POTRET Online
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

‎Kafe, Rumah Singgah Bagi Peradaban Manusia Modern

Anies SeptivirawanOleh Anies Septivirawan
March 10, 2025
Tags: budayaGayaHidupKafe

ILustrasi

🔊

Dengarkan Artikel

Oleh: Anies Septivirawan
‎
‎
Kafe, adalah sebuah destinasi  penyegaran pikiran dan hati setelah seharian penuh kita bekerja di kantor, dan atau di lapangan. Kafe adalah pilihan manusia modern untuk dipergunakan sebagai temu transaksi bisnis, reuni kecil, saling curhat sesama, bahkan sebagai tempat ber-ghibah.
‎
‎Mereka yang datang ke kafe adalah manusia dari berbagai macam status sosial. Ada pebisnis, pelajar, mahasiswa pegawai pemerintah, swasta, emak-emak, hingga pengangguran.
‎
Mereka berkumpul di kafe. Percakapan yang dibahas adalah tergantung dari status sosial mereka masing-masing.
‎
Ada pembicaraan yang serius, ada yang santai bahkan kebanyakan yang lebay. Hehehe… kayak saya sendiri yang lebay.

Sejarah Kafe

Kafe pertama di dunia diperkirakan muncul di Konstantinopel (Istanbul) pada tahun 1550. Kafe ini menjual kopi, minuman yang baru saja dikenal di Eropa saat itu. Kopi menjadi pusat kegiatan sosial bagi masyarakat yang sebelumnya lebih banyak berkumpul untuk minum minuman beralkohol.

Pada abad ke-17, cafe mulai berkembang di Italia, Prancis, Jerman, dan Inggris. Kafe menjadi tempat berkumpulnya para intelektual, seniman, dan penulis untuk berdiskusi, bertukar ide, dan menikmati kopi. Cafe juga menjadi tempat untuk membaca koran dan majalah, serta mendengarkan musik.

📚 Artikel Terkait

Ayah Kapan Kembali

Terima Kasih DPR

Terulang Rindu Bagimu Die

Kanjeng dan Pohon Keramat

Perancis memiliki peran penting dalam perkembangan kafe. Kafe di Perancis menjadi tempat berkumpulnya para seniman dan penulis seperti Honoré de Balzac yang terkenal dengan novelnya. Kafe juga menjadi tempat bagi kaum bohemian untuk bertemu dan bertukar ide.

Pada akhir abad ke-20, cafe di Amerika Serikat mengalami popularitas baru dengan munculnya berbagai jenis kopi spesial seperti espresso. Kafe juga mulai menyediakan akses internet, sehingga muncul istilah Internet Cafe.

Di Indonesia mulai berkembang pada akhir abad ke-20 dan awal abad ke-21. Kafe menjadi tempat populer untuk nongkrong, bekerja, dan bertemu teman. Kafe di Indonesia menawarkan berbagai jenis minuman dan makanan, serta suasana yang nyaman dan menarik
‎
Kafe di Indonesia tumbuh bagaikan jamur di musim penghujan, meskipun di Eropa telah berabad-abad yang lalu sudah marak adanya kafe.
‎
‎Kini, kegiatan nongkrong di kafe, bagi masyarakat Indonesia sudah menjadi gaya hidup mereka di jaman modern saat ini.   .
‎
Sebagai penulis, kalau saya boleh beropini bahwa keberadaan kafe saat ini merupakan rumah singgah bagi mereka yang bergaya hidup modern. Mereka adalah manusia berperadaban modern dengan gadget di genggaman tangannya.

Karena gadget bagi manusia modern adalah jembatan bagi mereka. Jika mereka lupa atau gadgetnya tertinggal di tempat lain, maka mereka akan terpisah dengan dunia luar.
‎
‎
‎‎

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 76x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 68x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 56x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share4SendShareScanShare
Tags: budayaGayaHidupKafe
Anies Septivirawan

Anies Septivirawan

Anies Septivirawan adalah penikmat tulisan seni sastra dan budaya. Ia gemar menulis puisi sejak tahun 1995 sampai saat ini. Ia bergabung dengan himpunan penulis penyair dan pengarang nusantara (HP3N) Kota Batu dan SATUPENA Jawa Timur. Anies Lahir di kelurahan Dawuhan, Situbondo, Jawa Timur. Aktivitasnya sehari-hari sebagai wartawan media online. Baginya, menulis adalah upaya mengusir ion -ion negatif di dalam tubuh agar tetap sehat dan panjang umur. Ia sudah menulis 3 buku antologi puisi tunggal dan puisi-puisinya juga menyemarakkan sejumlah buku antologi bersama. Puisinya dan tulisan lainnya juga pernah satu buku dengan Gol A Gong. Buku antologi puisi tunggalnya yang pertama berjudul "Luka dan Kota Sepi Literasi", yang kedua adalah "Menimang Rindu Senja Kala" dan buku yang ketiga berjudul "Dua Senja Menyulam Damai"

Please login to join discussion
NETWORK POTRET
ANAK CERDAS
Artikel terbaru
Buka Majalah Anak Cerdas →
#Pendidikan

Membangun Kemampuan Meneliti Para Siswa SMA

Oleh Tabrani YunisMarch 8, 2026
POTRET Utama

Generasi Indonesia Emas  Kehilangan Bonus

Oleh Tabrani YunisMarch 5, 2026
Catatan Perjalanan

Melihat Timor Leste Menikmati Kemerdekaannya

Oleh Tabrani YunisFebruary 23, 2026
Budaya Menulis

Memadukan Storytelling Lewat Melukis Kata dengan Foto Jurnalistik

Oleh Tabrani YunisFebruary 22, 2026
Pendidikan

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    170 shares
    Share 68 Tweet 43
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
149
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
211
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
97
Postingan Selanjutnya
Secangkir Teh, Sejumput Doa

Secangkir Teh, Sejumput Doa

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Al-Qur’an

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00