• Latest
Menulis Resensi; Mengasah Literasi Santri Sejak Dini - ee438e74 f736 4756 8ffe 13d438513ec5 | #Gerakan Menulis | Potret Online

Menulis Resensi; Mengasah Literasi Santri Sejak Dini

Oktober 26, 2025
file_00000000e608720b92fed92bd3c55b54

Bahaya Rekayasa Narasi Sesat yang Menimbulkan Permusuhan

April 19, 2026
file_000000007ff0720bbf683bd905ac60ed

Surat Untuk Anak Muda (2)

April 19, 2026
54306927-8436-4237-801f-5fda46d9c8c8

Dari Aceh ke Panggung Dunia: Muslim Amin, Ilmuwan Global Alumni USK

April 19, 2026
3a73ee9a-87d0-4bf2-aa52-0c77db8a9144

Pengaruh Self-Efficacy Terhadap Prestasi Akademik: Tinjauan Psikologi dan Bukti Empiris

April 19, 2026
IMG_0839

Demokrasi Di Ujung Tanduk?

April 19, 2026
d6285489-5291-4630-bb73-f4e571585b61

‎Ghost in the Cell: Bukan Sekadar Horor Fiksi, Melainkan Realitas Pahit Ketidakadilan Sistem

April 19, 2026
fd4ef5b5-307b-48e6-adff-f924e420a87b

Mengkritik Dan Mengajak Merenung Melalui Puisi Esai

April 19, 2026
ad86b955-a8e6-412e-b371-a15c846736db

Sedih Sekali, Ibu Guru Diacungi Jari Tengah oleh Siswanya Sendiri

April 19, 2026
Minggu, April 19, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Menulis Resensi; Mengasah Literasi Santri Sejak Dini

Mahmudi Hanafiah by Mahmudi Hanafiah
Oktober 26, 2025
in #Gerakan Menulis, Literacy, Literasi, Menulis, pegiat literasi
Reading Time: 4 mins read
0
Menulis Resensi; Mengasah Literasi Santri Sejak Dini - ee438e74 f736 4756 8ffe 13d438513ec5 | #Gerakan Menulis | Potret Online
585
SHARES
3.2k
VIEWS

Tgk. Mahmudi Hanafiah, S.H., M.H.

*Dosen UNISAI Samalanga, Bireuen, Aceh*

Literasi menulis merupakan salah satu hal yang perlu ditumbuhkan menjadi sebuah tradisi di kalangan santri. Literasi menulis diindikasi olehf kemampuan membaca cepat dan memahami serta menganalisa isi bacaan kemudian menuangkannya dalam sebuah narasi atau bahkan dalam sebuah gagasan baru. Ada banyak hal yang bisa diselenggarakan oleh pihak lembaga pendidikan dalam memicu kemampuan literasi para peserta didik. Di antaranya, sebagaimana yang baru saja diadakan oleh Lembaga Pendidikan Islam Dayah Jamiah Al-Aziziyah Batee Iliek, adalah LMRB (Lomba Menulis Resensi Buku).

Lomba Menulis Resensi Buku (LMRB) di Dayah Jamiah Al-Aziziyah diadakan oleh Bagian Perpustakaan Dayah yang diketuai oleh Tgk. Fakrurradhi, M.Sos. Perlombaan tersebut dikoordinir oleh Tgk. Yuda Alfitra, S.Sos dan Tgk. Riezki Batuah, S.Pd. Lomba tersebut diselenggarakan sebagai salah satu bentuk kepedulian Dayah dalam menumbuhkembangkan budaya literasi sejak sini dalam diri para santri. _Kenapa tidak?_ Lomba tersebut tidak hanya ditargetkan kepada para santri jenjang kuliah, yang notabennya sesuai dengan level pendidikan mereka, melainkan juga ditujukan kepada santri jenjang SMK, bahkan SMP. Perlombaan tersebut melahirkan santri-santri yang mempunyai bakat dalam hal menulis. Hal itu ditandai dengan kemampuan mereka dalam membaca dan memahami isi buka, kemudian menuangkannya dalam bentuk narasi baru sesuai dengan hasil analisa mereka masing-masing.

Kegiatan-kegiatan seperti itu atau kegiatan lain yang serupa sangat perlu ditingkatkan dan diselenggarakan secara berkelanjutan. Sebuah peribahasa dalam bahasa Arab menyebutkan: “_Qalilun mustamir khairun min katsirin munqathi’_”, yang artinya: ‘sedikit, tapi dilakukan secara terus menerus lebih baik dari pada banyak, tapi dilakukan secara terputus-putus’. Peribahasa tersebut menegaskan pentingnya konsisten dan kontinu dalam melakukan sesuatu. Suatu hal yang dilakukan secara totalitas bahkan sedikit memaksakan keadaan sama sekali tidak akan bermanfaat kalau hanya sebatas gebrakan bagaikan angin lalu. Akan tetapi, jika dilakukan dengan kontinu, walaupun tidak banyak hal yang dihasilkan setiap pelaksanaannya, lama-lama akan bertumpuk bak sebuah gunung yang berdiri kokoh dan akarnya menancap ke dasar bumi. Dalam peribahasa lain disebutkan, ‘_sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit_’. Begitulah perumpamaan kegiatan yang dilakukan secara terus-menerus. Butuh waktu yang lama untuk memetik hasil, tapi hasilnya pasti ada. Orang di seberang bilang, ‘_slow, but sure_’ (lambat, tapi pasti). Beda halnya sesuatu yang dilakukan umpama sebuah gebrakan, seolah-olah hasilnya sudah terpampang di depan mata, namun ternyata itu hanyalah fatamorgana.

Mendidik generasi muda agar tumbuh menjadi pegiat literasi, butuh kesabaran dan konsistensi dalam diri. Hal itulah yang sedang dijajaki oleh Lembaga Pendidikan Islam Dayah Jamiah Al-Aziziyah melalui kegiatan-kegiatan yang berbau literasi, khususnya dalam hal menulis. Tidak hanya LMRB yang baru saja diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional, beberapa bulan yang lalu Dayah Jamiah Al-Aziziyah juga telah mengadakan beragam cabang perlombaan dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1447 H, yang salah satu cabang perlombaan yang diadakan adalah lomba menulis artike ilmiah. Perlombaan seperti itu tentunya bisa menjadi pemicu bagi para santri untuk menggali potensi diri dalam hal menuangkan ide-ide dalam berbagai lembaran, baik cetak maupun digital.

Para generasi muda harus diberikan pemahaman bahwa menuangkan ide-ide positif dalam bentuk tulisan merupakan hal yang sangat dituntut oleh perkembangan zaman. Era 5.0 menawarkan beragam fasilitas yang sangat mudah diakses melalui AI (_artificial intelligence_), ‘kecerdasan buatan’. Melalui AI, orang-orang bisa melakukan banyak hal, termasuk mengolah data. Penyalahgunaan AI tentu saja dapat menyebabkan lahirnya berita-berita hoaks yang menjadi sumber perpecahan jika tidak dilakukan tabayyun sebelum dikonsumsi.

Dalam keadaan seperti itu, kehadiran para intelektual muslim berbekal pengetahuan agama dari karya klasik yang diintegrasikan dengan karya kontemporer dan dipadukan dengan pengetahuan umum sangat diperlukan. Para santri disemai sebagai benih unggul yang tumbuh dan berkembang sebagai pengisi ruang-ruang tersebut. Para santri dididik tidak hanya sebagai konsumen bagi perkembangan teknologi ke depan, akan tetapi juga sebagai produsen, baik untuk menanggapi isu-isu aktual maupun menawarkan gagasan-gagasan dalam menghadapi perkembangan dan kemajuan agar tidak bertentangan dengan norma-norma yang telah ditetapkan.

Untuk itu, para santri diberikan kesadaran bahwa, hidup bukanlah semata untuk hidup. Buya Hamka pernah mengatakan, ‘_Kalau hidup hanya sekedar hidup, babi di hutan juga hidup._’ Ungkapan tersebut terkesan sangat sederhana, tetapi penuh sindiran dan makna. Hidup dituntut untuk kreatif dalam hal menaburkan manfaat bagi semua. Rasulullah pernah bersabda: _Khairunnas anfa’uhum linnas_, yang artinya: manusia yang paling baik adalah manusia yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya. Menawarkan ide positif dan solutif lewat coretan tangan tentu saja merupakan salah satu hal yang bermanfaat bagi orang lain.

Para santri diberitahu bahwa dakwah (_nasyr_), yang merupakan salah satu tugas pokok mereka tidak hanya dengan menyampaikan mau’idhah lewat mimbar-mimbar atau podium. Coretan tangan yang disebarkan melalui media cetak maupun digital juga merupakan bagian dari bentuk _nasyr_ yang bisa diakses oleh siapapun dan kapanpun. Lebih dari itu, tulisan yang ditinggalkan menjadi bukti bagi generasi setelah kita, bahwa kita pernah hidup sebelum mereka. Oleh karena itu, lewat coretan singkat ini saya juga mengajak para pembaca sekalian untuk menulis. 

Sebagai penutup, saya menghimbau para pembaca sekalian: _Menulislah, agar namamu tetap bersemi, meskipun jasadmu telah bersemayam di perut bumi._

Share234SendTweet146Share
Mahmudi Hanafiah

Mahmudi Hanafiah

Next Post
Menulis Resensi; Mengasah Literasi Santri Sejak Dini - 1a727589 991f 44ee bdb0 42039af29631 | #Gerakan Menulis | Potret Online

The Never- Ending Shuffle: Indonesia’s Education Curriculum Can’t Catch a Break

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com