POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Anak Yatim

Cahaya di Mata Anak Yatim

Gunawan Trihantoro by Gunawan Trihantoro
Maret 14, 2025
in Anak Yatim, Puisi Essay
0
Cahaya di Mata Anak Yatim - 873c3275 f9c4 4783 a757 31d96df2888e | Anak Yatim | Potret Online

Refleksi Spiritual dan Sosial di Bulan Ramadhan (10)

Oleh Gunawan Trihantoro
Sekretaris Komunitas Puisi Esai Jawa Tengah

Baca Juga
  • Cahaya di Mata Anak Yatim - FA2DF4B9 B226 4775 9C52 3D989A308F22 | Anak Yatim | Potret Online
    Aceh
    Bike to work,why not?
    18 Mar 2023
  • Cahaya di Mata Anak Yatim - 2025 07 31 20 50 09 | Anak Yatim | Potret Online
    # Tadarus Puisi
    Esai dan Sajak Alkhair Aljohore@
    31 Jul 2025

Di sudut pasar yang mulai sepi,
seorang anak lelaki duduk menata dagangan.
Tangannya cekatan, wajahnya penuh harap,
menatap ibunya yang tersenyum dalam lelah.

“Ibu, semoga hari ini jualan kita laris,”
ucapnya lirih, tapi penuh keyakinan.
Sang ibu mengelus kepalanya lembut,
mendoakan rezeki yang tak pernah putus.

Baca Juga
  • Cahaya di Mata Anak Yatim - 81808834 12F1 4F19 BB7A 34F3D72B7B55 | Anak Yatim | Potret Online
    Aceh
    1000 Sepeda : Mengayuh Menuju Asa “Kayoh Laju Bek Dile Piyoh”
    18 Mar 2023
  • Cahaya di Mata Anak Yatim - IMG_0515 scaled 1 | Anak Yatim | Potret Online
    Ananda Nayla
    MY FIRST POEMS, FLYING ME TO THE SKY
    17 Okt 2024

Matahari kian redup di ufuk barat,
azan maghrib berkumandang syahdu.
Sang anak menutup lapaknya perlahan,
menghitung receh hasil kerja hari ini.

Mereka pulang dengan langkah ringan,
meski beban hidup tak pernah hilang.
Di rumah kecil yang sunyi itu,
mereka berbuka dengan sepiring harapan.

Baca Juga
  • Cahaya di Mata Anak Yatim - 2025 05 09 13 50 20 | Anak Yatim | Potret Online
    Musibah
    Kalijambe: Elegi Rem yang Menangis
    09 Mei 2025
  • Cahaya di Mata Anak Yatim - 2025 05 03 08 45 52 | Anak Yatim | Potret Online
    Puisi Essay
    Tertambat Tembang Bidadari
    03 Mei 2025

Setelah makan, sang anak bergegas,
mengenakan baju koko kesayangannya.
“Ibu, aku ke masjid dulu,”
katanya, sembari mencium tangan ibunya.

Di masjid, ia bertemu teman-teman sebaya,
tertawa kecil sebelum tarawih dimulai.
Namun, di antara canda yang menghangatkan,
ada sepasang mata yang menyimpan cerita.

Mata seorang anak yatim yang rindu,
rindu sosok ayah yang kini tiada.
Tapi ia tak boleh larut dalam kesedihan,
karena Ramadhan adalah bulan pengharapan.

Usai tarawih, ia membuka mushaf,
lantunan ayat suci mengalun lembut.
Dari bibirnya yang masih belia,
mengalir doa untuk ayah di surga.

“Ya Allah, jaga ibu seperti Ayah menjaganya dulu,”
bisiknya dalam doa yang khusyuk.
Lalu ia tersenyum, meski air mata jatuh,
karena ia tahu, Allah selalu mendengar.


Rumah Kayu Cepu, 10 Maret 2025.

Previous Post

Bukan Dipinta

Next Post

BENGKEL OPINI RAKyat

Next Post
Cahaya di Mata Anak Yatim - bk | Anak Yatim | Potret Online

BENGKEL OPINI RAKyat

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah