POTRET Online
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

Sungai Yang Meminta Kedatangan

Heri HalilingOleh Heri Haliling
February 20, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh : Heri  Haliling

Sebuah bendungan  membelah sungai lebar nan panjang di samping pusat kota yang sarat dengan kecongkakan. Di atas bendungan adalah jalan raya yang difungsikan sebagai  penghubung warga  yang akan merangkak ke kota.

Sejatinya, cerita ini bukan tentang hiruk pikuk kekejaman kota yang merajam warga di pinggiran sungai. Mula kisah ini justru lahir di antara kecokelatan air, tumpukan bambu, ranting pohon, plastik chiki-chiki, botol minuman plastik, puluhan popok sampai alat kontrasepsi, serta ‘maaf’ kotoran manusia yang mengambang. Dengan siraman air keruh dari turbin yang terbuka, semua lanskap sampah itu seumpama perhiasan yang berkerumun di leher bawah bendungan.

Adalah Pak Prehatin yang berperawakan kurus dengan kaos oblong putih kumal dan mengenakan topi temuannya yang terlihat berjemur ria di tengah sengat surya yang membakar.

Kedua tangan legamnya erat mendorong tiang bambu yang sebentar-sebentar menghujam melajukan sampan. Bersama putranya yang masih SMP, Kinong kadang menggerutu kala mendampingi sang bapak dalam menerebas meteran sampah yang mengapung di air pasang sekitaran bendungan.

“Orang lain bekerja ke kota. Kita mulung, gengsi dikit, Pak” celetuknya yang memang berdasar.

“Kau sangka tetangga kita yang ke sana juga nggak mulung? Sama saja, bukan? Lagian Nong,  profesi ini lebih menjanjikan dari mereka yang utamakan gengsi.”

Kinong yang berkulit kurang lebih dengan bapaknya mencoba menutup alis dengan tangan. Kebiasaannya yang enggan bertopi dibayar lunas oleh matahari siang ini.

“Kinong malu, Pak. Di mana-mana selalu jadi bahan ejekan.”

📚 Artikel Terkait

Silaturahmi Idul Fitri 1446 Hijriyah di Kota Jember, 

Keterbatasan Yang Tak Membatasiku

Sarjana BK Dilarang Menganggur

Kemeriahan Maulid Nabi di Gampong Sumbok Rayeuk Aceh Utara

Sampan menyusur pelan. Merasa tempat yang diperkirakan, mata Pak Prehatin mulai menjalar dan merabai setiap celah dalam hamparan sampah. Sekarang semua bau menjadi satu. Mulailah Pak Prehatin dan putranya menarik baju membungkus lubang hidung.

“Yang pantas malu itu orang yang pake jasa Bapak, Nong. Nah itu!!!..” tunjuk Pak Prehatin menemukan apa yang dicari.

Kinong tertarik. Dia yang semula lemas dan posisi duduk sekejab berdiri. Bau mulai kurang manakala sebentar lagi akan tergantikan dengan wangi lembar upahan.

“Siapkan tali agar tak hanyut lagi, Nong.”

Permintaan sang ayah segera dipenuhi. Pak Prehatin mulai mengarak-arik tumpukan bambu dan plastik. Membuat jalan, itu yang sedang dipikirkan.

Kinong di belakang menatap objek temuan itu dengan tak lekang. Puluhan mungkin hal begini telah mereka lewati. Awalnya canggung dan jijik. Selepasnya hanya malu yang belum bisa pergi.  Sementara ketakutan? Akhh..!!Sudah musnah dalam pikiran.

Pak Prehatin menceburkan diri tanpa ragu. Berserak sampah itu menciptakan ruang lingkar akibat bobot yang dijatuhkan lalu segera merapat dan mengurung. Pak Prehatin hampir hanyut karena arus liar. Belum lagi kadang kakinya serasa ditarik sebuah pusaran.

Bertahan dia dengan jejakan kuat dan dorongan lengan seumpama sayap. Dalam posisi mengapung dihimpit aneka kotoran, plastik, dan dedaunan; Pak Prehatin  yang yakin dengan kestabilannya lalu beri aba-aba untuk putranya.

“Ku ikat dulu kayak biasa. Baru kau tarik, Nong.”

“Ya, Pak” tanggap Kinong memperhatikan objek beku yang mengambang dengan rupa wajah menatap langit. Perempuan, masih muda. Usia kisaran 20 tahun; matanya mendelik dengan mulut menganga. Duh Gusti, batin Kinong tak mengerti.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 77x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 69x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 56x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Heri Haliling

Heri Haliling

Heri Haliling merupakan nama pena dari Heri Surahman. Beliau pengajar di SMAN 2 Jorong. Heri Haliling selain mengajar juga aktif menulis baik cerpen atau novel dalam aplikasi GWP atau Kwikku. Beberapa karyanya yang telah terbit antara lain: 1. Novlet Rumah Remah Remang, 2024 (J-Maestro). 2. Novel Perempuan Penjemput Subuh, menjadi juara 2 Sayembara Menulis Novel Guru dan Dosen Tahun 2024 (PT Aksara Pustaka Media). 3. Beberapa cerpennya telah termuat dalam media cetak dan digital seperti Balipolitika, Radar Utara, Radar NTT, Negeri Kertas.com, Kaltim Post, Kompasiana, dan Republika

Please login to join discussion
NETWORK POTRET
ANAK CERDAS
Artikel terbaru
Buka Majalah Anak Cerdas →
#Pendidikan

Membangun Kemampuan Meneliti Para Siswa SMA

Oleh Tabrani YunisMarch 8, 2026
POTRET Utama

Generasi Indonesia Emas  Kehilangan Bonus

Oleh Tabrani YunisMarch 5, 2026
Catatan Perjalanan

Melihat Timor Leste Menikmati Kemerdekaannya

Oleh Tabrani YunisFebruary 23, 2026
Budaya Menulis

Memadukan Storytelling Lewat Melukis Kata dengan Foto Jurnalistik

Oleh Tabrani YunisFebruary 22, 2026
Pendidikan

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    170 shares
    Share 68 Tweet 43
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
149
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
211
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
97
Postingan Selanjutnya

Manajemen Demokrasi

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Al-Qur’an

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00