Senin, April 20, 2026

Kala Makna Kuliah Saja Tak Dimengerti

Membaca Akar Masalah
Kala Makna Kuliah Saja Tak Dimengerti - ksla | Artikel | Potret Online
Ilustrasi: Kala Makna Kuliah Saja Tak Dimengerti

Kala menikmati sajian pagi itu, lantunan lirik lagu Ebiet itu membawa pikiran penulis menerawang jauh ke alam sadar yang menyadarkan penulis pada sebuah kondisi kekinian terhadap realitas sosial para generasi bangsa yang sedang disiapkan untuk mampu menghadapi masa depan. Masa depan yang lebih baik, sejalan dengan perkembangan zaman.

Penulis terkenang akan sebuah percakapan dengan sekitar 30 mahasiswa  di  ruang kuliah  sebuah PTN di negeri ini beberapa tahun lalu. Penulis ketika itu mengasuh mata kuliah entrepreneurship. Bukan sebagai dosen tetap, tetapi sebagai dosen luar biasa yang masuk kategori seorang praktisi, sehingga diberikan peluang mengajar di PTN tersebut. 

Sebenarnya ini bukanlah percakapan pertama, karena penulis sangat sering mengajak mahasiswa diskusi pada hal-hal yang bisa meningkatkan  kesadaran kritis (critical thinking), membangun kapasitas  mereka sebagai mahasiswa, walau saat itu penulis mengasuh mata kuliah English for Banking. Percakapan atau diskusi awal yang muncul ketika menemukan fakta rendahnya minat membaca di kalangan para mahasiswa saat ini. Maka, percakapan atau diskusi ini yang lahir atas keprihatinan terhadap budaya belajar mahasiswa saat ini.

Temuan ini masih perlu dibuktikan dengan berbagai survei atau penelitian mengenai minat membaca, atau mengenai kemampuan literasi, numerasi dan sains dari kalangan mahasiswa di Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta, baik di Aceh maupun di luar Aceh. Ya, kiranya setiap universitas melakukan assesmen terhadap kemampuan literasi, numerasi dan sains para mahasiswa untuk mengetahui tingkat kemampuan para mahasiswa yang selama ini juga banyak berbenturan dalam mengerjakan tugas akhir kuliah, yakni menyusun dan menulis skripsi dan selanjutnya disertasi.

Tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Redaksi tidak selalu sejalan dengan isi tulisan.
Bio Narasi Tabrani Yunis, kelahiran Manggeng, Aceh Barat Daya, Aceh berlatarbelakang profesi seorang guru bahasa Inggris, mulai  aktif menulis di media sejak pada medio Juni 1989. Aktif mengisi ruang atau rubrik opini di sejumlah media lokal dan hingga nasional. Menulis artikel, opini, essay dan puisi pilihan hidup yang  kebutuhan hidup sehari-hari. Telah menulis, lebih 1000 tulisan berupa opini, esası dan puisi yang telah publikasikan di berbagai media.Menerbitkan 2 buku, yang merupakan kumpupan tulisan dalam buku Membumikan Literasi dan buku antologi puisi “ Kulukis Namamu di Awan” Aktif terlibat dalam  membangun gerakan literasi anak negeri sejak tahun 1990 terutama di kalangan perempuan dan anak. Bersama mendirikan LP2SM ( Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Sumber daya Manusia) dan di tahun 1993 mendirikan Center for Community Development and Education (CCDE). Lalu, sebagai Direktur CCDE membidani terbitnya Majalah POTRET (2003) dan majalah Anak Cerdas (2013). Kini aktif mengelola Potretonline.com dan majalahanakcerdas.com, sambil mempraktikkan kemampuan entreneurship di POTRET Gallery, Banda Aceh

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Terbaru

Artikel terbaru untuk dibaca

Populer

Artikel yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist