• Latest

Demi Efisiensi, Pengangguran Bakal Meledak

Februari 7, 2025
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
ae400032-4021-4ade-8568-70d981b74d63

Ancu Dani, Juru Kunci TPS

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Demi Efisiensi, Pengangguran Bakal Meledak

Rosadi Jamaniby Rosadi Jamani
Februari 7, 2025
Reading Time: 2 mins read
587
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Rosadi Jamani

Negeri ini tengah bersiap memasuki babak baru, era efisiensi total. Pemangkasan anggaran Rp 306,69 triliun telah diumumkan dengan gagah berani. Langkah ini diambil demi kestabilan ekonomi, demi masa depan yang lebih cerah. Cerah bagi siapa? Itu pertanyaan yang masih mengambang di udara, menunggu nasibnya dijawab oleh realitas.

Di kantor-kantor pemerintahan, tinta pena mulai dihemat. Kertas-kertas dokumen kini mungkin harus ditulis bolak-balik. Para pegawai negeri mungkin mulai belajar menulis dengan jurus tangan kosong, mengasah keterampilan bertelepati dengan atasan. Tidak ada lagi perjalanan dinas mewah, tidak ada lagi seminar dengan makanan prasmanan yang menggoda. Mungkin ke depan, rapat akan digelar dalam senyap, dengan masing-masing peserta berkomunikasi lewat tatapan penuh arti.

Tapi jangan khawatir, dana bansos tetap aman. Itu semacam penghiburan bagi mereka yang bersiap menanggalkan status pekerja dan memasuki dunia baru, dunia tanpa pekerjaan, tanpa pemasukan, tapi untuk sementara dengan bantuan sosial.

Di sudut kota, para buruh konstruksi mulai melirik kalender. Proyek infrastruktur banyak yang dibekukan, alat-alat berat mulai berkarat dalam diam. Para mandor berhenti berteriak, suasana proyek yang dulu riuh kini hening seperti padang pasir setelah badai. IKN, sang megaproyek kebanggaan, kini hanya bisa menatap masa depannya dengan pasrah. Menteri PU sudah bicara, anggarannya diblokir. Itu artinya, tak ada beton yang akan dicor, tak ada crane yang bergerak, tak ada tukang yang mencelupkan kuas ke ember cat. Para pekerja proyek mungkin bisa mulai menekuni seni ukir kayu atau menulis sajak tentang kemegahan yang tertunda.

Di pasar, ibu-ibu mulai berhitung ulang. Apakah hari ini mereka bisa membeli satu kilogram beras, atau cukup setengah saja? Daya beli menurun, ekonomi melambat. Pedagang yang biasanya berteriak menawarkan dagangan kini lebih banyak termenung, bertanya-tanya apakah esok masih ada pelanggan yang mampir.

Di dunia usaha, para investor mulai resah. Apakah ini saatnya mereka menarik diri? Apakah ini pertanda bahwa negeri ini sedang menuju titik nadir? Di kafe-kafe tempat mereka biasa berdiskusi, kopi hitam kini terasa lebih pahit dari biasanya.

Sementara itu, di meja-meja rapat yang masih bertahan, para petinggi berbicara soal strategi. Mereka bicara tentang ketahanan, tentang visi jangka panjang, tentang pemulihan ekonomi yang akan datang. Mereka optimis. Mereka harus optimis. Karena kalau mereka sendiri mulai ragu, maka kepada siapa rakyat harus berpaling?

Tapi di luar ruangan itu, di jalanan yang mulai sepi, di pabrik-pabrik yang mulai kehilangan suara mesin, di kampung-kampung yang mulai dihantui kekhawatiran, satu pertanyaan terus bergema, apakah ini efisiensi atau eliminasi?

Baca Juga

IMG_0532

Minimarket Koperasi Desa, Bukan Minimarket Biasa

Maret 29, 2026
Transisi energi dan kendaraan listrik di Indonesia

Transisi Energi Kendaraan Listrik

Maret 27, 2026

Iran dan Aceh: Pelajaran Kemandirian dan Visi Kolektif Masa Depan

Maret 16, 2026

Angka pengangguran mungkin akan meningkat. Itu hanya statistik. Tapi di balik statistik ada wajah-wajah manusia, ada cerita-cerita yang tertunda, ada harapan-harapan yang mulai dipertanyakan.

Tapi tenang. Setidaknya bansos masih ada. Untuk sementara.

#camanewak

Rosadi Jamani

Ketua Satupena Kalbar

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 344x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 306x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 255x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 251x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 196x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

Ironi di Tanjung Rhu

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com