• Latest
Lampu Merah dan Pengemis Bekostum Badut

Lampu Merah dan Pengemis Bekostum Badut

November 12, 2024
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Lampu Merah dan Pengemis Bekostum Badut

Fenomena Baru Pengemis Banda Aceh

Redaksiby Redaksi
Maret 29, 2025
Reading Time: 3 mins read
Lampu Merah dan Pengemis Bekostum Badut
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh: Siti Radha Novarianti

Semester 5, Prodi Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh

Fenomena pengemis yang berdandan sebagai badut di Banda Aceh kini semakin sering dijumpai. Salah satunya adalah pria berusia sekitar 40 tahun yang biasa terlihat beroperasi di Simpang Dodik, Jl. Cut Nyak Dhien, Lamtemen Barat, Kecamatan Jaya Baru. Pria tersebut mengenakan kostum badut lengkap sambil berjoget diiringi musik dari speaker kecil, berharap belas kasih dari pengendara yang melintas.

Pria tersebut mulai mengemis sebagai badut jalanan pada tanggal 29 September 2024, di salah satu lokasi ramai di Banda Aceh, yaitu Simpang Dodik. Ia sering kali terlihat pada jam-jam sibuk, ketika banyak kendaraan berhenti di lampu merah. Pria ini memilih menjadi pengemis badut karena kondisi fisiknya yang terbatas.

Dulunya, ia bekerja sebagai tukang bangunan, namun harus berhenti setelah mengalami kecelakaan kerja yang membuatnya tak lagi mampu mengangkat peralatan berat. Atas saran seorang teman yang juga berprofesi sebagai badut

jalanan, ia menyewa kostum dan mulai bekerja di jalanan untuk menghidupi istri dan anaknya yang masih kecil. Penghasilan istrinya sebagai penjual donat hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Ketika ditanya lebih lanjut tentang lokasi dan biaya penyewaan kostum, pria tersebut

enggan memberikan informasi. Ketika disarankan pekerjaan yang lebih ringan, ia menjelaskan bahwa usianya yang tak lagi muda serta pendidikan yang hanya sampai tingkat sekolah dasar menyulitkannya dalam mencari pekerjaan lain. Menurutnya, menjadi badut jalanan adalah satu- satunya pilihan yang memungkinkan saat ini.

Baca Juga

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026

Kepala Dinas Sosial Aceh, Muslem Yacob, di Media Haba Aceh, 2024, menyatakan keprihatinannya terhadap semakin maraknya pengemis di wilayah Aceh, baik yang bekerja sendiri maupun dalam jaringan. Muslem mengatakan bahwa fenomena ini memerlukan kajian mendalam. “Fenomena ini meresahkan

pikiran saya, menjamurnya pengemis di berbagai tempat, baik itu jaringan maupun calo. Hal ini tentunya perlu kajian mendalam,” kata Muslem dalam keterangannya, Sabtu (13/1).

Sementara itu, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kota Banda Aceh, Marzuki, pada Rabu (4/7/2024) menjelaskan beberapa langkah yang telah dilakukan untuk menangani gelandangan dan pengemis (gepeng) di Banda Aceh. “Kami melakukan patroli rutin seminggu

dua kali di area yang sering dijadikan tempat beroperasi gepeng. Kami juga bekerja sama dalam operasi penertiban yang dilakukan Satpol PP dan WH Banda Aceh, serta berkoordinasi dengan

Dinas Syariat Islam Banda Aceh untuk sosialisasi melalui dakwah dan mimbar Jumat. Selain itu,kami juga berkoordinasi dengan Dinsos Aceh untuk langkah penertiban lebih lanjut,” ujarnya.

Marzuki menambahkan bahwa hampir setiap hari Satpol PP dan WH menyerahkan gepeng kepada Dinsos untuk diberikan pelatihan. “Sesuai laporan yang kami terima dari rumah singgah, hampir setiap hari pihak Satpol PP dan WH menyerahkan gepeng untuk mengikuti pelatihan,”

jelasnya. Para gepeng tersebut menjalani pelatihan yang mencakup aspek fisik, mental, dan spiritual di rumah singgah di Gampong Lamjabat, Kecamatan Meuraxa. Berdasarkan hasil penilaian, mereka akan dikembalikan ke keluarga masing-masing atau dirujuk ke Dinsos Aceh untuk pelatihan lanjutan di Rumoh Sejahtera Beujroh Meukarya (UPTD RSBM) di Ladong,

Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar.

Menurut data dari Dinas Sosial, jumlah pengemis di Banda Aceh memang meningkat, terutama sejak pandemi COVID-19 yang menyebabkan banyak warga kehilangan pekerjaan.

Untuk mengatasi masalah ini, Dinsos tengah mengembangkan program bantuan sosial dan pelatihan keterampilan bagi warga rentan agar mereka dapat memperoleh peluang kerja yang

ADVERTISEMENT

lebih layak dan tidak bergantung pada kegiatan mengemis di jalanan. Diharapkan, upaya ini akan mengurangi jumlah pengemis, termasuk yang berdandan sebagai badut, di masa mendatang.(Dinas Sosial Aceh, 2024).

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 355x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 314x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 265x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 259x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 198x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post
Perempuan Dengan Ember Hitam

Perempuan Dengan Ember Hitam

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com