POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Perempuan

Rasuna Said: Singa Podium yang Mengguncang Zaman

Gunawan Trihantoro by Gunawan Trihantoro
Februari 15, 2025
in Perempuan, Puisi Essay
0
Rasuna Said: Singa Podium yang Mengguncang Zaman - IMG 20250215 WA0002 | Perempuan | Potret Online

Jejak Perempuan di Palagan Nusantara (9)


Oleh Gunawan Trihantoro
Sekretaris Komunitas Puisi Esai Jawa Tengah

Baca Juga
  • Rasuna Said: Singa Podium yang Mengguncang Zaman - IMG_2212 | Perempuan | Potret Online
    Aceh
    Suara dan Gerakan Kaum Perempuan Indonesia Yang Patut dan Harus Diperhitungkan
    16 Des 2024
  • Rasuna Said: Singa Podium yang Mengguncang Zaman - ed514dd5 7d3c 4994 81e3 f65bbaa6b8da | Perempuan | Potret Online
    Esai
    Menjadi Ratu di Hati Rakyat
    24 Feb 2026

Rasuna Said gigih memperjuangkan hak-hak kaum wanita, sekalipun harus dibui. Ia memilih bercerai dengan suaminya karena bisa memberi kebebasan bagi perempuan. [1]


Di tanah Minang, lahirlah nyala, seorang putri dengan suara merdeka. Tak sekadar kata, tak hanya wacana, melainkan gelora yang membakar jiwa.

Baca Juga
  • IMG_0878
    Puisi
    Perempuan
    05 Mei 2026
  • IMG_0655
    Perempuan
    Peran dan Tantangan Ibu Dalam Menyiapkan Remaja Masa Depan
    06 Apr 2026

“Perempuan bukan hiasan rumah, perempuan bukan sekadar ibu yang patuh. Kami bisa berjuang, kami bisa lantang! Kami pun bisa melawan ketidakadilan!”

Dari kecil ia telah bertanya, Mengapa perempuan harus tunduk semata? Mengapa tak boleh berdiri sejajar, menjadi pelita, bukan bayangan samar?

Baca Juga
  • Rasuna Said: Singa Podium yang Mengguncang Zaman - IMG 20250227 WA0008 | Perempuan | Potret Online
    Anak
    Jangan Pukuli Anakmu
    27 Feb 2025
  • Rasuna Said: Singa Podium yang Mengguncang Zaman - a1d71bbf 43be 4fd9 9079 c0a6dec6215e | Perempuan | Potret Online
    Lingkungan
    Di Antara Puing-Puing Harapan
    12 Feb 2025

Ayahnya berkata dengan lembut, “Nak, ilmu adalah senjata yang tajam. Baca, pelajari, dan bersuaralah! Biar dunia tahu, kita tak bungkam.”

Lalu ke Diniyah ia melangkah, dalam gemuruh syarahan pertama. Suara Rasuna bukan sekadar alun, melainkan gemuruh angin di musim hujan.

“Poligami bukan hukum Tuhan, tapi budaya yang membungkam insan. Wanita bukan benda, bukan properti, melainkan jiwa yang punya kendali!”

Orang-orang terhenyak, terkejut, seorang gadis melawan adat. Di podium, ia seperti singa, mengaum, menentang ketidaksetaraan.

Pena dan pidato menjadi senjata, melawan penjajahan yang menyesakkan dada. Di Medan Ulama, ia berjuang, membela hak, membela kaum yang terbuang.

Kolonial mencapnya pembangkang, menggiringnya ke balik jeruji bui. Namun, suara itu tak bisa padam, seperti nyala lilin di tengah sunyi.

Di balik jeruji, ia menulis, sehelai demi sehelai surat perlawanan. Kata-kata melompat dari kertas, seperti anak panah menuju sasaran.

“Jangan diam, jangan tunduk, sebab keadilan harus diperjuangkan! Jangan biarkan kami dihina, jangan biarkan kami dihapus sejarahnya!”

Setelah bebas, ia tak gentar, sekolah didirikan, ilmu disebarkan. Ia ingin perempuan berdiri tegak, tak hanya di rumah, tapi juga di tanah juang.

Negeri ini pun merdeka akhirnya, tapi perjuangan belumlah reda. Di parlemen, suaranya bergema, menuntut hak, menegakkan cita.

Namun takdir menjemputnya dini, Singa podium itu pun pergi. Namun namanya tetap di dada bangsa, terukir dalam tinta sejarah merdeka.

“Perjuangan ini belum selesai, selama masih ada yang terbelenggu. Jangan biarkan nyala ini padam, biarkan ia menyala di hatimu!”


Rumah Kayu Cepu, 30 Januari 2025

CATATAN:
[1] Puisi esai ini diinspirasi dari kisah Rasuna Said yang di Maninjau, Sumatera Barat, dan dikenal sebagai salah satu orator perempuan paling berpengaruh di zamannya. https://tirto.id/rasuna-said-singa-podium-yang-menentang-poligami-cH1L

Previous Post

Raja Kecil Yang Bertingkah, Bansos Tidak Tepat Sasaran dan Mata Hari Kembar.

Next Post

Kisah Hanifah

Next Post
Rasuna Said: Singa Podium yang Mengguncang Zaman - IMG 20250215 WA0001 | Perempuan | Potret Online

Kisah Hanifah

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah