POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home puasa

Pedal-Pedal Doa di Jalanan Kota

Refleksi Spiritual dan Sosial di Bulan Ramadhan (9)

Gunawan Trihantoro by Gunawan Trihantoro
Maret 11, 2025
in puasa, Puisi Essay
0
Pedal-Pedal Doa di Jalanan Kota - 3d53bdd7 ac96 4fed 9e5d b1fe4c856e2f | puasa | Potret Online

Oleh Gunawan Trihantoro
Sekretaris Komunitas Puisi Esai Jawa Tengah

Dentingan rantai becak bersahutan dengan adzan,
seorang lelaki tua menyandarkan tubuh letihnya,
di sudut jalan yang tak pernah sepi,
menanti rezeki di antara langkah-langkah tergesa.

Di bawah bayang-bayang menara masjid,
ia duduk, mengelap keringat yang merembes di dahi,
bibirnya kering menahan dahaga,
namun hatinya basah dengan syukur yang tak putus.

Pedal-Pedal Doa di Jalanan Kota - 2025 06 05 11 02 09 | puasa | Potret Online
Baca Juga
Puisi Essay
Dunia Semakin Berisik, Semakin Sedikit Yang Terusik
05 Jun 2025

“Pak, sampai pasar berapa?”
tanya seorang ibu dengan kantong belanja di tangannya.
Lelaki itu tersenyum,
“Seikhlasnya, Bu. Rezeki sudah ada yang atur.”

Ibu itu mengangguk, naik dengan hati lega.
Becak tua itu berderit,
namun roda tak pernah menolak berputar,
seperti lelaki tua yang tak pernah menolak takdirnya.

Pedal-Pedal Doa di Jalanan Kota - 10C95404 F874 4936 A8EB FAF5A274641F | puasa | Potret Online
Baca Juga
Kenangan
PENYAIR DI RUANG TUNGGU ITU PUN BERPULANG
25 Feb 2023

Seorang anak kecil menarik lengan bajunya,
matanya berbinar melihat becak itu berhenti.
“Pak, bisa antar aku pulang?”
suara kecil itu mengingatkannya pada anaknya di rumah.
“Tentu, Nak. Duduk yang manis, ya.”

Ia mengayuh lebih pelan,
tak ingin membuat bocah itu terombang-ambing,
seperti hidup yang kadang terlalu keras,
tapi tetap harus dijalani dengan kelembutan hati.

Pedal-Pedal Doa di Jalanan Kota - a1d71bbf 43be 4fd9 9079 c0a6dec6215e | puasa | Potret Online
Baca Juga
Lingkungan
Di Antara Puing-Puing Harapan
12 Feb 2025

Menjelang magrib, ia pulang dengan kantong sederhana,
cukup untuk berbuka dengan nasi hangat dan teh manis,
cukup untuk tersenyum pada anaknya yang menunggu di depan rumah.

“Ayah pulang!” seru anaknya, berlari memeluknya erat.
Di dunia yang terus berputar,
di jalanan yang tak pernah berhenti bergerak,
ada seorang tukang becak yang tetap teguh,
berpuasa, berdoa, dan mengayuh harapan.


Rumah Kayu Cepu, 9 Maret 2025.

Ikuti Kami
Channel WhatsApp Potret Online
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp kamu
Ikuti Sekarang
Tags: #Puisi
Next Post
Pedal-Pedal Doa di Jalanan Kota - a5ec74ea ac86 48de 82b0 db3b881d6d2b | puasa | Potret Online

Bukan Tentang Perempuan, Tapi Tentang Indonesia

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah