POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Puisi Essay

Dari Limbah Menjadi Cinta

Redaksi by Redaksi
Maret 9, 2025
in Puisi Essay
0
Dari Limbah Menjadi Cinta - c24ca38d 6e95 49ba bb6a 062831573db5 | Puisi Essay | Potret Online

Oleh Habibaturrohmah

(Duta Puisi Esai Nasional dari Jawa Tengah) 

Dari Limbah Menjadi Cinta - 873c3275 f9c4 4783 a757 31d96df2888e | Puisi Essay | Potret Online
Baca Juga
Anak Yatim
Cahaya di Mata Anak Yatim
14 Mar 2025

Kasus pencemaran lingkungan ini terjadi akibat limbah perusahaan di Kabupaten Pasuruan, pada bulan Oktober 2020 yang disebabkan oleh peningkatan pemahaman perusahaan dalam mengelola limbah serta pengawasan yang lebih ketat terhadap izin lingkungan dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Akibatnya, penutupan usaha karena tidak mematuhi aturan, dan adanya penanganan tegas terhadap pelanggaran limbah B3.

***

Dari Limbah Menjadi Cinta - 0cf53e2a 790f 4e6b ac39 f9b0a848a98d | Puisi Essay | Potret Online
Baca Juga
Genre
DUA PUSAI, DUA PENGEYEL
16 Jan 2025

Di Pasuruan, tanah yang subur,  

Di mana padi bergoyang diterpa angin,  

Baca Juga
literasi digital
Pahlawan Dalam Pena
17 Mei 2025

Di mana sungai mengalir membawa kehidupan,  

Dan di mana langit biru, menjadi saksi sejarah.  

Namun, pada suatu pagi yang kelabu,  

Air sungai itu berubah warna.  

Busa beracun menari di atas permukaannya,  

Udara yang dulu sejuk kini bercampur bau sengit,  

Dan ikan-ikan mengambang tak bernyawa.  

Di antara gemuruh pabrik dan deru mesin,

Tersembunyi jejak-jejak kehidupan yang rapuh.

Limbah yang terbuang, 

Bagaikan luka yang menganga,

Mengalir ke sungai, 

Mengisi bumi dengan penyesalan yang tiada henti

Di antara abu dan limbah yang mencengkeram,  

ada satu cahaya kecil yang menyala.  

Heru, lelaki bersahaja,  

seorang penjaga sungai yang tak kenal lelah.  

Ia bukan pejabat tinggi, 

Bukan pula orang yang berkuasa,  

Hanya seorang anak kampung, yang mencintai tanahnya.  

Tiap pagi ia berjalan di sepanjang Kaliputih,  

Mengamati perubahan yang perlahan membunuh

Ikan yang dulu berenang bebas, 

Kini lenyap.  

Anak-anak yang dulu bermain air, kinipun menjauh.  

“Jika bukan kita yang menjaga, lalu siapa yang akan peduli?” gumamnya.  

Lalu ia mengetuk pintu-pintu hati,  

Menyampaikan kabar buruk yang terbungkus fakta,  

Bahwa limbah bukan sekadar kotoran,  

Melainkan racun, yang merampas masa depan.  

Menghimpun kekuatan untuk menata kembali 

Yang t’lah hilang

Suaranya menjadi gemuruh di antara masyarakat,  

Menggugah mereka yang lama tertidur.  

Para ibu berhenti mencuci di sungai,  

para bapak mulai bertanya kepada pemimpin.  

Desakan demi desakan mengalir deras,  

seperti air yang mencari jalannya sendiri.  

Pemerintah tak lagi bisa menutup mata.  

Polres Pasuruanpun kini turun tangan,  

Mengusut izin yang tak pernah ada,  

Menutup pabrik yang melanggar aturan

PT. yang dulu megah, kini hanya bangunan kosong

Namun lebih dari itu,  

Ini bukan sekadar tentang satu pabrik,  

Ini adalah tentang kesadaran,  

Tentang janji yang harus ditepati.  

Kini, setelah bertahun-tahun berlalu,  

Harapan tumbuh dari reruntuhan kesalahan.  

Sungai Kaliputih mulai berbisik lagi,  

Menceritakan kisah tentang pemulihan.  

Pohon-pohon ditanam di tepiannya,  

Ikan-ikan kecil mulai kembali.  

Anak-anak tertawa, berlari di sepanjang sungai,  

Tanpa takut, air yang meracuni mereka kembali

Heru masih berjalan di tepinya,  

Namun kali ini, bukan dalam kesedihan,  

Melainkan dalam kebanggaan.  

Bahwa dari limbah, bisa tumbuh cinta.  

Bahwa dari kegelapan, bisa lahir cahaya.  

Bahwa dari kesalahan, bisa hadir perubahan.  

Karena Pasuruan bukan sekadar tanah,  

Bukan sekadar sungai yang mengalir,  

Ia adalah rumah yang harus dijaga

Dan dirawat sebaik mungkin

***

Catatan kaki: https://www.pasuruankab.go.id/isiberita/kasus-pencemaran-lingkungan-akibat-limbah-perusahaan-di-kabupaten-pasuruan-semakin-menurun

Ikuti Kami
Channel WhatsApp Potret Online
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp kamu
Ikuti Sekarang
Next Post
Dari Limbah Menjadi Cinta - WhatsApp Image 2025 02 09 at 04.10.53_2fdc9cbf | Puisi Essay | Potret Online

Menggapai Prestasi

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah