POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Puisi Essay

Kekuatan Rakyat Menenggelamkan Gaya Hidup Pejabat

Ririe Aiko by Ririe Aiko
September 14, 2025
in Puisi Essay
0
Kekuatan Rakyat Menenggelamkan Gaya Hidup Pejabat - 1000908378_11zon | Puisi Essay | Potret Online

*Kekuatan Rakyat Menenggelamkan Gaya Hidup Pejabat*

Oleh : Ririe Aiko 

_(Pada 10 September 2025, Kathmandu, ibu kota Nepal, diguncang kerusuhan. Seorang menteri keuangan digiring massa, ditelanjangi, lalu diceburkan ke sungai yang membelah kota. Adegan itu terekam kamera ponsel dan viral ke seluruh dunia. Simbol negara runtuh dalam hitungan menit.¹)_

Kekuatan Rakyat Menenggelamkan Gaya Hidup Pejabat - 94e8d667 4801 4d8a 83e0 289ce48469cf | Puisi Essay | Potret Online
Baca Juga
Puisi Essay
Selembar Mukena di Ujung Malam
08 Mar 2025

—000—

Di tepi sungai yang keruh,

Kekuatan Rakyat Menenggelamkan Gaya Hidup Pejabat - 1000463992_11zon | Puisi Essay | Potret Online
Baca Juga
Puisi Essay
Merayakan Hari Buruh Dengan PHK Massal
01 Mei 2025

rakyat menjelma hakim jalanan.

Teriakan memecah udara,

Kekuatan Rakyat Menenggelamkan Gaya Hidup Pejabat - 2025 05 15 09 56 48 | Puisi Essay | Potret Online
Baca Juga
Puisi Cinta
Do’a yang Tak Pernah Selesai
15 Mei 2025

kamera ponsel gemetar merekam—

tubuh pejabat hanyut,

martabat bangsa ikut tenggelam.

Bukan sekadar seorang lelaki

yang dipermalukan di hadapan rakyat,

melainkan simbol kepercayaan

yang lama terkikis janji kosong.

Amarah itu tak lahir seketika,

ia tumbuh dari beras yang mahal,

minyak yang langka,

dan anak muda yang kehilangan pekerjaan.²

—000—

Generasi digital marah,

melihat anak pejabat berfoya-foya,

pamer mobil sport dan jam tangan mewah,

sementara rakyat antre demi sekarung beras.³

Ketimpangan pun menjelma bara.

Namun api benar-benar menyala

saat pintu dunia maya dikunci.

Facebook dibungkam,

YouTube disumbat,

X ditutup rapat.

Suara yang biasa hidup di layar

dipaksa mati.

Tubuh pun akhirnya menjadi teks terakhir,

jalan raya menjelma panggung,

dan sungai,

menjadi tirai terakhir

bagi pertunjukan politik yang telanjang.

—000—

Indonesia, tidakkah kita belajar?

Nepal hanyalah cermin

yang retaknya bisa memantul ke sini.

Bayangkan,

jika suatu hari di Jakarta,

seorang menteri ditarik paksa,

dilempar ke Kali Ciliwung,

direkam ratusan kamera,

disiarkan ke seluruh dunia.

Itu bukan sekadar tragedi,

melainkan aib bangsa.

—000—

Kita masih punya modal kepercayaan:

pers yang hidup,

organisasi sipil yang bergerak,

dan hukum yang kadang

masih berpihak pada rakyat.

Namun benih-benih amarah itu ada.

Dari ketidakadilan ekonomi,

dari pamer kuasa anak pejabat,

dari suara publik yang kadang dibungkam.

Jika dibiarkan tumbuh liar,

kita pun bisa terbakar.

Oleh amarah yang terlalu menumpuk

Tak bisa terbendung lagi.

Biarkan sungai-sungai kita

tetap menjadi tempat anak-anak bermain,

bukan tempat martabat pejabat ditenggelamkan.

Biarkan rakyat percaya

bahwa keadilan masih bisa lahir

tanpa harus menelanjangi negeri sendiri.

—000—

CATATAN:

(1)“https://www.kompasiana.com/dosom/68c15e0f34777c1e4d7ce972/belajar-dari-kekuatan-rakyat-yang-menumbangkan-gaya-hidup-pejabat-nepal

(2https://www.worldbank.org/en/news/opinion/2025/08/20/investing-in-people-nepal-s-best-bet-for-better-jobs-and-economic-growth

(3https://kathmandupost.com/national/2025/09/06/nepo-kid-trend-sparks-anti-corruption-campaign-in-nepal

Ikuti Kami
Channel WhatsApp Potret Online
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp kamu
Ikuti Sekarang
Next Post

🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah