• Latest
Kekuatan Rakyat Menenggelamkan Gaya Hidup Pejabat - 1000908378_11zon | Puisi Essay | Potret Online

Kekuatan Rakyat Menenggelamkan Gaya Hidup Pejabat

September 13, 2025
de17d6a0-a45b-4472-ab39-12da2eea3a53

Perundingan Damai Gagal, Siap-siap Iran vs Amerika Perang Lagi

April 12, 2026
ilustrasi stereotip budaya komunikasi Aceh

Benarkah Orang Aceh Kasar? Tinjauan Psikologi dan Budaya

April 12, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Antara Efek Jera dan Keadilan

April 12, 2026
Illegal mining and corruption in Indonesia

Tambang Ilegal dan Absennya Negara

April 12, 2026
IMG_0749

Bergerak Tanpa Arah: Ekonomi Rakyat dan Erosi Kepercayaan Publik

April 12, 2026
9e4c2e7e-0172-4eb6-a039-cfee9d749784

Selangkangan Borjuis dan Sungai yang Menangis 

April 12, 2026
aae23064-88ca-4d48-aaf0-7f0b0aa2bad5

Falsafah Telur: Retakan yang Melahirkan Kebersamaan 

April 12, 2026
5658d3ad-97c7-42ab-aa0c-4f1a14278f9d

Tiga Hari untuk Tambang Ilegal : Ketika Warga Menggantikan Negara

April 12, 2026
  • #22859 (tanpa judul)
  • Al-Qur’an
  • Disclaimer
  • Home
  • Kirim Naskah
  • Penulis
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • ToS
Minggu, April 12, 2026
  • Login
  • Register
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
Kekuatan Rakyat Menenggelamkan Gaya Hidup Pejabat - 1000908378_11zon | Puisi Essay | Potret Online

Kekuatan Rakyat Menenggelamkan Gaya Hidup Pejabat

Ririe Aiko by Ririe Aiko
September 13, 2025
in Puisi Essay
Reading Time: 4 mins read
0
585
SHARES
3.2k
VIEWS

*Kekuatan Rakyat Menenggelamkan Gaya Hidup Pejabat*

Oleh : Ririe Aiko 

_(Pada 10 September 2025, Kathmandu, ibu kota Nepal, diguncang kerusuhan. Seorang menteri keuangan digiring massa, ditelanjangi, lalu diceburkan ke sungai yang membelah kota. Adegan itu terekam kamera ponsel dan viral ke seluruh dunia. Simbol negara runtuh dalam hitungan menit.¹)_

Baca Juga:
  • Kepiting Dalam Baskom
  • Di Antara Takbir dan Keranda
  • Siapa yang Tega Membunuh 180 Anak-Anak Sekolah

—000—

Di tepi sungai yang keruh,

rakyat menjelma hakim jalanan.

Teriakan memecah udara,

kamera ponsel gemetar merekam—

tubuh pejabat hanyut,

martabat bangsa ikut tenggelam.

Bukan sekadar seorang lelaki

yang dipermalukan di hadapan rakyat,

melainkan simbol kepercayaan

yang lama terkikis janji kosong.

Amarah itu tak lahir seketika,

ia tumbuh dari beras yang mahal,

minyak yang langka,

dan anak muda yang kehilangan pekerjaan.²

—000—

Generasi digital marah,

melihat anak pejabat berfoya-foya,

pamer mobil sport dan jam tangan mewah,

sementara rakyat antre demi sekarung beras.³

Ketimpangan pun menjelma bara.

Namun api benar-benar menyala

saat pintu dunia maya dikunci.

Facebook dibungkam,

YouTube disumbat,

X ditutup rapat.

Suara yang biasa hidup di layar

dipaksa mati.

Tubuh pun akhirnya menjadi teks terakhir,

jalan raya menjelma panggung,

dan sungai,

menjadi tirai terakhir

bagi pertunjukan politik yang telanjang.

—000—

Indonesia, tidakkah kita belajar?

Nepal hanyalah cermin

yang retaknya bisa memantul ke sini.

Bayangkan,

jika suatu hari di Jakarta,

seorang menteri ditarik paksa,

dilempar ke Kali Ciliwung,

direkam ratusan kamera,

disiarkan ke seluruh dunia.

Itu bukan sekadar tragedi,

melainkan aib bangsa.

—000—

Kita masih punya modal kepercayaan:

pers yang hidup,

organisasi sipil yang bergerak,

dan hukum yang kadang

masih berpihak pada rakyat.

Namun benih-benih amarah itu ada.

Baca Juga

a0874485-5883-4836-9faa-17bcddc8a681

Kepiting Dalam Baskom

Maret 29, 2026
Kekuatan Rakyat Menenggelamkan Gaya Hidup Pejabat - 8f8c9d08 898d 4718 b745 08d640c03203 | Puisi Essay | Potret Online

Di Antara Takbir dan Keranda

Maret 23, 2026
Kekuatan Rakyat Menenggelamkan Gaya Hidup Pejabat - 63b4d1d1 d0e6 4ea7 9676 925e97dc1219 | Puisi Essay | Potret Online

Siapa yang Tega Membunuh 180 Anak-Anak Sekolah

Maret 14, 2026

Dari ketidakadilan ekonomi,

dari pamer kuasa anak pejabat,

dari suara publik yang kadang dibungkam.

Jika dibiarkan tumbuh liar,

kita pun bisa terbakar.

Oleh amarah yang terlalu menumpuk

Tak bisa terbendung lagi.

Biarkan sungai-sungai kita

tetap menjadi tempat anak-anak bermain,

bukan tempat martabat pejabat ditenggelamkan.

Biarkan rakyat percaya

bahwa keadilan masih bisa lahir

tanpa harus menelanjangi negeri sendiri.

—000—

CATATAN:

(1)“https://www.kompasiana.com/dosom/68c15e0f34777c1e4d7ce972/belajar-dari-kekuatan-rakyat-yang-menumbangkan-gaya-hidup-pejabat-nepal

(2https://www.worldbank.org/en/news/opinion/2025/08/20/investing-in-people-nepal-s-best-bet-for-better-jobs-and-economic-growth

(3https://kathmandupost.com/national/2025/09/06/nepo-kid-trend-sparks-anti-corruption-campaign-in-nepal

Ririe Aiko

Ririe Aiko

Ririe Aiko adalah seorang penulis dan pegiat literasi asal Bandung yang dikenal karena konsistensinya dalam menyuarakan isu-isu kemanusiaan melalui karya sastra, khususnya puisi esai. Sejak remaja, ia telah menjadikan dunia menulis sebagai rumahnya. Ia mulai dikenal pada 2006 lewat karya pertamanya Senorita yang memenangkan Lomba Penulisan Naskah TV di Tabloid Gaul dan kemudian diadaptasi menjadi FTV oleh salah satu stasiun televisi nasional. Perjalanan kepenulisan Ririe berakar dari genre horor dan roman, dua dunia yang memberinya ruang untuk menggali sisi gelap dan getir kehidupan. Cerpen-cerpen horornya bahkan sering menjadi trending dan memenangkan penghargaan di berbagai platform, termasuk Arum Kencana yang menjuarai lomba cerpen Elex Novel. Namun di tengah jejak panjang fiksi populernya, Ririe justru menemukan makna baru dalam genre puisi esai—sebuah ruang tempat ia bisa bersuara lebih lantang tentang luka sosial, ketidakadilan, dan harapan yang tertindas. Pada 2024, Ririe menerbitkan buku antologi pertamanya yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama berjudul KKN, sebuah karya kolaboratif yang mempertemukannya dengan pembaca lebih luas. Setahun kemudian, ia menerbitkan buku puisi esai mini bertajuk Sajak dalam Koin Kehidupan (2025), sebagai tonggak awal perjalanannya menapaki genre puisi esai secara lebih mendalam. Tak berhenti di sana, ia menantang dirinya untuk menulis puisi esai setiap hari selama 30 hari di bulan Ramadhan—yang kini tengah dirangkai menjadi buku puisi esai mini bertajuk Airmata Ibu Pertiwi. Ririe juga merupakan Founder Gerakan Literasi Bandung, sebuah inisiatif yang bertujuan menumbuhkan kembali kecintaan anak-anak terhadap buku di era digital. Melalui program berbagi buku, kelas kreatif, dan kegiatan literasi berbasis komunitas, ia membangun jembatan antara dunia literasi dan tantangan teknologi masa kini. Selain menulis, Ririe aktif sebagai kreator video berbasis Artificial Intelligence, menjelajah cara-cara baru dalam menyampaikan pesan melalui medium visual. Baginya, menulis bukan sekadar merangkai kata, melainkan menyalakan cahaya kecil di tengah gelapnya kenyataan—cara untuk berdamai, berjuang, dan tetap bertahan di dunia yang sering kali bisu terhadap suara-suara kecil.

Related Posts

de17d6a0-a45b-4472-ab39-12da2eea3a53
#Amerika

Perundingan Damai Gagal, Siap-siap Iran vs Amerika Perang Lagi

April 12, 2026
ilustrasi stereotip budaya komunikasi Aceh
Psikologi Sosial

Benarkah Orang Aceh Kasar? Tinjauan Psikologi dan Budaya

April 12, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff
Artikel

Antara Efek Jera dan Keadilan

April 12, 2026
Illegal mining and corruption in Indonesia
Opini

Tambang Ilegal dan Absennya Negara

April 12, 2026
Next Post

🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com