Rabu, April 22, 2026

Perempuan Penggenggam Pasir

Oleh Redaksi
05 Maret 2025
11 menit baca
Perempuan Penggenggam Pasir - 62D4F82C CC73 46F5 AF4F 2A9594763F39 | Cerpen | Potret Online
Perempuan Penggenggam Pasir

Tetangga? Jangan tanya lagi. Kesekian kali cemeti lidah mereka memecut hati. Cambukan itu bertambah pilu tak bertata krama manakala Zulaikha harus memutuskan untuk pengguguran janin. 

“Kamu nggak perlu larut lebih jauh. Udah bener keputusanmu. Kamu berhak bahagia. 

Larung sesak dan kenangan. Tiba di Macau nanti, nikmati surga yang disediakan Tuhan untukmu,” kata Bunda Sofia, mucikari yang jadi induk semang Zulaikha. Tubuhnya gemuk, riasan tebal  dengan mata sayup teduh.  Bunda Sofia merupakan sosok dingin yang disegani di kingdom prostitusi bentukannya.

Belum usai. Zulaikha menggigit bibir bawahnya dengan gigi.

“Om Handarbeni?”

“Oh tidak lagi” geleng Bunda Sofia malas melanjutkan “bedebah tua itu mati karena over, Zulaikha? Bukan salahmu.”

“Tapi…”

“Untuk itulah kita di sini” potong Bunda. 

“Bunda nggak mau kamu balik ringkih lagi.”

“Bang! Bener nggak ini titik koordinatnya. Sudah sejam lebih” gerutu Anggi, seorang dari 6 penumpang termasuk Zulaikha. Semuanya berprofesi sama.

“Udah nggak usah ngeluh, oke” komando Bunda Sofia “lepas ini, bunda nggak bisa lagi dampingi kalian. Nah itu…!!!” tunjuk Bunda ke sebuah kapal kargo yang pelan mendekat.

Majalah Perempuan Aceh

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Populer

Artikel yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir

Baca juga

F X W

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist