POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home #Jember

Silaturahmi Idul Fitri 1446 Hijriyah di Kota Jember, 

Redaksi by Redaksi
April 6, 2025
in #Jember, Catatan Perjalanan, Jalan-jalan, Jalan-Jalan, Jawa Timur
0
Silaturahmi Idul Fitri 1446 Hijriyah di Kota Jember,  - a7817618 69d5 438c 8528 be87d8d7a09f | #Jember | Potret Online

Mencicipi Jajanan Jadul “Suwar -Suwir” Hingga Makan Malam di Warung “Bu Ony” 

‎Oleh: Anies Septivirawan

‎Nuansa hari raya idul Fitri 1446 Hijriyah  masih terasa kental. Hal itu masih tampak dari masih banyaknya umat muslim di indonesia melakukan safari silaturahmi kepada para sanak, saudara dan para handai taulan. 

Baca Juga
  • 01
    Jalan-jalan
    Segala Urusan Akan Dimudahkan Jika Kita Mencintai Anak Yatim
    05 Mar 2018
  • 02
    Jalan-jalan
    PAH Cetuskan Gerakan Politik Hijau
    29 Mei 2017

‎Tidak terkecuali di Situbondo. Aku dan keluarga masih melakukan safari silaturahmi yang kuawali beranjangsana ke rumah pamanku pada tanggal 1 Syawal dilanjutkan mudik ke rumah kampung halaman istriku di kecamatan Genteng, Banyuwangi. 

‎Dan sekarang, hari ini, Sabtu, tanggal 5 April 2025 Masehi atau 6 Syawal 1446 Hijriyah, aku dan keluarga melakukan safari silaturahmi ke rumah saudara kandungku yang tertua di kota Jember yang terkenal julukannya dengan  kota “Suwar-Suwir”.  

Baca Juga
  • 01
    Jalan-jalan
    Seni, Kerukunan, dan Tanggung Jawab Pekerja Kreatif
    27 Apr 2025
  • Silaturahmi Idul Fitri 1446 Hijriyah di Kota Jember,  - IMG 20250120 WA0014 scaled | #Jember | Potret Online
    Aceh
    Lebih Dekat Mengenal JASARODA
    20 Jan 2025

Mendengar namanya, aku sangat penasaran tentang bentuk dan rasanya serta bahan bakunya. 

‎Syahdan,  selepas waktu shalat ashar, aku dan istriku meluncur dan segera mencari tempat jajanan khas Indonesia Jember tersebut.  Tepat pada pukul 15.00, kami berdua tiba di toko yang menjual “Suwar-Suwir” itu. 

Baca Juga
  • Silaturahmi Idul Fitri 1446 Hijriyah di Kota Jember,  - e2cb87eb d3d0 4b3e bdaf 7bae75fbbd7a | #Jember | Potret Online
    Jalan-jalan
    MEMBACA CATATAN KEBENCIAN
    05 Nov 2023
  • 02
    Jalan-jalan
    Tas Nano Motif Aceh
    09 Okt 2017

‎Ternyata tidak hanya satu toko itu saja yang menjual makanan kue khas Kabupaten Jember tersebut. Tempatnya, berlokasi di Jalan Gajah Mada ada sekitar sepuluh toko berderet dari barat ke timur di sepanjang jalan Gajah Mada yang masuk dalam wilayah Kecamatan Kaliwates, Jember. 

‎Jajanan jaman dulu (jadul) yang disebut “Suwar -Suwir” ini sudah aku dengar sejak aku duduk di bangku SD, berpuluh tahun lalu. Tapi, anehnya, aku baru mendengar sekarang nama itu.  Maka dari itu, aku mencoba menepis rasa penasaranku dengan cara mendatangi “Pusat Ole-ole” di Kota Jember ini. Walhasil, aku pun bertemu dengan makanan yang katanya berbahan baku dari tape (buah singkong yang difermentasi). 

‎Di etalase toko itu, sudah tampak “Suwar -Suwir berbagai bentuk kemasan dan rasa. Mulai dari rasa asli tape hingga rasa sirsak. Harganyapun bervariasi, terganggu besar atau kecilnya kemasan kue itu. 

‎Aku memilih kemasan ukuran kecil dan sedang. Dan varian rasa yang kubeli adalah “Suwar -Suwir rasa asli tape., seharga Rp 70 ribu. Lumayanlah, untuk “buah tangan” atau ole -ole teman – teman dan saudara di Situbondo.  

‎Dan ketika senja hari kami lalui di Kabupaten Jember, perut kami sekeluarga mulai terasa lapar. Kami pun mencari menu makanan murah dan enak di sepanjang jalan Gajah Mada, masih di kawasan Kecamatan Kaliwates. 

‎Kemudian kami temukan sebuah warung lesehan (warles)  yang menyuguhkan menu makanan yang kebanyakan orang yang singgah makan di warung itu. 

‎Aku, istri dan anakku  duduk lesehan di tikar dan karpet warung itu.  kutemukan di daftar menu ada lalapan ayam, gurami, lele, tempe hingga bebek bledek yang harganya sangat pas di kantongku aiias murah. Dan… tentu saja rasanya membuat lidah kami tidak kecewa alias enak. 

‎

Anies Septivirawan adalah penulis seni budaya tinggal dua berasal dari Situbondo, Jawa Timur. Pria yang telah menulis 3 buku antologi puisi tunggal ini juga telah menyemarakkan sejumlah buku antologi puisi bersama. Puisi – puisinya pernah satu buku dengan Gol A Gong dan Tengsoe Tjahyono. Ia juga menulis sehari – hari di sebuah media online di Jawa Timur. Baginya, penulisannya adalah upaya mengusir ion -ion negatif dari dalam tubuh. Baginya juga, menulis adalah upaya untuk menyehatkan jiwa dan raga, dan pastinya, panjang umur.

Anies Septivirawan adalah penulis seni budaya tinggal dua berasal dari Situbondo, Jawa Timur. Pria yang telah menulis 3 buku antologi puisi tunggal ini juga telah menyemarakkan sejumlah buku antologi puisi bersama. Puisi – puisinya pernah satu buku dengan Gol A Gong dan Tengsoe Tjahyono. Ia juga menulis sehari – hari di sebuah media online di Jawa Timur. Baginya, penulisannya adalah upaya mengusir ion -ion negatif dari dalam tubuh. Baginya juga, menulis adalah upaya untuk menyehatkan jiwa dan raga, dan pastinya, panjang umur.

Previous Post

Ketika Konsep Pendidikan Teraplikasi Apik dari Visi Misi Negara

Next Post

Laboratorium Rasa Takut

Next Post
Silaturahmi Idul Fitri 1446 Hijriyah di Kota Jember,  - images 5 | #Jember | Potret Online

Laboratorium Rasa Takut

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah