Al-Quran With Love: Sebuah Social Experiment tentang Memudahkan Diri Membaca Al-Qur’an

So, hasilnya? Menunggu istri ambil uang di ATM, 10 menit. Menunggu istri belanja di Warung A, 9 menit dan di WarungB, 5 menit. Dalam total waktu 24 menit itu saya bisa membaca hampir 50 ayat surat Al-Baqarah.
Sekali lagi bacanya santuy, nggak buru-buru, santai saja dengan berusaha menerapkan tajwidnya.
Hmmm… saya tercengang dengan hasil ini. Betapa dalam hati saya tumbuh kebahagiaan dan rasa produktif, waktu yang semula terasa terbuang jadi berisi kegiatan yang berguna.
Biasanya para suami yang menunggu begini paling-paling baca WA atau browsing internet.
Untuk hari ketiga ini saya mencoba ide untuk “social experiment” berikutnya. Pertanyaan: berapa banyak waktu yang dihabiskan setiap hari untuk membaca WA plus scolling/browsing? Dan apa yang terjadi jika waktu itu dibagi dua, setengah untuk baca WA setengah lagi ganti dengan baca Quran? Hmm… ini menarik dicoba. Kalaupun SocEx ini tidak memenuhi standar akademik penelitian manapun, namun saya memang ingin bersenang-senang saja.
Lagi pula saya agak resah sedikit dengan kebiasaan scrolling video pendek (short). Anda merasa tidak bahwa scrolling video pendek itu ada “setan waktu”-nya. Memang video itu pendek-pendek, beberapa malah hanya satu menit. Tapi ia“setan” itu merayu kita untuk scrolling dan scrolling, teruuus…menonton video demi video, berikutnya dan berikutnya lagi, tak terasa satu jam dan sekian gigabita sudah terhisap olehnya.




















