Dengarkan Artikel
*Mahmudi Hanafiah, S.H., M.H.*
*Dosen UNISAI Samalanga, Bireuen, Aceh*
Pertemuan pertama saya dengan Majalah POTRET adalah sebuah momen yang tidak akan terlupakan. Di malam pergantian tahun 2022 ke 2023, saya yang juga merupakan salah seorang penulis BUKU ACEH 2023 menghadiri acara launching buku tersebut yang diselenggarakan oleh Penerbit Bandar Publishing di sebuah warung kopi dekat percetakan mereka di Lamgugop, Banda Aceh. Di sanalah saya bertemu dengan sosok Pimpinan Majalah POTRET, Bapak Tabrani Yunis. Momen itu menjadi awal mula perjalanan saya dengan majalah yang telah menjadi wadah inspirasi bagi banyak penulis.
Dalam pertemuan tersebut, saya diperkenalkan dengan Majalah POTRET . Tidak hanya itu, kami juga bertukar nomor kontak, yang membuka jalan untuk interaksi lebih lanjut. Dua hari setelah pertemuan itu, dengan penuh semangat, saya mengirimkan tulisan perdana saya untuk dimuat di majalah tersebut. Hal yang membuat saya terkesan adalah respons cepat dari pihak majalah. Tulisan saya langsung dimuat dan diliris secara online tanpa revisi yang berarti. Sebagai seorang penulis pemula, melihat tulisan sederhana saya diterbitkan untuk pertama kalinya adalah pengalaman yang sangat berkesan.
Kebanggaan itu semakin bertambah ketika mengetahui bahwa tulisan saya dapat diakses oleh banyak pembaca di luar sana.
Namun, perjalanan saya dengan Majalah POTRET, tidak selalu berjalan mulus. Ada masa-masa ketika saya tidak aktif menulis, bahkan terputus dari kegiatan menulis untuk waktu yang cukup lama. Baru pada akhir tahun 2024, saya mencoba kembali mengirimkan tulisan saya ke majalah ini. Tulisan tersebut memuat banyak cerita tentang momen-momen Pilkada yang sedang berlangsung. Ketika mengirimkan tulisan tersebut, saya sempat ragu apakah tulisan saya akan mendapat respons positif, mengingat waktu yang cukup lama sejak interaksi terakhir saya dengan majalah ini.
📚 Artikel Terkait
Namun, keraguan itu segera sirna. Tulisan saya kembali diterima dengan hangat dan segera diterbitkan. Hal ini menunjukkan bahwa Majalah POTRET tetap memberikan ruang dan apresiasi kepada para penulis, meskipun mereka sempat absen dalam berkarya.
Tidak hanya tulisan saya, bahkan karya teman-teman yang saya kirimkan melalui saya juga mendapatkan respons yang sama baiknya. Majalah POTRET benar-benar menunjukkan komitmennya sebagai media publikasi berita dan opini yang mendukung para penulis, baik pemula maupun berpengalaman. Majalah ini bukan hanya sekadar platform publikasi, tetapi juga sebuah jembatan yang menghubungkan penulis dengan pembaca, serta inspirasi yang mendorong lebih banyak orang untuk berkontribusi dalam dunia literasi.
Bagi saya, Majalah POTRET lebih dari sekadar majalah. Ia adalah ruang yang menginspirasi dan memberikan dorongan bagi setiap individu yang memiliki minat dalam menulis. Sebagai wadah yang inklusif, POTRET membuka peluang besar bagi para penulis, baik pemula maupun yang sudah berpengalaman, untuk berbagi gagasan, pengalaman, dan pandangan mereka kepada publik. Keberadaan majalah ini tak hanya memberikan ruang, tetapi juga membangun kepercayaan diri para penulis untuk terus berkarya.
Melalui tulisan yang diterbitkan, POTRET turut berperan dalam menciptakan generasi yang sadar akan pentingnya literasi dan informasi. Majalah ini hadir sebagai penghubung antara penulis dan pembaca, sekaligus menjadi motor penggerak dalam menyebarkan ide-ide positif yang dapat memajukan masyarakat. Dengan dukungan yang konsisten dari pihak redaksi, POTRET terus menginspirasi lebih banyak individu untuk menciptakan karya-karya yang bermanfaat bagi pembacanya.
Sebagai media yang konsisten memberikan ruang bagi para penulis, Majalah POTRET juga membuktikan bahwa ia tidak pernah meninggalkan penulis-penulisnya. Meski ada jeda atau kendala dalam berkarya, majalah ini tetap menyambut mereka kembali dengan tangan terbuka. Majalah ini menunjukkan kepeduliannya dengan memberikan kesempatan kedua bagi para penulis yang mungkin sempat kehilangan arah atau semangat dalam menulis. Dengan pendekatan yang inklusif, ia membantu para penulis untuk kembali menemukan suara dan melanjutkan perjalanan kreatif mereka.
Hal ini adalah cerminan dari nilai-nilai yang dipegang oleh Majalah POTRET , yaitu inklusivitas dan dukungan terhadap perkembangan literasi. Dengan sikap yang hangat dan apresiatif, POTRET telah menjadi ruang yang ramah bagi penulis dari berbagai latar belakang. Komitmen ini tak hanya membangun hubungan yang kuat dengan para kontributornya, tetapi juga menciptakan ekosistem literasi yang berkelanjutan, di mana semua pihak merasa dihargai dan didukung dalam proses kreatif mereka.
Majalah POTRET, telah menjadi jembatan penting dalam perjalanan menulis saya, dan saya yakin ia juga menjadi jembatan bagi banyak penulis lain di Indonesia. Semoga semangat yang diusung oleh majalah ini terus tumbuh, menginspirasi lebih banyak anak bangsa untuk menulis, berkarya, dan berkontribusi dalam membangun negeri melalui literasi.
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini






