POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Anak Yatim

Cahaya di Mata Anak Yatim

Gunawan Trihantoro by Gunawan Trihantoro
Maret 14, 2025
in Anak Yatim, Puisi Essay
0
Cahaya di Mata Anak Yatim - 873c3275 f9c4 4783 a757 31d96df2888e | Anak Yatim | Potret Online

Refleksi Spiritual dan Sosial di Bulan Ramadhan (10)

Oleh Gunawan Trihantoro
Sekretaris Komunitas Puisi Esai Jawa Tengah

Cahaya di Mata Anak Yatim - b0519428 f980 46ab 93ad fabfedf829fe | Anak Yatim | Potret Online
Baca Juga
Puisi Essay
Ar-Razi: Lentera di Tengah Gelombang
27 Mar 2025

Di sudut pasar yang mulai sepi,
seorang anak lelaki duduk menata dagangan.
Tangannya cekatan, wajahnya penuh harap,
menatap ibunya yang tersenyum dalam lelah.

“Ibu, semoga hari ini jualan kita laris,”
ucapnya lirih, tapi penuh keyakinan.
Sang ibu mengelus kepalanya lembut,
mendoakan rezeki yang tak pernah putus.

Cahaya di Mata Anak Yatim - 0a2ec94e 7d73 4f09 9f74 012025314d8d | Anak Yatim | Potret Online
Baca Juga
Puisi Essay
Ketika Sepucuk Surat Luka Terdampar di Pantai Pasir Putih‎
29 Jul 2025

Matahari kian redup di ufuk barat,
azan maghrib berkumandang syahdu.
Sang anak menutup lapaknya perlahan,
menghitung receh hasil kerja hari ini.

Mereka pulang dengan langkah ringan,
meski beban hidup tak pernah hilang.
Di rumah kecil yang sunyi itu,
mereka berbuka dengan sepiring harapan.

Cahaya di Mata Anak Yatim - e0136ac9 9577 4b11 bb4c 19b870293d2f | Anak Yatim | Potret Online
Baca Juga
POTRET Budaya
Puasa, Lapar, dan Makna Sabar
03 Mar 2025

Setelah makan, sang anak bergegas,
mengenakan baju koko kesayangannya.
“Ibu, aku ke masjid dulu,”
katanya, sembari mencium tangan ibunya.

Di masjid, ia bertemu teman-teman sebaya,
tertawa kecil sebelum tarawih dimulai.
Namun, di antara canda yang menghangatkan,
ada sepasang mata yang menyimpan cerita.

Mata seorang anak yatim yang rindu,
rindu sosok ayah yang kini tiada.
Tapi ia tak boleh larut dalam kesedihan,
karena Ramadhan adalah bulan pengharapan.

Usai tarawih, ia membuka mushaf,
lantunan ayat suci mengalun lembut.
Dari bibirnya yang masih belia,
mengalir doa untuk ayah di surga.

“Ya Allah, jaga ibu seperti Ayah menjaganya dulu,”
bisiknya dalam doa yang khusyuk.
Lalu ia tersenyum, meski air mata jatuh,
karena ia tahu, Allah selalu mendengar.


Rumah Kayu Cepu, 10 Maret 2025.

Next Post
Cahaya di Mata Anak Yatim - bk | Anak Yatim | Potret Online

BENGKEL OPINI RAKyat

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah