Senin, April 20, 2026

Kala Anak Negeri, Tak Mengenal Negerinya

Kala Anak Negeri, Tak Mengenal Negerinya - 66C41DA9 41C2 44FA 891D E20EBFB08FF4 | Artikel | Potret Online
Ilustrasi: Kala Anak Negeri, Tak Mengenal Negerinya

Bahaya Besar

Bila ditanya, apakah kondisi ini baik-baik saja bagi masa depan generasi bangsa ini? Jawabannya tentu tidak baik dan malah sangat membahayakan bagi masa depan generasi bangsa ini. Ya, tak dapat dimungkiri bahwa hilangnya atau tereliminasinya ilmu pengetahuan geografi dan juga sejarah, dari pengetahuan atau memori generasi milenial dan atau genzi saat ini, akan sangat membahayakan masa depan bangsa ini.  

Kita bisa menganalisis dari berbagai perspektif. Dalam perspektif keilmuan, hilangnya pemahaman dan pengetahuan tentang geografi merupakan kehilangan atau tercerabutnya ilmu pengetahuan geografi dari dunia pendidikan, yang sangat merugikan. Ketika generasi bangsa ini buta geografi dan ditambah dengan buta sejarah, maka daya tahan bangsa akan hancur lebur.  Bayangkan sajalah ya, kondisi bumi yang semakin tua yang terus didera oleh berbagai macam bencana, lalu karena hilangnya pengetahuan mengenai geografi, maka kemampuan melakukan mitigasi bencana dan lain-lain, akan ikut lumpuh. Kemudian, sebagaimana semua tahu bahwa negeri kita, Indonesia adalah negara yang memiliki wilayah yang cukup luas yang terdiri dari lebih 13 ribu pulau, akan terancam hilang, karena kehilangan pengetahuan generasi mendatang tentang potensi dan kekayaan alam negeri ini.

Ya, bangsa ini akan kehilangan banyak aset berharga. Misalnya, ketika mereka tidak mengenal wilayah Indonesia dengan batas-batasnya, pulau-pulaunya, potensi dan hal lainnya, ditambah lagi buta sejarah, maka satu per satu pulau akan hilang dan dirampas oleh bangsa lain. Bisa pula diprediksi kelak rasa kebangsaan itu akan pupus, karena tidak ada lagi basis pengetahuan dan kesadaran untuk mempertahankan tanah air. Padahal di era sekarang ini,  perilaku manusia untuk mengakupasi atau menduduki sebuah wilayah atau pulau oleh bangsa lain, akan menjadi trend dengan modus operandi bisnis dan sebagainya.

Tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Redaksi tidak selalu sejalan dengan isi tulisan.
Bio Narasi Tabrani Yunis, kelahiran Manggeng, Aceh Barat Daya, Aceh berlatarbelakang profesi seorang guru bahasa Inggris, mulai  aktif menulis di media sejak pada medio Juni 1989. Aktif mengisi ruang atau rubrik opini di sejumlah media lokal dan hingga nasional. Menulis artikel, opini, essay dan puisi pilihan hidup yang  kebutuhan hidup sehari-hari. Telah menulis, lebih 1000 tulisan berupa opini, esası dan puisi yang telah publikasikan di berbagai media.Menerbitkan 2 buku, yang merupakan kumpupan tulisan dalam buku Membumikan Literasi dan buku antologi puisi “ Kulukis Namamu di Awan” Aktif terlibat dalam  membangun gerakan literasi anak negeri sejak tahun 1990 terutama di kalangan perempuan dan anak. Bersama mendirikan LP2SM ( Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Sumber daya Manusia) dan di tahun 1993 mendirikan Center for Community Development and Education (CCDE). Lalu, sebagai Direktur CCDE membidani terbitnya Majalah POTRET (2003) dan majalah Anak Cerdas (2013). Kini aktif mengelola Potretonline.com dan majalahanakcerdas.com, sambil mempraktikkan kemampuan entreneurship di POTRET Gallery, Banda Aceh

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Terbaru

Artikel terbaru untuk dibaca

Populer

Artikel yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist