• Latest
Dari Limbah Menjadi Cinta - c24ca38d 6e95 49ba bb6a 062831573db5 | Puisi Essay | Potret Online

Dari Limbah Menjadi Cinta

Februari 9, 2025
9fdb3c1c-1879-4f8c-9aa8-02113678bceb

Warisan Musik Aceh dari Gampong Padang Manggeng

April 21, 2026
Ilustrasi siluet pasangan dengan hati retak melambangkan cemburu, konflik emosional, dan hubungan yang rapuh

Cemburu Membunuh Perempuan

April 21, 2026
Dari Limbah Menjadi Cinta - 1001348646_11zon | Puisi Essay | Potret Online

Kisah Perempuan – Lubna dari Córdoba

April 21, 2026
Dari Limbah Menjadi Cinta - 1001353319_11zon | Puisi Essay | Potret Online

Fatimah al-Fihri, Pendiri Universitas Tertua

April 21, 2026
3753a9dd-0c43-46a6-9577-711a7479d4d5

Misogini Genital (Di) Kartini Digital

April 21, 2026
IMG_0878

Perempuan di Titik Klimaks

April 21, 2026
Dari Limbah Menjadi Cinta - 1001361361_11zon | Puisi Essay | Potret Online

Kisah Perempuan POTRET – Zaynab bint al-Kamal

April 21, 2026
d2a5b58f-c424-41eb-91dc-d0a057017eda

Menguak Kenangan Orkes Mekar Melati Manggeng dan Para Musisi Muda

April 21, 2026
Selasa, April 21, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Dari Limbah Menjadi Cinta

Redaksi by Redaksi
Februari 9, 2025
in Puisi Essay
Reading Time: 5 mins read
0
Dari Limbah Menjadi Cinta - c24ca38d 6e95 49ba bb6a 062831573db5 | Puisi Essay | Potret Online
585
SHARES
3.2k
VIEWS

Oleh Habibaturrohmah

(Duta Puisi Esai Nasional dari Jawa Tengah) 

Baca Juga
  • Kalijambe: Elegi Rem yang Menangis
  • Di Antara Puing-Puing Harapan

Kasus pencemaran lingkungan ini terjadi akibat limbah perusahaan di Kabupaten Pasuruan, pada bulan Oktober 2020 yang disebabkan oleh peningkatan pemahaman perusahaan dalam mengelola limbah serta pengawasan yang lebih ketat terhadap izin lingkungan dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Akibatnya, penutupan usaha karena tidak mematuhi aturan, dan adanya penanganan tegas terhadap pelanggaran limbah B3.

***

Baca Juga
  • Pahlawan Dalam Pena
  • Di Balik Langkah Guru Nias

Di Pasuruan, tanah yang subur,  

Di mana padi bergoyang diterpa angin,  

Baca Juga
  • PEJUANG KEADILAN ITU BERNAMA MARSINAH
  • Ibnu Sina: Sang Cahaya dari Bukhara

Di mana sungai mengalir membawa kehidupan,  

Dan di mana langit biru, menjadi saksi sejarah.  

Namun, pada suatu pagi yang kelabu,  

Air sungai itu berubah warna.  

Busa beracun menari di atas permukaannya,  

Udara yang dulu sejuk kini bercampur bau sengit,  

Dan ikan-ikan mengambang tak bernyawa.  

Di antara gemuruh pabrik dan deru mesin,

Tersembunyi jejak-jejak kehidupan yang rapuh.

Limbah yang terbuang, 

Bagaikan luka yang menganga,

Mengalir ke sungai, 

Mengisi bumi dengan penyesalan yang tiada henti

Di antara abu dan limbah yang mencengkeram,  

ada satu cahaya kecil yang menyala.  

Heru, lelaki bersahaja,  

seorang penjaga sungai yang tak kenal lelah.  

Ia bukan pejabat tinggi, 

Bukan pula orang yang berkuasa,  

Hanya seorang anak kampung, yang mencintai tanahnya.  

Tiap pagi ia berjalan di sepanjang Kaliputih,  

Mengamati perubahan yang perlahan membunuh

Ikan yang dulu berenang bebas, 

Kini lenyap.  

Anak-anak yang dulu bermain air, kinipun menjauh.  

“Jika bukan kita yang menjaga, lalu siapa yang akan peduli?” gumamnya.  

Lalu ia mengetuk pintu-pintu hati,  

Menyampaikan kabar buruk yang terbungkus fakta,  

Bahwa limbah bukan sekadar kotoran,  

Melainkan racun, yang merampas masa depan.  

Menghimpun kekuatan untuk menata kembali 

Yang t’lah hilang

Suaranya menjadi gemuruh di antara masyarakat,  

Menggugah mereka yang lama tertidur.  

Para ibu berhenti mencuci di sungai,  

para bapak mulai bertanya kepada pemimpin.  

Desakan demi desakan mengalir deras,  

seperti air yang mencari jalannya sendiri.  

Pemerintah tak lagi bisa menutup mata.  

Polres Pasuruanpun kini turun tangan,  

Mengusut izin yang tak pernah ada,  

Menutup pabrik yang melanggar aturan

PT. yang dulu megah, kini hanya bangunan kosong

Namun lebih dari itu,  

Ini bukan sekadar tentang satu pabrik,  

Ini adalah tentang kesadaran,  

Tentang janji yang harus ditepati.  

Kini, setelah bertahun-tahun berlalu,  

Harapan tumbuh dari reruntuhan kesalahan.  

Sungai Kaliputih mulai berbisik lagi,  

Menceritakan kisah tentang pemulihan.  

Pohon-pohon ditanam di tepiannya,  

Ikan-ikan kecil mulai kembali.  

Anak-anak tertawa, berlari di sepanjang sungai,  

Tanpa takut, air yang meracuni mereka kembali

Heru masih berjalan di tepinya,  

Namun kali ini, bukan dalam kesedihan,  

Melainkan dalam kebanggaan.  

Bahwa dari limbah, bisa tumbuh cinta.  

Bahwa dari kegelapan, bisa lahir cahaya.  

Bahwa dari kesalahan, bisa hadir perubahan.  

Karena Pasuruan bukan sekadar tanah,  

Bukan sekadar sungai yang mengalir,  

Ia adalah rumah yang harus dijaga

Dan dirawat sebaik mungkin

***

Catatan kaki: https://www.pasuruankab.go.id/isiberita/kasus-pencemaran-lingkungan-akibat-limbah-perusahaan-di-kabupaten-pasuruan-semakin-menurun

Share234SendTweet146Share
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Next Post
Dari Limbah Menjadi Cinta - WhatsApp Image 2025 02 09 at 04.10.53_2fdc9cbf | Puisi Essay | Potret Online

Menggapai Prestasi

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com