POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Puisi Essay

Tertambat Tembang Bidadari

Redaksi by Redaksi
Mei 3, 2025
in Puisi Essay
0
Tertambat Tembang Bidadari - 2025 05 03 08 45 52 | Puisi Essay | Potret Online

Oleh Luhur Susilo
(Guru SMPN 1 Sambong dan Anggota Satupena Blora)

Dari rerimbun alas jati,
tembangmu mengalun lirih.

Menerobos sela-sela angin sore,
menyentuh pundakku yang letih
memanggul sebongkah rindu dan kayu-kayu tua.

Tertambat Tembang Bidadari - c24ca38d 6e95 49ba bb6a 062831573db5 | Puisi Essay | Potret Online
Baca Juga
Puisi Essay
Dari Limbah Menjadi Cinta
09 Feb 2025

“Pulanglah, Kakanda,” bisikmu sehalus desir ilalang
“telah kusulamkan tembang klangenan,
menyeka peluh dari pundak hitammu
yang menjeritkan cita-cita di antara rimbun harap.”

Masih kupanggul damba,
masih kulipat rindu dalam nafas dan tawa bayangmu.

a0874485-5883-4836-9faa-17bcddc8a681
Baca Juga
Puisi
Kepiting Dalam Baskom
29 Mar 2026

Masih kudayung onta tua di jalan setapak sunyi,
berbekal mimpi tentang surga
yang kau janjikan dalam dekapan.

“Bersenandunglah,” lirihmu lagi,
“senandungkan tembang puja
yang meredakan cemas di malam pekat,
yang kau rajut di langit-langit kelam ranjang sepi.”

Tertambat Tembang Bidadari - b5b063ec 3b6d 49b8 a0eb 2787d50bab87 | Puisi Essay | Potret Online
Baca Juga
Blora
Duta Puisi Esai Nasional dari Jawa Tengah Sosialisasikan Puisi Esai di Blora, Jawa Tengah
14 Jan 2025

Peluh ini menetes bagai embun luka,
menjadi kidung di tenggorokan kering.

Meluruh dari bibir pecahku
menjadi syair yang kau nanti,
syair yang lahir dari duka dan cinta.

“Menarilah,” ajakmu
“Ikutlah dalam alun tembang

Wahai satria,
yang membentang janji setia
di altar purba kasih kita.”

Kaki-kaki legamku masih menahan beban harap,
di antara tangan yang mengistirahatkan tubuh letih
berbalut mimpi-mimpi bertabur dupa.

Jari-jemariku akan melentikkan tarian suci,
mengantar jiwa ini menuju ranjang surgamu.

“Bidadariku, kekasihku,
telah sampailah aku di panggung penantian,
yang kau hias dengan kembang-kembang kenanga kesucian.

Inilah tubuh yang kaudamba,
basuhlah dengan lirih air mata kasihmu,
harumkan dengan tembang surga.

Bentangkan kelambu suci
dan baringkan aku dalam haribaanmu.

Biarkan gemulai tarimu
membawaku terbang ke taman abadi —
ke pelukanmu yang lestari.”

Rumah Tua, 2 Mei 2025

Ikuti Kami
Channel WhatsApp Potret Online
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp kamu
Ikuti Sekarang
Next Post
Tertambat Tembang Bidadari - 2025 05 03 12 26 28 | Puisi Essay | Potret Online

Jendela Istana Hamatisa

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah