Senarai Puisi Usfa Sri Rezeki

Januari 2024
Oleh: Redaksi

Ketegaran Cinta

Oleh Usfa Sri Rezeki

Duhai cinta

Kau buat aku bahagia

Kau buat kadang aku berduka

Namun aku terus mengikutimu

Duhai cinta

Rasa yang terukir di lubuk hati

Membuat lidahku kelu tuk berkata

Diam lebih bahagia

Merenung sembari tersenyum sendiri tanpa kata

Duhai cinta

Tak kubiarkan rasa itu pupus dimakan masa

Kau terukir indah di lubuk hati yang terdalam

Tak kan tergantikan rasa itu

Walau badai menerpa

Cintaku kan tegak

Tegar sampai menutup mata

Duhai cinta

Akulah wanita yang paling bahagia

Kuyakin seluruh dunia tahu

Bahagiaku karna cintaku

Yang terus ada bernaung di lembah hati 

 

Karena Kutakut

Oleh Usfa Sri Rezeki

Tidak kutinggikan sanggulku

Karna kutakut menyerupai pungguk unta

Tidak kupanjangkan kuku ini

Agar tampak indah jemariku

Karna itu juga kan membawa dosa

Tidak kubiarkan mata ini memandang jalang

Karna kutahu nantinya kan membawa petaka

Semua itu kulakukan karna kutakut padaMu ya Rab…

Aku bukanlah siapa siapa

Aku hanya hamba yang hina dina

lumuran dosa yang melekat

Bagaikan debu yang bertebaran ditiup angin.

Bagaikan buih yang ada di lautan samudra

Sungguh aku sangat nista

Maka ampuni aku ya Rab…..

 

Pak Mae

Usfa Sri Rezeki

Setiap pagi kutelusuri jalan ini

setiap kali kuberjumpa dengan dirinya

Entah kebetulan

Ataukah memang itu pekerjaan hariannya

Dengan sebuah kail kecil

cuma sekitar 3 meter tali pancingnya

Dia terus dengan sabar menanti mangsa yang tersangkut di kailnya

Entah untuk siapa hasilnya

Entah untuk apa dia mengumpulkan ikan-ikan kecil itu

dijualkah..

atau untuk keluarganya sehari hari

Ah….tak mungkin

kutanya pada orang sekitar

ternyata bang mae hidup sebatang kara

belum punya keluarga

Berarti..

Mengail adalah hobby sekaligus untuk menafkahkan dirinya sendiri..

Sungguh prihatin

Tapi aku tak terlihat kesedihan di wajahnya

dia selalu nampak ceria

Tanpa beban

Tanpa nestapa

 

Keperaduan

Usfa Sri Rezeki

Sunyi…

rumahku bagai diselimuti kabut hitam

Tak ada celah terang di sana

Seisi rumah terasa hitam dan kelam

Kemanakah cahaya-cahaya itu bersembunyi

Wahai rembulan…

di manakah kau simpan cahayamu…

Tampakkan lah dirimu agar rumahku bisa terang walaupun remang-remang

Apakah sinarmu sedang tidur

Ataukah  sedang berduka

Atau ….sinarmu sedang rehat

karna lelahnya sinar yang telah kau pancarkan.

Kalau begitu,biarlah kupejamkan mata

Agar semua gelap

semoga hari esok sinarmu akan kembali bercahaya.

Tentang Penulis
Majalah Perempuan Aceh

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Terbaru

Puisi terbaru untuk dibaca

Populer

Puisi yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist