HABA Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Februari 17, 2026

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Januari 16, 2026

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    882 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    868 shares
    Share 347 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168

HABA Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Februari 17, 2026

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Januari 16, 2026

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    882 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    868 shares
    Share 347 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Ketika Putusan Ulama Tidak Lagi Menjadi Pijakan: Peusijuk Wali Agama Terjadi Juga

Redaksi by Redaksi
Desember 24, 2024
in Aceh, Artikel, MPU, MPU Aceh, Politik, ulama
Reading Time: 3 mins read
0
Om Bus-Syaikh Fadil: Pahlawan atau Pengumbar Janji?
589
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
🔊

Dengarkan Artikel

 

Oleh: Muhammad Kharazi

Baca Juga

Presiden Pedofil?

Presiden Pedofil?

Maret 14, 2026
Pendidikan Hukum Pemilu dan Penataan Ulang Demokrasi Menuju Pemilu 2029

Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital

Maret 13, 2026
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?

Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?

Maret 13, 2026

Di tengah dinamika sosial-politik Aceh, hubungan antara agama dan kekuasaan kembali menjadi sorotan. Pada Minggu malam, 22 Desember 2024, sebuah peristiwa yang mengundang tanda tanya besar terjadi: Teungku Darwis Jeunib, tokoh senior Partai Aceh (PA) sekaligus representasi dari Gubernur Aceh terpilih Teungku H. Muzakir Manaf, melaksanakan peusijuk terhadap Abuya Amran Waly yang diberi gelar Wali Agama. Tindakan ini menyiratkan sebuah paradoks besar terhadap keputusan MPU Aceh Nomor 7 Tahun 2020.

Keputusan MPU yang Diabaikan

MPU Aceh, sebagai lembaga yang diamanahkan untuk menjaga otoritas keagamaan di Aceh, telah menetapkan keputusan tegas pada tahun 2020. Dalam putusannya, MPU meminta pemerintah Aceh untuk menghentikan segala aktivitas Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf Indonesia (MPTT-I) yang diasuh oleh Abuya Amran Waly. Alasannya adalah adanya pandangan bahwa kegiatan majelis tersebut menyimpang dari prinsip-prinsip ajaran Islam yang dianut mayoritas masyarakat Aceh.

Namun, hanya berselang empat tahun, keputusan yang seharusnya menjadi pijakan normatif ini seolah tak lagi dianggap penting. Peusijuk oleh Teungku Darwis Jeunib terhadap Abuya Amran Waly bukan hanya bertentangan dengan keputusan tersebut, tetapi juga menjadi antitesis yang memperlihatkan bagaimana dinamika politik sering kali menggeser otoritas keagamaan.

Ironi Peran Ulama dalam Politik Aceh

Yang membuat situasi ini semakin menarik adalah peran sentral ulama dalam kemenangan Partai Aceh pada Pilkada 2024. Sederet ulama terkemuka, seperti Abu Paya Pasi, Abu Arongan, dan sejumlah ulama lain, memberikan dukungan penuh terhadap Partai Aceh. Abu Paya Pasi, seorang ulama sepuh yang dihormati di Aceh, dianggap sebagai tokoh kunci yang menginisiasi kemenangan PA. Demikian pula, Abu Arongan turut menjadi figur penting yang memperkuat posisi Partai Aceh sebagai representasi aspirasi masyarakat Aceh yang Islami. Dengan demikian, tindakan Teungku Darwis Jeunib seharusnya mencerminkan penghormatan pada konsensus ulama, termasuk keputusan MPU. Namun, apa yang terjadi justru mencerminkan sebaliknya.

Keputusan Teungku Darwis Jeunib untuk menepungtawari Abuya Amran Waly dapat dilihat sebagai upaya membangun aliansi baru atau konsolidasi kekuasaan.

Sayangnya, tindakan ini justru berpotensi menggerus kepercayaan masyarakat pada integritas dan otoritas ulama di Aceh. Jika keputusan MPU sebagai representasi ulama diabaikan, lalu di mana posisi moral dan spiritual dalam pengambilan keputusan politik?

Dampak pada Legitimasi Ulama

Fenomena ini memperlihatkan tantangan besar bagi ulama di Aceh dalam mempertahankan posisi mereka sebagai penjaga moral masyarakat. Ketika keputusan mereka tidak lagi menjadi pijakan, kredibilitas lembaga keagamaan seperti MPU bisa melemah. Hal ini juga membuka ruang bagi kelompok-kelompok tertentu untuk memanfaatkan simbol keagamaan demi kepentingan politik semata.

Lebih jauh, masyarakat Aceh yang sangat menghormati ulama bisa merasa terpecah. Sebagian mungkin tetap mendukung otoritas MPU, sementara yang lain tergiring oleh narasi politik yang mencoba melegitimasi tindakan seperti peusijuk ini. Di sinilah peran ulama sepuh seperti Abu Paya Pasi menjadi krusial untuk menjembatani kepentingan keagamaan dan politik tanpa mengorbankan prinsip dasar Islam.

Melihat ke Depan: Refleksi untuk Aceh

Kejadian ini seharusnya menjadi pengingat bagi para pemimpin politik Aceh untuk lebih berhati-hati dalam mengambil langkah yang menyangkut nilai-nilai agama. Legitimasi politik yang diperoleh melalui dukungan ulama tidak boleh dijadikan alasan untuk mengabaikan keputusan mereka. Sebaliknya, keputusan ulama harus dihormati dan dijadikan pedoman, karena pada dasarnya mereka adalah penjaga moral dan identitas keislaman masyarakat Aceh.

Aceh, dengan statusnya sebagai daerah yang menerapkan syariat Islam, memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan sinergi antara agama dan politik. Jika tidak, Aceh berisiko kehilangan jati diri sebagai model masyarakat Islami yang harmonis. Semoga peristiwa ini menjadi refleksi bagi kita semua, baik sebagai pemimpin, ulama, maupun masyarakat, untuk kembali menempatkan agama sebagai dasar dari segala kebijakan dan tindakan.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 198x dibaca (7 hari)
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
12 Mar 2026 • 185x dibaca (7 hari)
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
13 Mar 2026 • 120x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 103x dibaca (7 hari)
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
13 Mar 2026 • 88x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare236
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

Kala Kemampuan Kognisi Siswa Semakin Menurun
Dinas Pendidikan Aceh

Mengelola Pendidikan Ala Keledai?

Maret 15, 2026
POTRET Budaya

Di Bawah Langit yang Sama: Takjil Ramadan, Paskah, dan Taut Persaudaraan

Maret 14, 2026
Air Mata Kemanusiaan di Tanah Rencong
#Korban Bencana

Air Mata Kemanusiaan di Tanah Rencong

Maret 14, 2026
Presiden Pedofil?
Artikel

Presiden Pedofil?

Maret 14, 2026
Next Post
Mengamati  Modus Pengemis di Banda Aceh

PERILAKU HIGH BUDGETING DAN ISLAM

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Disclaimer
  • Al-Qur’an
  • Tentang Kami
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Kirim Tulisan
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST

© 2026 potretonline.com