POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Perempuan

Opu Daeng Risadju: Nyala Perlawanan di Bumi Celebes

Jejak Perempuan di Palagan Nusantara (12)

Gunawan Trihantoro by Gunawan Trihantoro
Maret 5, 2025
in Perempuan, POTRET Budaya, Puisi Essay
0
Opu Daeng Risadju: Nyala Perlawanan di Bumi Celebes - 1000387713 | Perempuan | Potret Online

Ilustrasi dari AI

Oleh Gunawan Trihantoro
Sekretaris Komunitas Puisi Esai Jawa Tengah


Pada periode 1880-1962, Risadju menjadi anggota Partai Syarekat Islam Indonesia (PSII) cabang Parepare. Selama itu juga ia dengan giat menyebarkan propaganda tentang Islam. [1]


Di tanah yang dilukis oleh gelombang,
berdiri seorang perempuan dengan tekad membaja.
Bukan sekadar ibu, bukan sekadar istri,
melainkan nyala yang tak padam diterpa angin penjajahan.

Opu Daeng Risadju: Nyala Perlawanan di Bumi Celebes - 9adabb78 9bed 4670 a770 633a95dafba4 | Perempuan | Potret Online
Baca Juga
POTRET Budaya
Perjalanan Suci Sang Mentari
20 Feb 2026

Darah Bugis mengalir di nadinya,
seperti laut yang tak mengenal takut.
Dari kecil, ia diajarkan menolak tunduk,
sebab kehormatan adalah napas bagi yang merdeka.

“Jangan kau kira aku rapuh,
Jangan kau sangka aku gentar!
Aku adalah ombak yang tak pernah letih menghantam,
Aku adalah api yang membakar rantai penjajahan!”

Opu Daeng Risadju: Nyala Perlawanan di Bumi Celebes - IMG 20250502 WA0010 | Perempuan | Potret Online
Baca Juga
Aceh
Tradisi Mengaji Shalat Magrib di Aceh Memudar: Alarm Sosial dari Serambi Mekkah
29 Jun 2025

-000-

Matahari menyapu pesisir tanah Sulawesi,
menyoroti wajah yang tak pernah gentar.
Opu Daeng Risadju, perempuan Bugis,
bukan sekadar nama, tapi keberanian yang menjelma tubuh.

Baca Juga
Artikel
Catatan Kecil di Balik Harapan Besar
31 Des 2023

Di saat lelaki ragu menantang kolonial,
Ia mengangkat suara, lantang dan tajam.
Di lorong-lorong kota hingga pelosok desa,
namanya dibisikkan, menjadi semangat yang menjalar.

“Bangkitlah, wahai anak-anak Celebes,
Laut kita luas, tanah kita subur,
Jangan biarkan mereka merampasnya!
Jangan biarkan kita menjadi budak di tanah sendiri!”

-000-

Perlawanan punya harga,
dan penjajah tak suka kata merdeka.
Opu Daeng Risadju ditangkap,
karena suaranya lebih tajam dari tombak, lebih kuat dari mesiu.

Di pengadilan, ia berdiri tegak,
tangan boleh terbelenggu, tapi hati tetap bebas.
Mereka menawarkannya tunduk,
namun jawabnya adalah tawa yang mencemooh.

“Bisa kau rantai tubuhku,
Bisa kau siksa ragaku,
Tapi kau takkan membungkam jiwaku,
Sebab aku adalah perlawanan itu sendiri!”

-000-

Ia menua dalam pengasingan,
tulangnya mungkin rapuh, tapi semangatnya tetap menyala.
Ia tahu, kemenangan bukan soal esok atau lusa,
tapi soal tak pernah menyerah pada penjajah.

Saat kemerdekaan akhirnya tiba,
namanya mungkin tak sebesar para pria,
tapi tanpa nyalinya, tanpa suaranya,
sejarah takkan mencatat kisah yang sama.

Kini, di angin yang berhembus dari laut Celebes,
masih terdengar bisikan perjuangannya.
Di tiap ombak yang menghempas pantai,
masih ada nyalanya yang tak pernah padam.

“Jangan biarkan negeri ini kehilangan nyalinya,
Jangan biarkan perjuangan ini menjadi sia-sia!
Selama ada yang melawan ketidakadilan,
Aku, Opu Daeng Risadju, tetap hidup!”


Rumah Kayu Cepu, 24 Februari 2025

CATATAN:
[1] Puisi esai ini disinspirasi dari kisah Opu Daeng Risadju. Meski sudah usia nenek, Opu Daeng Risadju dari Tanah Luwu berani menanggung siksaan NICA demi mengamalkan ‘amar ma’ruf nahi munkar’. https://tirto.id/opu-daeng-risadju-menentang-kolonialisme-di-usia-senja-cH4P

Ikuti Kami
Channel WhatsApp Potret Online
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp kamu
Ikuti Sekarang
Next Post
Opu Daeng Risadju: Nyala Perlawanan di Bumi Celebes - e76c585c b71b 4151 b1cc 946d87a33a66 | Perempuan | Potret Online

Meraih Rahmat Allah SWT di Bulan Ramadan

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah