• Latest
Jurus Praperadilan Hasto Mentok Di Dinding Takdir - 1000333644 | Hukum | Potret Online

Jurus Praperadilan Hasto Mentok Di Dinding Takdir

Februari 13, 2025
9fdb3c1c-1879-4f8c-9aa8-02113678bceb

Warisan Musik Aceh dari Gampong Padang Manggeng

April 21, 2026
Ilustrasi siluet pasangan dengan hati retak melambangkan cemburu, konflik emosional, dan hubungan yang rapuh

Cemburu Membunuh Perempuan

April 21, 2026
Jurus Praperadilan Hasto Mentok Di Dinding Takdir - 1001348646_11zon | Hukum | Potret Online

Kisah Perempuan – Lubna dari Córdoba

April 21, 2026
Jurus Praperadilan Hasto Mentok Di Dinding Takdir - 1001353319_11zon | Hukum | Potret Online

Fatimah al-Fihri, Pendiri Universitas Tertua

April 21, 2026
3753a9dd-0c43-46a6-9577-711a7479d4d5

Misogini Genital (Di) Kartini Digital

April 21, 2026
IMG_0878

Perempuan di Titik Klimaks

April 21, 2026
Jurus Praperadilan Hasto Mentok Di Dinding Takdir - 1001361361_11zon | Hukum | Potret Online

Kisah Perempuan POTRET – Zaynab bint al-Kamal

April 21, 2026
d2a5b58f-c424-41eb-91dc-d0a057017eda

Menguak Kenangan Orkes Mekar Melati Manggeng dan Para Musisi Muda

April 21, 2026
Rabu, April 22, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Jurus Praperadilan Hasto Mentok Di Dinding Takdir

Rosadi Jamani by Rosadi Jamani
Februari 13, 2025
in Hukum
Reading Time: 2 mins read
0
Jurus Praperadilan Hasto Mentok Di Dinding Takdir - 1000333644 | Hukum | Potret Online
585
SHARES
3.2k
VIEWS

Oleh Rosadi Jamani

Sambil menunggu Timnas U20 vs Iran, sepertinya ada yang seru. Praperadilan Hasto, pendekar banteng merah, mentok alias ditolak hakim. Yok kita bahas lebih dalam dunia perpolitikan negeri inim

Di belantara persilatan hukum Nusantara, di mana para pendekar politik kerap mengadu ilmu dan menguji keberuntungan, sebuah duel dahsyat kembali terjadi. Kali ini, Hasto Kristiyanto, mencoba mengayunkan jurus sakti Praperadilan Pemutus Nasib.

Baca Juga
  • BENGKEL OPINI RAKyat
  • BENGKEL OPINI RAKyat

Namun, di hadapan hakim sakti Djuyamto, jurus itu seketika melemah, kehilangan tenaga dalam, lalu jatuh terkulai seperti daun kering diterpa angin musim gugur. Dengan satu ayunan palu, hakim menebas asa, memukul meja, dan menggetarkan jagat persilatan dengan kalimat petaka, “Permohonan ini tidak jelas!”

Seisi pengadilan mendadak sunyi. Para juru bicara politik tersedak kopi, para pakar hukum mendadak lupa pasal-pasal, dan para pengamat politik terpana. Ini seakan baru saja menyaksikan jurus baru yang tak tertulis dalam kitab hukum mana pun.

Baca Juga
  • Pendidikan Hukum Pemilu dan Penataan Ulang Demokrasi Menuju Pemilu 2029
  • Hukum yang “Sakit” Hati : Rakyat Kecil Hanya Bisa Mengeluh

Hasto, sang pendekar yang telah menempuh perjalanan panjang melewati badai fitnah dan topan tuduhan, kini harus menerima kenyataan pahit. Status tersangkanya tetap sah! Bagai seorang petualang yang telah mengarungi tujuh samudra dan mendaki puncak gunung tertinggi, hanya untuk diberitahu oleh sang resi di puncak. “Lanjut saja perjalananmu, anak muda. Takdir sudah tertulis.”

Dalam keheningan yang dramatis, para pengikutnya mencoba memahami makna di balik keputusan ini. Adakah ini sebuah ujian bagi sang pendekar? Sebuah cobaan untuk menguji ketangguhan hatinya? Atau ini sekadar isyarat dari para dewa hukum bahwa pertarungan ini masih panjang?

Baca Juga
  • Digempur +62 Siang Malam, Akhirnya KPK Jemput Gus Yaqut dan Jebloskan ke Rutan Lagi
  • Dua Alumni Havard di Bawah Presiden Gajah

Sementara itu, di kedai-kedai kopi, para rakyat jelata bersorak atau mengelus dada, tergantung padepokan mana yang mereka dukung. Ada yang tertawa, ada yang berbisik, dan ada pula yang mengangguk-angguk sambil berkata bijak, “Beginilah dunia persilatan. Kadang menang, kadang kalah. Yang jelas, pertarungan belum usai.”

Sang pendekar pun meninggalkan arena, mungkin dengan dada berdebar, mungkin dengan pikiran melayang, atau mungkin sudah siap meramu jurus baru. Tapi satu hal pasti, panggung persilatan hukum masih jauh dari kata selesai. Sebab, dalam dunia ini, satu keputusan hanyalah awal dari seribu babak berikutnya.

camanewak

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

Share234SendTweet146Share
Rosadi Jamani

Rosadi Jamani

Ketua Satupena Kalbar

Next Post
Jurus Praperadilan Hasto Mentok Di Dinding Takdir - e76c585c b71b 4151 b1cc 946d87a33a66 1 | Hukum | Potret Online

Etika Menyikapi Khilafiyah Dalam Islam

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com