• Latest
Perempuan Penggenggam Pasir - 62D4F82C CC73 46F5 AF4F 2A9594763F39 | Cerpen | Potret Online

Perempuan Penggenggam Pasir

Maret 5, 2025
Perempuan Penggenggam Pasir - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Cerpen | Potret Online

Geopolitik Empati: Bagaimana Kekuasaan Menentukan Siapa yang Boleh Menderita

April 1, 2026
IMG_0573

Jejak Darah di Terbangan (Bagian Kedua): Para Tawanan, Hukuman Gantung, dan Pulangnya Sang Ulee Balang

April 1, 2026
feb80617-be76-419c-9e6f-22ef823bed1a

Trump Akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

April 1, 2026
Takwa

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
di ujung Magrib

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
Perempuan Penggenggam Pasir - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Cerpen | Potret Online

Dari Geopolitik ke Dapur Rakyat: Krisis Global dan Rapuhnya Ekonomi Indonesia

Maret 31, 2026
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Esai
  • PODCAST
Kamis, April 2, 2026
  • Login
  • Register
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
Perempuan Penggenggam Pasir - 62D4F82C CC73 46F5 AF4F 2A9594763F39 | Cerpen | Potret Online

Perempuan Penggenggam Pasir

Redaksi by Redaksi
Maret 5, 2025
in Cerpen
Reading Time: 12 mins read
0
592
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Tak tahan, Zulaikha segera menangis dengan menabrak bahu si pria tua. Tak pelak, hal itu membuat kekagetan penghuni kamar. Dila bangkit dan berteriak menyebut namanya.

“Zulaikha?” Si pria tua mengulang dengan mata nanar tak percaya.

Zulaikha berlari ke lantai atas. Ia buka pintu tanpa sebuah kepedulian. Tak dinyana angin hebat dari badai bercampur guntur segera menghantamnya. Deru hujan berdesing seumpama peluru terjun tajam menyakitkan wajah. Tubuh Zulaikha hampir terbang karena itu. Masih dalam tangis dan kalut, tangannya mengunci pada satu lengkungan besi pembatas. Dalam ketersentakan wujud, nuraninya berkecamuk dan mungkin melebihi topan yang menerjangnya malam ini.

“Zulaikha, putriku. Tunggu!!!!” teriak pria tua yang ikut memburu.

“Berhenti di sana, Pak. Berhenti!!! Atau Zulaikha terjun!”

Si pria tua yang tak lain adalah ayah kandung Zulaikha mengikuti dengan kekhawatiran mendalam.

“Baik, Zulaikha. Baik. Bapak turuti kamu, jangan nekad Nak.”

Baca Juga

di ujung Magrib

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026
Kenangan yang terlupakan di cermin

Kehilangan Cinta Secara Karena Egois

Maret 27, 2026

“Mengapa harus Zulaikha, Pak. Mengapa sengsara ini tak berujung” teriaknya yang lebih terdengar seperti erangan.

Dila dan sahabat yang lain bahkan Bunda Ajeng juga muncul. Semua membujuk agar Zulaikha tenang dan mau bicara baik-baik. 

Badai masih mengamuk hebat. Dila dan Mirna kian cemas menatap bongkahan kargo yang bergeser ke kiri dan ke kanan dipermainkan angin dan gelombang. 

“Bapak macam apa yang menghilang dan meninggalkan putrinya tanpa keingintahuan apakah ia mati atau tidak. Zulaikha ringkih Pak!!!”

“Maafkan, Bapak Zulaikha” getar pria itu bersimpuh memohon ampun.

“Cukup, Zulaikha. Semua bisa kita musyawarahkan. Segera ke sini, jangan nekat begitu!!!” teriak Bunda Ajeng. Di tengah mediasi yang alot tersebut tiba-tiba..

Doooaarrr!!

Sebuah ledakan besar terjadi pada ruang palka. Getar hebat segera menjalar seperti gempa. Semua terdorong dan hampir terlempar ke laut. Sirine berbunyi tanda keadaan genting dan waspada.

Malam itu perkasa samudera aromakan kematian yang selimuti seluruh penghuni kapal. Angin berkecamuk menguarkan murka ke langit yang berkabut. Debur gelombang terjang dan hantami seluruh badan kapal. Kargo kian abnormal yang berujung  luruh dan satu persatu jatuh tenggelam ke dasar laut. Para ABK semua keluar dengan roman kecemasan. 

Ayah Zulaikha segera berlari ke putrinya yang terduduk dan shok.

“Bapak ada untukmu, Nak. Tenanglah. Bencilah engkau setelah ini. Tapi sekarang kau harus selamat. Kuantar kau dan sahabatmu ke sekoci.”

Zulaikha yang bingung dengan suasana jiwanya antara marah, takut, dan senang karena puluhan tahun ia tak merasakan pelukan seorang ayah lantas hanya bisa terus menangis. Sang ayah mengerti itu. 

Dengan dipapah dalam sapuan hujan dan guntur, Zulaikha dan rombongan langsung diarahkan mendekati sekoci.

ADVERTISEMENT

Dari ujung dinding kapal, Nahkoda melalui pengeras suara segera mengumumkan untuk dilaksanakan evakuasi.

“Minta bos untuk jemput pake heli saja!” sergah Bunda Ajeng.

“Tak mungkin. Topan hebat begini tak akan ada heli yang berani datang!” timpal ayah Zulaikha.

“Bapak, Zulaikha mau pulang. Zulaikha takut. Ayo kita pulang.”

Ayah Zulaikha erat peluk sang putri. Enggan baginya membiarkan Zulaikha berlarut menggigil karena dingin malam dan ketakutan.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 359x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 295x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 268x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 226x dibaca (7 hari)
Trumon, Sekelumit Dalam Lintasan Masa
Trumon, Sekelumit Dalam Lintasan Masa
28 Mar 2026 • 187x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Page 8 of 9
Prev1...789Next
SummarizeShare237Tweet148
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

Perempuan Penggenggam Pasir - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Cerpen | Potret Online
Artikel

Geopolitik Empati: Bagaimana Kekuasaan Menentukan Siapa yang Boleh Menderita

April 1, 2026
IMG_0573
Sejarah

Jejak Darah di Terbangan (Bagian Kedua): Para Tawanan, Hukuman Gantung, dan Pulangnya Sang Ulee Balang

April 1, 2026
feb80617-be76-419c-9e6f-22ef823bed1a
#Amerika

Trump Akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

April 1, 2026
Takwa
Artikel

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Next Post
Perempuan Penggenggam Pasir - IMG 20250305 WA0009 | Cerpen | Potret Online

Korupsi Layak Masuk Olimpiade

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • Terms of Service (Syarat dan Ketentuan)
  • Penulis
  • Al-Qur’an

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com