POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Musibah

Kalijambe: Elegi Rem yang Menangis

Gunawan Trihantoro by Gunawan Trihantoro
Mei 9, 2025
in Musibah, Puisi Essay
0
Kalijambe: Elegi Rem yang Menangis - 2025 05 09 13 50 20 | Musibah | Potret Online

Oleh Gunawan Trihantoro
Ketua Satupena Kabupaten Blora dan Sekretaris Komunitas Puisi Esai Jawa Tengah

Sebanyak 11 orang tewas usai truk menabrak angkot di Purworejo, Jawa Tengah. Para korban tewas merupakan rombongan guru SD asal Mendut, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, yang hendak takziah. [1}


Mereka berangkat dengan tas berisi doa, bukan kapur.
Tiga mobil mengangkut guru-guru dari SD ITQ As Syafi’iyah, penjaga huruf-huruf Alif hingga Ya.

Baca Juga
  • Kalijambe: Elegi Rem yang Menangis - 1000908378_11zon | Musibah | Potret Online
    Puisi Essay
    Kekuatan Rakyat Menenggelamkan Gaya Hidup Pejabat
    13 Sep 2025
  • Kalijambe: Elegi Rem yang Menangis - 3d53bdd7 ac96 4fed 9e5d b1fe4c856e2f | Musibah | Potret Online
    puasa
    Pedal-Pedal Doa di Jalanan Kota
    11 Mar 2025

Di kursi belakang, Siti Nur Rodiyah masih memegang kertas daftar nama murid yang akan diuji esok.
“Kita hanya sebentar,” bisik Aulia Anggi, menyelipkan sebungkus kue untuk keluarga yang berduka.

Angkot itu bergerak pelan, seperti anak didik mereka yang baru belajar mengeja.
Tapi jalanan Purworejo-Magelang adalah guru yang kejam:
di Desa Kalijambe, di tikungan yang membisu, truk bermuatan pasir B 9970 BYZ datang membawa hukum gravitasi.

Baca Juga
  • Kalijambe: Elegi Rem yang Menangis - 1834d257 bc1e 4af1 86d2 12165e950029 | Musibah | Potret Online
    Palestina
    Gaza yang Tak Pernah Padam
    09 Jan 2025
  • Kalijambe: Elegi Rem yang Menangis - 94b60796 d087 433d 9cd5 92637384fc71 | Musibah | Potret Online
    POTRET Budaya
    Jejak Perempuan di Palagan Nusantara (1)
    23 Jan 2025

Remnya menangis, tapi tak ada yang mendengar.
“Kenapa kita berhenti?”
“Itu bukan lampu merah, Bu Guru. Itu langit yang runtuh.”

-000-

Baca Juga
  • Kalijambe: Elegi Rem yang Menangis - IMG 20250302 WA0006 | Musibah | Potret Online
    Puisi Essay
    Sahur di Ujung Doa
    02 Mar 2025
  • Kalijambe: Elegi Rem yang Menangis - cfe1c6e7 1edf 4712 9e7b effa31ab8ffa | Musibah | Potret Online
    Aceh
    Aceh Kembali Menangis: Pengkhianatan Ekologis di Tanah Rencong
    30 Des 2025

Di RSUD Tjokronegoro, lima perempuan dan satu lelaki berbaring dengan rapor terakhir:
nilai kesabaran sempurna, keikhlasan tanpa catatan.

Dokter Sastro Supadi membisikkan laporan ke langit-langit kamar mayat:
“Enam jiwa. Lima perempuan. Satu lelaki. Semua dari angkot yang ringsek”.

Di seberang kota, RSUD Tjitrowardoyo menerima lima tubuh lagi.
Seorang perempuan pemilik rumah, yang dindingnya kini jadi saksi bisu, masih menggenggam sapu di ruang gawat darurat.

Sapunya tak bisa membersihkan noda besi yang melekat di dinding.
Di antara mereka ada Melani Septiani Putri, yang pagi tadi masih mengajar doa Asmaul Husna. Kini, 99 nama-Nya terpatri luka di dahinya.

-000-

Pendopo SD ITQ As Syafi’iyah menjadi ruang ujian tanpa kunci jawaban.
Bhineke Giandika, seorang wali murid, memandang jam dinding yang berhenti di pukul 11:00.

“Mobil ketiga pasti terlambat,” gumamnya, tapi telepon genggam hanya mengulang nada sibuk.
Di sudut lain, seorang anak menggambar tiga mobil di buku tulis.

Dua di antaranya ia coret dengan pensil merah.
“Yang ini pulangnya lewat jalan lain, kan Bu?”
Guru-guru yang tersisa memandang papan tulis kosong.

Di sana tertulis kalimat terakhir sebelum berangkat:
“Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan jalannya ke surga.”

Tapi hari ini, jalanan menjawab dengan bahasa berbeda.

-000-

“Aku hanya ingin berhenti,” rintih truk bermuatan pasir itu pada aspal yang meleleh.
“Tapi remku adalah puisi yang terpotong.”

Pengemudinya, yang kini jadi tawanan kursi roda, berbisik pada penyidik:
“Di tanjakan itu, pedalku menjadi sajak yang patah”.

Di TKP, polisi mengukur jejak yang bukan jejak. Tak ada garis hitam pengereman, hanya serpihan kaca yang berkilau seperti bintang jatuh.

“Ini bukan kecelakaan,” kata seorang akademisi di berita televisi, “ini pertemuan antara angin yang lupa pada sayapnya”.

-000-

Mereka dikuburkan dengan tiga baris data:
Siti Nur Rodiyah, Guru kelas 3, ahli membuat anak-anak tertawa saat menghafal
Edi Sunaryo, Sopir angkot yang selalu mengingatkan murid pakai helm
Naely Nur Sa’diyah, Wanita yang rajin menyisihkan gaji untuk perpustakaan
… sampai 11 bait yang terpotong.

Di nisan mereka, keluarga menulis:
“Di sini terbaring seorang guru yang mengajar hingga detik terakhir, bahkan kematian pun harus antri mengambil ilmunya.”

-000-

Kini, di tikungan Kalijambe, warga memasang plang dari kayu bekas truk:
“Hati-hati, di sini, 11 guru mengajar kita tentang arti kepergian.”

Setiap malam, suara rem blong masih terdengar, bukan dari truk, tapi dari langit yang menangis untuk rombongan takziah yang tak sampai tujuan.


Rumah Kayu Cepu, 9 Mei 2025

CATATAN:
[1] Puisi esai ini ditulis dari kejadian 11 Korban Tewas di Purworejo Rombongan Guru SD yang Hendak Takziah sebagaimana yang diberitakan di https://news.detik.com/berita/d-7903870/11-korban-tewas-di-purworejo-rombongan-guru-sd-yang-hendak-takziah

• Kecelakaan melibatkan truk B 9970 BYZ dengan rem blong menabrak angkot berisi guru SD ITQ As Syafi’iyah.
• 11 korban tewas termasuk 6 orang di RSUD Tjokronegoro dan 5 di RSUD Tjitrowardoyo .
• Korban merupakan rombongan takziah ke KH Barzakki di Purworejo.
• Nama-nama korban termasuk Melani Septiani Putri dan Siti Nur Rodiyah.

Dan, puisi esai ini adalah monumen untuk 11 guru yang perjalanannya terpotong di tikungan Sejarah, di mana rem yang menangis harusnya jadi pelajaran, bukan epitaf.

Previous Post

KPK: Komedi Pemberantasan Kelas Teri

Next Post

Haji dan Dua Kota Suci: Miniatur Perjalanan Kehidupan

Next Post
Kalijambe: Elegi Rem yang Menangis - 3520c459 a7d6 4820 bcc2 768804aa67ef | Musibah | Potret Online

Haji dan Dua Kota Suci: Miniatur Perjalanan Kehidupan

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah