• Latest
Lelaki Yang Lahir Dari Darah Perempuan - 7cff1bac 8d15 4a90 bf36 7d06f5cacd91 | POTRET Budaya | Potret Online

Lelaki Yang Lahir Dari Darah Perempuan

Januari 22, 2025
93f22f86-ef8e-40bd-be7a-654413740c48

Pasar, Telur, dan Sebuah Catatan Kebudayaan dari Pundensari

April 20, 2026
7bf2ddcd-f2b6-4ca2-97c0-0cc808683181

Sigupai Mambaco Gelar “Mahota Buku” April di Abdya, Diskusikan Peran Perempuan hingga Kritik Sosial

April 20, 2026
Lelaki Yang Lahir Dari Darah Perempuan - IMG_9514 | POTRET Budaya | Potret Online

Aceh Tak Butuh Senjata untuk Merdeka

April 20, 2026
48d7d57b-a685-47a6-bf7f-8bf53ffac0d0

Membaca Konsep Dinas Pendidikan Provinsi Aceh Membangun Budaya Literasi  di Aceh

April 19, 2026
332cedb5-e6db-41bf-947d-3c3b781b4b41

Benteng Tauhid dan Sauh Keselamatan: Menjangkar Makrifat di Dermaga Eskatologi.

April 19, 2026
file_00000000e608720b92fed92bd3c55b54

Bahaya Rekayasa Narasi Sesat yang Menimbulkan Permusuhan

April 19, 2026
file_000000007ff0720bbf683bd905ac60ed

Surat Untuk Anak Muda (2)

April 19, 2026
54306927-8436-4237-801f-5fda46d9c8c8

Dari Aceh ke Panggung Dunia: Muslim Amin, Ilmuwan Global Alumni USK

April 19, 2026
Senin, April 20, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Lelaki Yang Lahir Dari Darah Perempuan

Redaksi by Redaksi
Januari 22, 2025
in POTRET Budaya, Puisi Essay, Sastra
Reading Time: 2 mins read
0
Lelaki Yang Lahir Dari Darah Perempuan - 7cff1bac 8d15 4a90 bf36 7d06f5cacd91 | POTRET Budaya | Potret Online
585
SHARES
3.2k
VIEWS

 

Oleh Mila Muzakkar

(Puisi esai ini terinspirasi dari pengalaman Penulis saat mengalami hari pertama menstruasi, serta pengalaman para perempuan di seluruh dunia).
***

Penelitian UNICEF di Indonesia, di Indonesia Timur khususnya, menyebutkan 1 dari 7 perempuan yang mengalami menstruasi tidak pergi ke sekolah selama menstruasi berlangsung, meninggalkan kelas dan berujung tidak naik kelas, bahkan putus sekolah.
***

Kring… kring… kring…
Lonceng emas di sudut sekolah berbunyi,
Pertanda jeda dari pena dan kertas.
Pintalan karet-karet gelang telah siap di laci bangku.
Aku dan temanku tak sabar bermain lompat tali di lapangan sekolah.

“Ecce, ada darah di rokmu,” teriakan itu menghentikanku.
Nina memegang tanganku, Lalu memeriksa rok putihku.
Hari itu, bukan merah putih yang kupakai. Tapi seragam batik dengan rok putih tulang.

“Darah apa? Saya tidak sakit apa-apa,” agak heran, tapi santai saja aku menjawabnya.

“Oh, accera’moko (1) kapang.”
“Baru kelas 5 SD accera’mi,
Edede…jabena (2)
Teriakan-teriakan teman sekelas menusuk, menghantam dinding telingaku.

Bocah laki-laki tak mau ketinggalan.
Bak bertemu mangsa daging gemuk nan segar,
segera ia menerkam.
“Jabena inne bainea (3).
Nia’mo kapang (4) cowokna,”
Terbahak-bahak mereka.

Bergemuruh hatiku.
Belum juga aku mencerna asal-muasal cairan merah ini,
sekonyong-konyong stempel “jabe” menempel di jidatku.
Bagai noda hitam, kelam, busuk.

Aku tahu betul,
Jabe adalah cap negatif yang selama ini dilekatkan pada perempuan.
Perempuan jabe jauh dari kesucian,
lumbung nafsu dan birahi,
Kepada tuan-tuan,
tubuh dijajakan gratis.

Bercak-bercak merah membentuk bulatan kokoh di rokku,
Memintal-mintal tali stigma.
Stigma tentang perempuan yang tidak benar, nakal, centil, kegatelan, kotor, menjijikkan.

Bangsat!
Tolol!

Hei, sadarlah bro!
Bisikan-bisikan syetan terlalu meninabonokkanmu.
Katanya, darah perempuan haram mengalir di rumah Tuhan.
Katanya, perempuan berdarah baik diasingkan ke gunung Himalaya.

Hei, bangun dong Sist!
Syetan-syetan itu terlalu melenakanmu.
Menenggelamkan wahyu Tuhan,
yang penuh kasih membuka rumah-Nya
untuk semua umat manusia.

Tak tahukah mereka darah yang mengalir dari vagina itu adalah wahyu Tuhan?
Bukan perempuan punya mau.
Tak pernah pula perempuan memintanya.

Pura-pura butakah mereka menyaksikan dahsyatnya rasa sakit perempuan,
hingga tak sadarkan diri,
karena darah merah itu?
Roda kehidupan terhenti,
Sekolah, bekerja, bahkan makan pun tak lagi mampu.

Sekali sebulan,
perempuan dengan ikhlas menerima dan menjalani takdir menstruasi itu dari Pencipta-Nya.

Tak tahukah mereka darah yang mengalir dari vagina itu yang menguatkan dinding rahim,
tempat para manusia penghuni dunia dilahirkan?
Darah merah itulah yang meng “adakan” milyaran khalifah di hamparan dunia yang fana ini.

Darah merah itu,
Adalah bahasa Tuhan menghamparkan simbol Ketuhanan-Nya,
Simbol kekuatan perempuan,
Yang mustahil ada pada makhluk lainnya.

“Darah perempuan ada, maka manusia ada.”
Jika bukan karena darah merah yang mengalir itu,
Keberadaan para lelaki,
hanyalah mimpi di siang bolong.

Darah perempuan ada, maka peradaban ada.”
Jika bukan karena darah merah yang mengalir itu,
Peradaban kuno di Yunani hingga revolusi Industri di Inggris,
hanyalah dongeng belaka.

 

*CATATAN*

1. Accera’ dalam bahasa Makassar berarti berdarah atau menstruasi. Accera’moko kapang: mungkin kamu sudah menstruasi.
2. Edede, dalam bahasa Makassar berarti: ya ampun. Jabena, dalam bahasa Makassar berarti: kecentilan dalam arti negatif.
3. Jabena inne bainea, dalam bahasa Makassar berarti: centil banget nih perempuan
4. Nia’mo kapang cowoknya: mungkin dia sudah punya pacar. Kalimat yang mengarah pasa stigma perempuan yang nakal dan centil pada laki-laki.
5.https://hellosehat.com/wanita/menstruasi/darah-haid-itu-darah-kotor/

Tags: #22 Tahun POTRET#HUT Majalah POTRETPerempuan
Share234SendTweet146Share
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Next Post
Lelaki Yang Lahir Dari Darah Perempuan - Bu Indra | POTRET Budaya | Potret Online

Peunajoh Prang

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com