Opini · Potret Online

Belajar Kejujuran di Sekolah?

Penulis  Tabrani Yunis
Maret 8, 2025
9 menit baca 366
Belajar Kejujuran di Sekolah? - 6EE80D17 C241 43E5 9200 16150F06B3ED | Artikel | Potret Online
Foto / IlustrasiIlustrasi oleh AI

Factor ke enam merupakan factor eksternal yang juga sangat berpengaruh terhadap melorotnya integritas sekolah. Faktor ini kita sebut dengan factor pengaruh keluarga dan lingkungan sosial. Sebagaimana disebutkan di atas, sesunggunya budi pekerti, sikap jujur dan sikap mulia itu berawal dari rumah. Artinya sikap tidak jujur pada anak atau peserta didik, itu pertama sekali anak belajar dari cara hidup orangtua mereka di rumah. Bila Pendidikan akhlak atau budi pekerti di rumah rusak, maka kerusakan moral atau akhlak itu akan dibawa oleh anak ke sekolah. 

Semakin buruk lagi akhlak atau sikap tidak jujur itu ketika lingkungan sosial tidak peduli dan mendukung tagaknya sikap jujur. Karena lingkungan adalah Lembaga Pendidikan informal yang menjadi tempat bagi anak atau peserta didik menerapkan sikap jujur. Kemudian, sejalan dengan sikap inkonsisten dan kehilangan teladan, banyak orangtua yang lebih mementingkan prestasi akademik dari pada proses pembelajaran yang jujur. Lebih parah lagi, banyak orang tua yang bangga dengan anak yang mendapat nilai tinggi, tanpa peduli bagaimana anak mendapatkan nilai tersebut. Orangtua dan Masyarakat dalam hal ini lebih memilihsikap permisif dan tidak mau tahu bagaimana anak ataupeserta didik meraih prestasi. Banyak yang mempraktikan cara-cara yang tidak jujur.

Ke enam, factor yang juga sangat menentukan adalah kurangnya pengawasan dan penegakan aturan. Ya, kurangnya sistem kontrol untuk memastikan integritas akademik dan moral di sekolah. Selain itu, tidak ada sanksi tegas bagi pelanggaran nilai-nilai kejujuran di lingkungan sekolah.

✦ ✦ ✦
Apakah tulisan ini bermanfaat?
Artikel ini merupakan tulisan opini. Isi sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mencerminkan pandangan resmi Redaksi Potret Online.
Tentang Penulis
Bio Narasi Tabrani Yunis, kelahiran Manggeng, Aceh Barat Daya, Aceh berlatarbelakang profesi seorang guru bahasa Inggris, mulai  aktif menulis di media sejak pada medio Juni 1989. Aktif mengisi ruang atau rubrik opini di sejumlah media lokal dan hingga nasional. Menulis artikel, opini, essay dan puisi pilihan hidup yang  kebutuhan hidup sehari-hari. Telah menulis, lebih 1000 tulisan berupa opini, esası dan puisi yang telah publikasikan di berbagai media.Menerbitkan 2 buku, yang merupakan kumpupan tulisan dalam buku Membumikan Literasi dan buku antologi puisi “ Kulukis Namamu di Awan” Aktif terlibat dalam  membangun gerakan literasi anak negeri sejak tahun 1990 terutama di kalangan perempuan dan anak. Bersama mendirikan LP2SM ( Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Sumber daya Manusia) dan di tahun 1993 mendirikan Center for Community Development and Education (CCDE). Lalu, sebagai Direktur CCDE membidani terbitnya Majalah POTRET (2003) dan majalah Anak Cerdas (2013). Kini aktif mengelola Potretonline.com dan majalahanakcerdas.com, sambil mempraktikkan kemampuan entreneurship di POTRET Gallery, Banda Aceh
Diskusi
Upload foto profil (opsional)
Memuat komentar...