Kamis, April 23, 2026

Membaca Sebagai Lifestyle

Membaca Sebagai Lifestyle - 53d3f1ec 74d2 43b5 b2e1 bb5c388d89c2 | Artikel | Potret Online
Ilustrasi: Membaca Sebagai Lifestyle

Feri Irawan

Kepala SMK Negeri 1 Jeunieb

Tulisan berangkat dari keresahan penulis melihat fenomena demoralisasi yang memicu terjadinya krisis nilai dan moral.

Di tengah kemajuan teknologi saat ini, ternyata masih banyak masyarakat sulit memahami informasi yang diterima, dan rentan terhadap informasi yang salah.

Hal ini dikarenakan lemahnya kemampuan memilah, menilai, dan menggunakan informasi tersebut dengan benar.

Di lain sisi, kita prihatin dan gundah dengan maraknya caci maki atau kata-kata tak santun melalui platform media sosial. Bahkan media sosial kini menjadi sarana penyebaran informasi dan ekspresi diri yang sering kali melampaui batasan etika dan moral.

Hoaks yang beredar bebas di berbagai media sosial dengan dasyatnya sangat mudah mempengaruhi pola pikir, sikap, dan bahkan “keputusan kita” yang mudah percaya pada berita bohong karena secara psikologis cenderung emosional.

Tekanan dan dorongan politik juga ikut mempengaruhi kebanyakan mereka ikut-ikutan menyebarkan informasi yang belum tentu benar. Yang penting, jika berita itu sesuai dengan “fashion” mereka, berita itu terus disebarkan tanpa memverifikasi kebenarannya.

Penyebab lainnya, rasa ingin tahu yang besar membuat mereka cenderung mencari informasi dari berbagai sumber dan meneruskan ke media sosial tanpa memperhitungkan dampak negatifnya.
Hal ini diperparah dengan rendahnya literasi, menyebabkan mereka bingung dan sulit mendapatkan informasi yang akurat.

Kita dapat lihat sejarah bagaimana hoax dapat menyebabkan peperangan, genosida dan konflik yang menyebabkan perpecahan suatu bangsa. Satu peluru hanya mampu membunuh satu orang, tetapi satu berita hoaks mampu membunuh ribuan orang.

Di akhir tulisan ini, mari mengubah kebiasaan pada diri sendiri dengan cara lebih bijak dalam menerima informasi kemudian menyebarkan kebiasaan baik tersebut kepada lingkungan kita. Stop share hoax. Stop hate speech. Bijaklah dalam bermedia sosial. Salam literasi.

Tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Redaksi tidak selalu sejalan dengan isi tulisan.
Feri Irawan, S.Si, M.Pd Guru Matematika, Ketua IGI Daerah Bireuen, Pegiat Literasi, dan sekarang Kepala SMKN 1 Jeunieb, Kabupaten Bireun, Aceh

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Terbaru

Artikel terbaru untuk dibaca

Populer

Artikel yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist