POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Puisi Essay

Laboratorium Rasa Takut

Gunawan Trihantoro by Gunawan Trihantoro
April 7, 2025
in Puisi Essay
0
Laboratorium Rasa Takut - images 5 | Puisi Essay | Potret Online

Oleh Gunawan Trihantoro

Edy Meiyanto, guru besar Fakultas Farmasi UGM, terjerat kasus kekerasan seksual. Berdasarkan hasil investigasi satgas PPKS UGM, terungkap modus pelaku. [1]


Di sini, di antara dinding-dinding yang hafal
setiap rumus molekul, setiap teori farmasi,
kau berdiri dengan jas lab putihmu,
seperti dewa kecil yang memegang kunci nilai.

Laboratorium Rasa Takut - 1000387713 | Puisi Essay | Potret Online
Baca Juga
Perempuan
Opu Daeng Risadju: Nyala Perlawanan di Bumi Celebes
02 Mar 2025

Tapi hari ini, bukan struktur kimia yang kau ajarkan,
bukan dosis obat yang kau hitung.
Hari ini, kau ukir ketakutan di mata mahasiswimu,
dengan tangan yang seharusnya menulis persamaan,
bukan merobek batas tubuh.

-000-

Laboratorium Rasa Takut - e0136ac9 9577 4b11 bb4c 19b870293d2f | Puisi Essay | Potret Online
Baca Juga
POTRET Budaya
Puasa, Lapar, dan Makna Sabar
03 Mar 2025

“Kita harus diskusi privat,” katamu.
“Kamu butuh bimbingan ekstra.”
Kelas kosong, lampu redup,
pintu terkunci, seperti kotak pandora
yang hanya kau yang punya kunci.

Kau hitung mundur sebelum menyentuh:
“Kamu mau lulus, kan?”
“Jangan bilang siapa-siapa.”
Kau tahu mereka tak punya pilihan,
karena kau adalah sistem,
dan sistem tak pernah bersalah.

Laboratorium Rasa Takut - 1c176fc3 d655 4482 8e0f 3b3163b72f45 | Puisi Essay | Potret Online
Baca Juga
Puisi Essay
Di Balik Hutan Ia Menyembunyikan Kegagalannya
22 Des 2025

-000-

Aku tidak menangis saat kau sentuh leherku,
karena air mata terlalu mahal
untuk dibayar dengan nilai A.

Aku tidak berteriak,
karena suaraku sudah kau simpan
di laci meja kerjamu,
bersama surat-surat rekomendasi
dan sertifikat penghargaan.

-000-

Oh, almamater!
Kau bangga dengan rankingmu,
tapi lupa bahwa di balik piala-piala,
ada tubuh-tubuh yang gemetar
setiap mendengar langkah dosen
melewati koridor.

Di sini, keadilan adalah tesis yang belum selesai,
disertasi yang tak pernah dipertahankan.
Karena ketika korban berbicara,
yang terdengar hanya bisikan:
“Jangan rusak nama kampus.”

-000-

Kini kau duduk di kursi pesakitan,
jas labmu diganti rompi tahanan.
Tapi aku tahu,
hukum hanya akan memberimu hukuman,
bukan mengembalikan
segala yang kau ambil dengan paksa.

Aku masih terbangun di malam hari,
merasakan tanganmu seperti racun
yang tak bisa diurai
oleh semua obat di laboratoriummu.


Rumah Kayu Cepu, 5 April 2025

CATATAN:
[1] Puisi esai ini terinspirasi dari kasus kekerasan seksual yang melibatkan guru besar Farmasi UGM seperti dilaporkan Detik Jogja di https://www.detik.com/jogja/berita/d-7854793/terungkap-ini-modus-guru-besar-farmasi-ugm-lakukan-kekerasan-seks?mtype=mpc.ctr.A-boxccxmpcxmp-modelA

• “Kekerasan seksual bukan hanya tentang sentuhan, tapi tentang penghancuran hak untuk merasa aman.”

Next Post

BENGKEL OPINI RAKyat

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah