : gangguan kekebalan, neurotoksisitas, gangguan reproduksi serta karsinogenik.
Selain lautan, pencemaran sampah plastik juga terdapat pada daratan, yang mana sama-sama berbahaya bagi makhluk hidup yang ada di daratan tersebut. Contohnya seperti pencemaran pada saluran pembuangan air yang dapat menyebabkan banjir serta membawa penyakit-penyakit yang berbahaya bagi manusia.
Selain di daratan yang menjadi tempat tinggal manusia, pencemaran juga bisa terjadi di hutan-hutan tempat tinggal para hewan liar, contoh pencemaran seperti sebuah hutan yang dijadikan tempat pembuangan sampah plastik oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang menyebabkan hewan-hewan kesulitan dalam mencari makanan atau tempat tinggal.
Dari semua dampak buruk yang telah dijelaskan diatas, kita semua harus sadar akan kesehatan lingkungan sekitar kita. Seperti dengan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai serta tidak membuang sampah sembarangan. Sampah-sampah plastik itu tidak akan bersih hanya dengan kata-kata, kita membutuhkan aksi agar bumi terlepas dari ancaman pencemaran lingkungan oleh sampah plastik.
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini










