POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Perempuan Penggenggam Pasir

RedaksiOleh Redaksi
March 5, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Tak tahan, Zulaikha segera menangis dengan menabrak bahu si pria tua. Tak pelak, hal itu membuat kekagetan penghuni kamar. Dila bangkit dan berteriak menyebut namanya.

“Zulaikha?” Si pria tua mengulang dengan mata nanar tak percaya.

Zulaikha berlari ke lantai atas. Ia buka pintu tanpa sebuah kepedulian. Tak dinyana angin hebat dari badai bercampur guntur segera menghantamnya. Deru hujan berdesing seumpama peluru terjun tajam menyakitkan wajah. Tubuh Zulaikha hampir terbang karena itu. Masih dalam tangis dan kalut, tangannya mengunci pada satu lengkungan besi pembatas. Dalam ketersentakan wujud, nuraninya berkecamuk dan mungkin melebihi topan yang menerjangnya malam ini.

“Zulaikha, putriku. Tunggu!!!!” teriak pria tua yang ikut memburu.

“Berhenti di sana, Pak. Berhenti!!! Atau Zulaikha terjun!”

Si pria tua yang tak lain adalah ayah kandung Zulaikha mengikuti dengan kekhawatiran mendalam.

“Baik, Zulaikha. Baik. Bapak turuti kamu, jangan nekad Nak.”

“Mengapa harus Zulaikha, Pak. Mengapa sengsara ini tak berujung” teriaknya yang lebih terdengar seperti erangan.

Dila dan sahabat yang lain bahkan Bunda Ajeng juga muncul. Semua membujuk agar Zulaikha tenang dan mau bicara baik-baik. 

Badai masih mengamuk hebat. Dila dan Mirna kian cemas menatap bongkahan kargo yang bergeser ke kiri dan ke kanan dipermainkan angin dan gelombang. 

“Bapak macam apa yang menghilang dan meninggalkan putrinya tanpa keingintahuan apakah ia mati atau tidak. Zulaikha ringkih Pak!!!”

📚 Artikel Terkait

Profesor Agung Pranoto Mengapresiasikan Buku Sajak Secangkir Air Mata, Karya Hamdani Mulya

You Only Die Once

PERANG ACEH DI KEPALA

Jambo Ranup Seorang Perempuan

“Maafkan, Bapak Zulaikha” getar pria itu bersimpuh memohon ampun.

“Cukup, Zulaikha. Semua bisa kita musyawarahkan. Segera ke sini, jangan nekat begitu!!!” teriak Bunda Ajeng. Di tengah mediasi yang alot tersebut tiba-tiba..

Doooaarrr!!

Sebuah ledakan besar terjadi pada ruang palka. Getar hebat segera menjalar seperti gempa. Semua terdorong dan hampir terlempar ke laut. Sirine berbunyi tanda keadaan genting dan waspada.

Malam itu perkasa samudera aromakan kematian yang selimuti seluruh penghuni kapal. Angin berkecamuk menguarkan murka ke langit yang berkabut. Debur gelombang terjang dan hantami seluruh badan kapal. Kargo kian abnormal yang berujung  luruh dan satu persatu jatuh tenggelam ke dasar laut. Para ABK semua keluar dengan roman kecemasan. 

Ayah Zulaikha segera berlari ke putrinya yang terduduk dan shok.

“Bapak ada untukmu, Nak. Tenanglah. Bencilah engkau setelah ini. Tapi sekarang kau harus selamat. Kuantar kau dan sahabatmu ke sekoci.”

Zulaikha yang bingung dengan suasana jiwanya antara marah, takut, dan senang karena puluhan tahun ia tak merasakan pelukan seorang ayah lantas hanya bisa terus menangis. Sang ayah mengerti itu. 

Dengan dipapah dalam sapuan hujan dan guntur, Zulaikha dan rombongan langsung diarahkan mendekati sekoci.

Dari ujung dinding kapal, Nahkoda melalui pengeras suara segera mengumumkan untuk dilaksanakan evakuasi.

“Minta bos untuk jemput pake heli saja!” sergah Bunda Ajeng.

“Tak mungkin. Topan hebat begini tak akan ada heli yang berani datang!” timpal ayah Zulaikha.

“Bapak, Zulaikha mau pulang. Zulaikha takut. Ayo kita pulang.”

Ayah Zulaikha erat peluk sang putri. Enggan baginya membiarkan Zulaikha berlarut menggigil karena dingin malam dan ketakutan.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 77x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 76x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 64x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 60x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 56x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share4SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya

Korupsi Layak Masuk Olimpiade

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00