🔊
Dengarkan Artikel
Oleh Heri Haliling
Usai magrib dengan tanda rona jingga tertelan hitam malam. Pada sebuah kursi tepi jalan metropolitan; seorang pemuda berambut keriting gondrong sebahu, berkaos hitam oblong terduduk melepas asap rokok bilahan yang baru dia beli.
Bajunya tampak basah pada bagian lengan. Kadang ia goyang-goyangkan pula rambutnya dari percik air yang masih menempel. Matanya legam tanda ia petualang jalan. Sorotnya merujuk pada kerlap-kerlip lampu mobil dan bangunan di seberangnya. Asap keluar bebas tak beraturan dari mulutnya yang hitam ke biru-biruan. Pemuda itu menikmati anggun kehidupannya.
📚 Artikel Terkait
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 85x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 67x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 64x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis.
Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.






