• Latest
Dunia Semakin Berisik, Semakin Sedikit Yang Terusik - 2025 06 05 11 02 09 | Puisi Essay | Potret Online

Dunia Semakin Berisik, Semakin Sedikit Yang Terusik

Juni 5, 2025
93f22f86-ef8e-40bd-be7a-654413740c48

Pasar, Telur, dan Sebuah Catatan Kebudayaan dari Pundensari

April 20, 2026
7bf2ddcd-f2b6-4ca2-97c0-0cc808683181

Sigupai Mambaco Gelar “Mahota Buku” April di Abdya, Diskusikan Peran Perempuan hingga Kritik Sosial

April 20, 2026
Dunia Semakin Berisik, Semakin Sedikit Yang Terusik - IMG_9514 | Puisi Essay | Potret Online

Aceh Tak Butuh Senjata untuk Merdeka

April 20, 2026
48d7d57b-a685-47a6-bf7f-8bf53ffac0d0

Membaca Konsep Dinas Pendidikan Provinsi Aceh Membangun Budaya Literasi  di Aceh

April 19, 2026
332cedb5-e6db-41bf-947d-3c3b781b4b41

Benteng Tauhid dan Sauh Keselamatan: Menjangkar Makrifat di Dermaga Eskatologi.

April 19, 2026
file_00000000e608720b92fed92bd3c55b54

Bahaya Rekayasa Narasi Sesat yang Menimbulkan Permusuhan

April 19, 2026
file_000000007ff0720bbf683bd905ac60ed

Surat Untuk Anak Muda (2)

April 19, 2026
54306927-8436-4237-801f-5fda46d9c8c8

Dari Aceh ke Panggung Dunia: Muslim Amin, Ilmuwan Global Alumni USK

April 19, 2026
Senin, April 20, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Dunia Semakin Berisik, Semakin Sedikit Yang Terusik

Ririe Aiko by Ririe Aiko
Juni 5, 2025
in Puisi Essay
Reading Time: 2 mins read
0
Dunia Semakin Berisik, Semakin Sedikit Yang Terusik - 2025 06 05 11 02 09 | Puisi Essay | Potret Online
585
SHARES
3.2k
VIEWS

Oleh : Ririe Aiko

Di dalam rumah sempit
berdinding lembab berjamur,
seorang bayi menangis lirih—
perut mungilnya tak mengerti
mengapa air susu ibu
mengering sebelum waktunya.
Berisik!

Di simpang jalan berdebu,
seorang anak tak memakai seragam.
Ia membawa sekotak donat di tangan,
Berat, tapi tetap ia jajakan.
Beban yang dipikul sebelum usia layak menanggung.
Ia melangkah, ia berteriak.
Berisik!

Seorang kakek
di usia yang mestinya bersandar di kursi rotan,
menyesap teh di beranda,
masih mengayuh becak renta
dengan tulang yang gemetar namun tak menyerah.
Suaranya serak, tapi masih terdengar.
Berisik!

Seorang nenek
yang seharusnya berselimut tawa cucu,
malah terlelap di emperan—
Berselimut dinginnya malam dan hujan
memeluk perut keroncongan,
yang sudah dua hari tidak makan.
Berisik!

Seorang ayah,
bergelar tinggi,
didepak oleh sistem yang keji.
Pendidikan tinggi, kini hanya bisa menggigit jari,
di ruang sunyi yang menggelegak oleh diam.
Berisik!

Satu keluarga meringkuk
dalam rumah 8×6 meter,
di tepi sungai yang saban musim meluap.
Banjir datang tak lagi mengejutkan,
karena mereka telah terbiasa
menenggelamkan panik dalam teriakan.
Berisik!

Ratusan, ribuan, bahkan jutaan suara
menggema dari tanah bumi yang sama—
menunggu empati menjelma aksi.
Namun yang datang hanya sedikit.

Para elite lebih suka mencoba kaviar
daripada berbagi pada perut lapar.
Lebih suka terus menumpuk harta,
daripada membaginya,

Jutaan, triliunan
bahkan kuadranliun uang hanya
bersarang di satu kantong,
Mereka tumpuk dalam lemari,
Mungkin untuk membeli surga saat mati!

Sementara di sisi lain,
ratusan, jutaan, hingga kuadranliun manusia
Terluka—
di bawah derita yang sama,
atas nama kemiskinan.

Inilah Dunia yang semakin berisik,
Semakin sedikit yang terusik

Share234SendTweet146Share
Ririe Aiko

Ririe Aiko

Ririe Aiko adalah seorang penulis dan pegiat literasi asal Bandung yang dikenal karena konsistensinya dalam menyuarakan isu-isu kemanusiaan melalui karya sastra, khususnya puisi esai. Sejak remaja, ia telah menjadikan dunia menulis sebagai rumahnya. Ia mulai dikenal pada 2006 lewat karya pertamanya Senorita yang memenangkan Lomba Penulisan Naskah TV di Tabloid Gaul dan kemudian diadaptasi menjadi FTV oleh salah satu stasiun televisi nasional. Perjalanan kepenulisan Ririe berakar dari genre horor dan roman, dua dunia yang memberinya ruang untuk menggali sisi gelap dan getir kehidupan. Cerpen-cerpen horornya bahkan sering menjadi trending dan memenangkan penghargaan di berbagai platform, termasuk Arum Kencana yang menjuarai lomba cerpen Elex Novel. Namun di tengah jejak panjang fiksi populernya, Ririe justru menemukan makna baru dalam genre puisi esai—sebuah ruang tempat ia bisa bersuara lebih lantang tentang luka sosial, ketidakadilan, dan harapan yang tertindas. Pada 2024, Ririe menerbitkan buku antologi pertamanya yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama berjudul KKN, sebuah karya kolaboratif yang mempertemukannya dengan pembaca lebih luas. Setahun kemudian, ia menerbitkan buku puisi esai mini bertajuk Sajak dalam Koin Kehidupan (2025), sebagai tonggak awal perjalanannya menapaki genre puisi esai secara lebih mendalam. Tak berhenti di sana, ia menantang dirinya untuk menulis puisi esai setiap hari selama 30 hari di bulan Ramadhan—yang kini tengah dirangkai menjadi buku puisi esai mini bertajuk Airmata Ibu Pertiwi. Ririe juga merupakan Founder Gerakan Literasi Bandung, sebuah inisiatif yang bertujuan menumbuhkan kembali kecintaan anak-anak terhadap buku di era digital. Melalui program berbagi buku, kelas kreatif, dan kegiatan literasi berbasis komunitas, ia membangun jembatan antara dunia literasi dan tantangan teknologi masa kini. Selain menulis, Ririe aktif sebagai kreator video berbasis Artificial Intelligence, menjelajah cara-cara baru dalam menyampaikan pesan melalui medium visual. Baginya, menulis bukan sekadar merangkai kata, melainkan menyalakan cahaya kecil di tengah gelapnya kenyataan—cara untuk berdamai, berjuang, dan tetap bertahan di dunia yang sering kali bisu terhadap suara-suara kecil.

Next Post
Dunia Semakin Berisik, Semakin Sedikit Yang Terusik - Image d86dab4ef85196b443602d1d5f9a480a | Puisi Essay | Potret Online

Mungkinkah Aceh Menerapkan Sistem Nomokrasi?

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com