POTRET Online
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

Derai Air Mata di Pintu Gerbang Sritex

Rosadi JamaniOleh Rosadi Jamani
March 2, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Rosadi Jamani

Hari itu, 1 Maret 2025. Langit mendung menggantung di atas pabrik PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) di Sukoharjo, Jawa Tengah. Tidak ada lagi suara mesin jahit. Tidak ada lagi langkah tergesa pekerja yang bergegas ke lini produksi. Hanya ada ribuan manusia yang berdiri, menangis, dan menatap kosong ke arah bangunan megah yang telah menjadi rumah mereka selama puluhan tahun.

Di depan gerbang, pemilik Sritex berdiri. Mikrofon di genggamannya bergetar. Ia menarik napas dalam, menahan emosi yang hampir pecah. Dengan suara berat, ia mulai menyanyikan lagu perpisahan. Suaranya lirih, bergetar. Namun tak butuh waktu lama, ribuan suara mengiringinya. Lagu itu berubah menjadi tangisan kolektif. Tangisan yang lahir dari kehilangan.

Hari itu, Sritex resmi tutup. Raksasa tekstil yang pernah menjadi kebanggaan Indonesia, yang pernah memasok seragam militer untuk NATO dan pakaian merek dunia seperti H&M, akhirnya tumbang.

Sritex bukan sekadar pabrik. Bagi lebih dari 10.000 pekerjanya, ini adalah hidup mereka. Tempat mereka menghabiskan puluhan tahun bekerja, membangun rumah tangga, membesarkan anak-anak. Sekarang? Semua itu hancur.

Ketika pandemi COVID-19 melanda, Sritex mulai goyah. Permintaan global anjlok. Pesaing dari luar negeri masuk dengan harga lebih murah. Hutang menumpuk. Hingga akhirnya, pada Oktober 2024, Pengadilan Negeri Niaga Semarang menjatuhkan palu: pailit.

Sritex mencoba melawan. Mereka mengajukan kasasi, berharap ada jalan keluar. Namun kenyataan berbicara lain. Kreditur menuntut pembayaran. Produksi makin lesu. Di awal 2025, tak ada lagi yang bisa dilakukan selain menyerah.

Di tengah gelombang PHK massal, ada satu janji yang terus terngiang di benak para buruh. Janji dari Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer, yang akrab disapa Noel.

“Saya lebih baik kehilangan jabatan saya daripada harus melihat kawan-kawan buruh dipecat.”

📚 Artikel Terkait

Menulis itu, Sebuah Ritual Kecil yang Sakti

Nurmiaty: Buku Adalah Jendela Dunia

MONEY POLITIC

Maguen Food Menawarkan Produk Sehat dan Praktis

Ucapan itu keluar dari mulutnya saat berkunjung ke pabrik Sritex pada 15 November 2024. Saat itu, ia berjanji pemerintah akan berjuang. Bahwa mereka tidak akan membiarkan ribuan pekerja kehilangan mata pencaharian.

Namun kini? Pemerintah angkat tangan. Tak ada bailout, tak ada penyelamatan. Semua yang pernah dijanjikan hanya tinggal kata-kata yang tersapu angin.

Salah satu mantan pekerja, Sutarmi (52 tahun), menangis saat diwawancarai.

“Saya kerja di sini dari umur 20, Pak. Sekarang saya harus apa? Usia saya sudah tua, siapa yang mau terima saya?”

Ratusan pekerja lain bernasib sama. Mereka bukan hanya kehilangan pekerjaan, tapi juga kehilangan harapan.

Sebagai pabrik tekstil terbesar di Asia Tenggara, Sritex pernah berjaya. Memiliki lebih dari 50.000 karyawan, mengirim produknya ke lebih dari 100 negara, dengan omzet triliunan rupiah.

Namun hari ini, semua tinggal kenangan.

Di dalam pabrik, mesin-mesin jahit berdiri kaku. Kain-kain yang dulu ditenun dengan harapan kini hanya menjadi sisa-sisa kegagalan. Lorong-lorong yang dulu dipenuhi suara pekerja kini sunyi.

Sritex, yang namanya berarti Sri Rejeki Isman, kini kehilangan rejekinya sendiri. Di depan gerbang, di bawah langit yang mendung, ribuan pekerja menatap kosong. Mereka bertanya dalam hati, habis ini, ke mana kami harus melangkah?

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 76x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 68x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 56x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Rosadi Jamani

Rosadi Jamani

Please login to join discussion
NETWORK POTRET
ANAK CERDAS
Artikel terbaru
Buka Majalah Anak Cerdas →
#Pendidikan

Membangun Kemampuan Meneliti Para Siswa SMA

Oleh Tabrani YunisMarch 8, 2026
POTRET Utama

Generasi Indonesia Emas  Kehilangan Bonus

Oleh Tabrani YunisMarch 5, 2026
Catatan Perjalanan

Melihat Timor Leste Menikmati Kemerdekaannya

Oleh Tabrani YunisFebruary 23, 2026
Budaya Menulis

Memadukan Storytelling Lewat Melukis Kata dengan Foto Jurnalistik

Oleh Tabrani YunisFebruary 22, 2026
Pendidikan

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    170 shares
    Share 68 Tweet 43
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
149
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
211
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
97
Postingan Selanjutnya

Opu Daeng Risadju: Nyala Perlawanan di Bumi Celebes

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Al-Qur’an

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00