• Latest
Laboratorium Rasa Takut - images 5 | Puisi Essay | Potret Online

Laboratorium Rasa Takut

April 6, 2025
Untitled design

Anak Pertama: Benarkah Selalu Lebih Mandiri dan Dewasa?

April 20, 2026
Laboratorium Rasa Takut - 1001377472_11zon 1 | Puisi Essay | Potret Online

Ketika Sungai Mengalirkan Lebih dari Sekadar Air

April 20, 2026

Dialektika Dalam Seni, Sastra, Pendidikan, dan Pageant.

April 20, 2026
56b8b820-aa0d-4796-86af-eee26b4e8bbc

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

April 20, 2026
93f22f86-ef8e-40bd-be7a-654413740c48

Pasar, Telur, dan Sebuah Catatan Kebudayaan dari Pundensari

April 20, 2026
7bf2ddcd-f2b6-4ca2-97c0-0cc808683181

Sigupai Mambaco Gelar “Mahota Buku” April di Abdya, Diskusikan Peran Perempuan hingga Kritik Sosial

April 20, 2026
Laboratorium Rasa Takut - IMG_9514 | Puisi Essay | Potret Online

Aceh Tak Butuh Senjata untuk Merdeka

April 20, 2026
48d7d57b-a685-47a6-bf7f-8bf53ffac0d0

Membaca Konsep Dinas Pendidikan Provinsi Aceh Membangun Budaya Literasi  di Aceh

April 19, 2026
Senin, April 20, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Laboratorium Rasa Takut

Gunawan Trihantoro by Gunawan Trihantoro
April 6, 2025
in Puisi Essay
Reading Time: 2 mins read
0
Laboratorium Rasa Takut - images 5 | Puisi Essay | Potret Online
585
SHARES
3.2k
VIEWS

Oleh Gunawan Trihantoro

Edy Meiyanto, guru besar Fakultas Farmasi UGM, terjerat kasus kekerasan seksual. Berdasarkan hasil investigasi satgas PPKS UGM, terungkap modus pelaku. [1]


Di sini, di antara dinding-dinding yang hafal
setiap rumus molekul, setiap teori farmasi,
kau berdiri dengan jas lab putihmu,
seperti dewa kecil yang memegang kunci nilai.

Tapi hari ini, bukan struktur kimia yang kau ajarkan,
bukan dosis obat yang kau hitung.
Hari ini, kau ukir ketakutan di mata mahasiswimu,
dengan tangan yang seharusnya menulis persamaan,
bukan merobek batas tubuh.

-000-

“Kita harus diskusi privat,” katamu.
“Kamu butuh bimbingan ekstra.”
Kelas kosong, lampu redup,
pintu terkunci, seperti kotak pandora
yang hanya kau yang punya kunci.

Kau hitung mundur sebelum menyentuh:
“Kamu mau lulus, kan?”
“Jangan bilang siapa-siapa.”
Kau tahu mereka tak punya pilihan,
karena kau adalah sistem,
dan sistem tak pernah bersalah.

-000-

Aku tidak menangis saat kau sentuh leherku,
karena air mata terlalu mahal
untuk dibayar dengan nilai A.

Aku tidak berteriak,
karena suaraku sudah kau simpan
di laci meja kerjamu,
bersama surat-surat rekomendasi
dan sertifikat penghargaan.

-000-

Oh, almamater!
Kau bangga dengan rankingmu,
tapi lupa bahwa di balik piala-piala,
ada tubuh-tubuh yang gemetar
setiap mendengar langkah dosen
melewati koridor.

Di sini, keadilan adalah tesis yang belum selesai,
disertasi yang tak pernah dipertahankan.
Karena ketika korban berbicara,
yang terdengar hanya bisikan:
“Jangan rusak nama kampus.”

-000-

Kini kau duduk di kursi pesakitan,
jas labmu diganti rompi tahanan.
Tapi aku tahu,
hukum hanya akan memberimu hukuman,
bukan mengembalikan
segala yang kau ambil dengan paksa.

Aku masih terbangun di malam hari,
merasakan tanganmu seperti racun
yang tak bisa diurai
oleh semua obat di laboratoriummu.


Rumah Kayu Cepu, 5 April 2025

CATATAN:
[1] Puisi esai ini terinspirasi dari kasus kekerasan seksual yang melibatkan guru besar Farmasi UGM seperti dilaporkan Detik Jogja di https://www.detik.com/jogja/berita/d-7854793/terungkap-ini-modus-guru-besar-farmasi-ugm-lakukan-kekerasan-seks?mtype=mpc.ctr.A-boxccxmpcxmp-modelA

• “Kekerasan seksual bukan hanya tentang sentuhan, tapi tentang penghancuran hak untuk merasa aman.”

Share234SendTweet146Share
Gunawan Trihantoro

Gunawan Trihantoro

Gunawan Trihantoro adalah seorang penulis kelahiran Purwodadi tahun 1974. Ia merupakan alumni Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang mulai aktif menulis sejak masa kuliahnya. Karya-karyanya telah terbit di berbagai media cetak dan online. Gunawan aktif dalam berbagai komunitas kepenulisan, termasuk Satupena, Kreator Era AI, dan Komunitas Puisi Esai Jawa Tengah. Selain itu, ia juga berkontribusi sebagai penulis buku-buku naskah umum keagamaan dan moderasi beragama di Kementerian Agama RI selama periode 2022–2024. Hingga kini, Gunawan telah menghasilkan puluhan buku, baik sebagai penulis tunggal maupun penulis bersama, yang memperkuat reputasinya sebagai salah satu penulis produktif di bidangnya.

Next Post

BENGKEL OPINI RAKyat

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com