POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home puasa

Pedal-Pedal Doa di Jalanan Kota

Refleksi Spiritual dan Sosial di Bulan Ramadhan (9)

Gunawan Trihantoro by Gunawan Trihantoro
Maret 11, 2025
in puasa, Puisi Essay
0
Pedal-Pedal Doa di Jalanan Kota - 3d53bdd7 ac96 4fed 9e5d b1fe4c856e2f | puasa | Potret Online

Oleh Gunawan Trihantoro
Sekretaris Komunitas Puisi Esai Jawa Tengah

Dentingan rantai becak bersahutan dengan adzan,
seorang lelaki tua menyandarkan tubuh letihnya,
di sudut jalan yang tak pernah sepi,
menanti rezeki di antara langkah-langkah tergesa.

Di bawah bayang-bayang menara masjid,
ia duduk, mengelap keringat yang merembes di dahi,
bibirnya kering menahan dahaga,
namun hatinya basah dengan syukur yang tak putus.

Pedal-Pedal Doa di Jalanan Kota - 2025 05 27 09 45 34 | puasa | Potret Online
Baca Juga
#Kemerdekaan
Wajah Negeriku
18 Agu 2025

“Pak, sampai pasar berapa?”
tanya seorang ibu dengan kantong belanja di tangannya.
Lelaki itu tersenyum,
“Seikhlasnya, Bu. Rezeki sudah ada yang atur.”

Ibu itu mengangguk, naik dengan hati lega.
Becak tua itu berderit,
namun roda tak pernah menolak berputar,
seperti lelaki tua yang tak pernah menolak takdirnya.

Pedal-Pedal Doa di Jalanan Kota - cf9783f3 f060 4def 9401 8d275b9bc1ab | puasa | Potret Online
Baca Juga
#Buka puasa Beraama
Berbuka Puasa Bersama
09 Mar 2026

Seorang anak kecil menarik lengan bajunya,
matanya berbinar melihat becak itu berhenti.
“Pak, bisa antar aku pulang?”
suara kecil itu mengingatkannya pada anaknya di rumah.
“Tentu, Nak. Duduk yang manis, ya.”

Ia mengayuh lebih pelan,
tak ingin membuat bocah itu terombang-ambing,
seperti hidup yang kadang terlalu keras,
tapi tetap harus dijalani dengan kelembutan hati.

Pedal-Pedal Doa di Jalanan Kota - 567e58f5 9275 47f6 ad7c ceb6ed7d4bf9 | puasa | Potret Online
Baca Juga
#Doa di Bulan Ramadan
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
13 Mar 2026

Menjelang magrib, ia pulang dengan kantong sederhana,
cukup untuk berbuka dengan nasi hangat dan teh manis,
cukup untuk tersenyum pada anaknya yang menunggu di depan rumah.

“Ayah pulang!” seru anaknya, berlari memeluknya erat.
Di dunia yang terus berputar,
di jalanan yang tak pernah berhenti bergerak,
ada seorang tukang becak yang tetap teguh,
berpuasa, berdoa, dan mengayuh harapan.


Rumah Kayu Cepu, 9 Maret 2025.

Tags: #Puisi
Next Post
Pedal-Pedal Doa di Jalanan Kota - a5ec74ea ac86 48de 82b0 db3b881d6d2b | puasa | Potret Online

Bukan Tentang Perempuan, Tapi Tentang Indonesia

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah