Dengarkan Artikel
Nah, kata Bang Mae, begitu besarnya peran dan fungsi yang harus dijalankan oleh MPA. Artinya, MPA memiliki peran strategis dalam pengembangan dan peningkatan kualitas pendidikan di Aceh, termasuk dalam penyusunan kebijakan, pengembangan kurikulum, peningkatan mutu pendidikan, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam bidang pendidikan. Namun, mengapa eksistensi MPA hingga kini begitu tak bermanfaat, hingga banyak yang menyuarakan agar majelis ini dibubarkan saja.
Nah, kalau terus disuarakan untuk dibubarkan saja, pemerintah Aceh harusnya secepatnya mengevaluasi keberadaan Majelis Pendidikan Aceh ini. Langkah cepat harus segera dilakukan, sebelum majelis ini dinyatakan sebagai lembaga parasit yang dipelihara oleh pemerintah daerah. Kalau pun ada alasan karena qanun pendidikan Aceh yang salah, karena yang difahami tugas dan fungsi MPA sekadar membuat rekomendasi ke Gubernur, untuk apa MPA? Bukankah organisasi guru, organisasi kepala sekolah atau para Pengawas sekolah juga bisa membuat rekomendasi? Mereka malah lebih faham masalah pendidikan di jenjang pendidikan masing-masing, kata Bang Mae lagi.
Nah, bang Mae tidak salah. Bila kita membuka telinga, bahwa selama ini, banyak orang yang mengertik keberadaan dan kerja-kerja Majelis ini. Banyak orang yang berkata, untuk apa MPA? Bubarkan saja, akan lebih baik. Alihkan saja dana yang dianggarkan kepada MPA tersebut kepada anak-anak Aceh yang memiliki potensi tinggi untuk dibiayai hingga bisa menyelesaikan pendidikan mereka dengan sempurna. Semoga saja, pemerintah Aceh di bawah kepemimpinan Muzakir Manaf dan Dek Fadh mau melakukan evaluasi dan mendengar suara rakyat yang mendesak agar MPA dibubarkan saja. Bang Mae pun, menghabiskan sisa espresso kopi yang telah mendingin itu hingga tetes terakhir.
📚 Artikel Terkait
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini





