Kedermawanan Melebihi Angin Berembus

Rasulullah menjawab, “Bukankah Allah telah menjadikan bagi kalian jalan untuk bersedekah? Sesungguhnya setiap tasbih merupakan sedekah, setiap takbir merupakan sedekah, setiap tahmid merupakan sedekah, setiap tahlil merupakan sedekah, mengajak pada kebaikan adalah sedekah, melarang dari kemungkaran adalah sedekah, dan berhubungan intim dengan istri kalian adalah sedekah.”
Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana bisa salah seorang di antara kami melampiaskan syahwat lalu mendapatkan pahala? Nabi bersabda, “Bagaimana pendapat kalian seandainya hal tersebut disalurkan di jalan yang haram, bukankah akan mendapatkan dosa? Demikianlah halnya jika dilakukan pada jalan yang halal, maka akan mendapatkan pahala.” (HR. Muslim, no. 1006).
Ibnu Rajab Al-Hambali rahimahullah menguraikan bahwa hadits itu menggambarkan bahwa orang miskin bersifat ghibtah (ingin berlomba) dengan orang kaya ( ahlud dutsur, ad-dutsur artinya harta). “Mereka cemburu agar bisa meraih pahala seperti orang kaya yang mudah dalam bersedekah. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menunjukkan kepada mereka apa yang mereka mampu kerjakan.” ( Jaami’ Al-‘Ulum wa Al-Hikam, 2:57)
Sedangkan Syaikh Shalih bin Fauzan bin ‘Abdillah Al-Fauzan hafizhahullah menjelaskan bahwa,s “Hadits ini menjelaskan begitu banyak jalan kebaikan. Allah pun memudahkan kita untuk menempuh jalan kebaikan tersebut. Dan ingatlah setiap orang pasti menginginkan berbuat baik, termasuk yang kaya dan yang miskin.” ( Al-Minhah Ar-Rabbaniyyah fii Syarh Al-Arba’in An-Nawawiyyah, hal. 207).
Maka bulan suci Ramadan ini sejatinya merupakan gelanggang terbuka perlombaan meningkatkan kedermawanan bagi semua kelas sosial ekonomi. Bagi para aghniya yang memiliki limpahan harta untuk meningkatkan sifat karim hingga mendekati kedermawanan melebihi embusan angin seperti dicontohkan Nabi ﷺ, sementara bagi yang berkekurangan tetap memiliki semangat berderma dengan menyediakan buka puasa meski hanya dengan sebutir kurma, seteguk air, atau seketul roti, karena pahala memberikan puasa kepada orang yang berpuasa adalah sebesar pahala orang yang berpuasa itu tanpa mengurangi pahala yang diberi derma.
Betapa indah dan luhurnya sifat karim yang dimudahkan Tuhan, Saudaraku.
3 Ramadan 1446 H/3 Maret 2025




















