POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Lampu Merah dan Pengemis Bekostum Badut

Fenomena Baru Pengemis Banda Aceh

RedaksiOleh Redaksi
November 12, 2024
Lampu Merah dan Pengemis Bekostum Badut
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh: Siti Radha Novarianti

Semester 5, Prodi Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh

Fenomena pengemis yang berdandan sebagai badut di Banda Aceh kini semakin sering dijumpai. Salah satunya adalah pria berusia sekitar 40 tahun yang biasa terlihat beroperasi di Simpang Dodik, Jl. Cut Nyak Dhien, Lamtemen Barat, Kecamatan Jaya Baru. Pria tersebut mengenakan kostum badut lengkap sambil berjoget diiringi musik dari speaker kecil, berharap belas kasih dari pengendara yang melintas.

Pria tersebut mulai mengemis sebagai badut jalanan pada tanggal 29 September 2024, di salah satu lokasi ramai di Banda Aceh, yaitu Simpang Dodik. Ia sering kali terlihat pada jam-jam sibuk, ketika banyak kendaraan berhenti di lampu merah. Pria ini memilih menjadi pengemis badut karena kondisi fisiknya yang terbatas.

Dulunya, ia bekerja sebagai tukang bangunan, namun harus berhenti setelah mengalami kecelakaan kerja yang membuatnya tak lagi mampu mengangkat peralatan berat. Atas saran seorang teman yang juga berprofesi sebagai badut

jalanan, ia menyewa kostum dan mulai bekerja di jalanan untuk menghidupi istri dan anaknya yang masih kecil. Penghasilan istrinya sebagai penjual donat hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Ketika ditanya lebih lanjut tentang lokasi dan biaya penyewaan kostum, pria tersebut

enggan memberikan informasi. Ketika disarankan pekerjaan yang lebih ringan, ia menjelaskan bahwa usianya yang tak lagi muda serta pendidikan yang hanya sampai tingkat sekolah dasar menyulitkannya dalam mencari pekerjaan lain. Menurutnya, menjadi badut jalanan adalah satu- satunya pilihan yang memungkinkan saat ini.

Kepala Dinas Sosial Aceh, Muslem Yacob, di Media Haba Aceh, 2024, menyatakan keprihatinannya terhadap semakin maraknya pengemis di wilayah Aceh, baik yang bekerja sendiri maupun dalam jaringan. Muslem mengatakan bahwa fenomena ini memerlukan kajian mendalam. “Fenomena ini meresahkan

📚 Artikel Terkait

Perempuan Perkasa

Disdik Gayo Lues Selenggarakan Sosialisasi Penulisan Blangko Ijazah SD dan SMP

Peluncuran Buku Penyair Indonesia dan India di Kalkata, India

NUTRISARI, Vitamin Moral bagi Gen Z

pikiran saya, menjamurnya pengemis di berbagai tempat, baik itu jaringan maupun calo. Hal ini tentunya perlu kajian mendalam,” kata Muslem dalam keterangannya, Sabtu (13/1).

Sementara itu, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kota Banda Aceh, Marzuki, pada Rabu (4/7/2024) menjelaskan beberapa langkah yang telah dilakukan untuk menangani gelandangan dan pengemis (gepeng) di Banda Aceh. “Kami melakukan patroli rutin seminggu

dua kali di area yang sering dijadikan tempat beroperasi gepeng. Kami juga bekerja sama dalam operasi penertiban yang dilakukan Satpol PP dan WH Banda Aceh, serta berkoordinasi dengan

Dinas Syariat Islam Banda Aceh untuk sosialisasi melalui dakwah dan mimbar Jumat. Selain itu,kami juga berkoordinasi dengan Dinsos Aceh untuk langkah penertiban lebih lanjut,” ujarnya.

Marzuki menambahkan bahwa hampir setiap hari Satpol PP dan WH menyerahkan gepeng kepada Dinsos untuk diberikan pelatihan. “Sesuai laporan yang kami terima dari rumah singgah, hampir setiap hari pihak Satpol PP dan WH menyerahkan gepeng untuk mengikuti pelatihan,”

jelasnya. Para gepeng tersebut menjalani pelatihan yang mencakup aspek fisik, mental, dan spiritual di rumah singgah di Gampong Lamjabat, Kecamatan Meuraxa. Berdasarkan hasil penilaian, mereka akan dikembalikan ke keluarga masing-masing atau dirujuk ke Dinsos Aceh untuk pelatihan lanjutan di Rumoh Sejahtera Beujroh Meukarya (UPTD RSBM) di Ladong,

Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar.

Menurut data dari Dinas Sosial, jumlah pengemis di Banda Aceh memang meningkat, terutama sejak pandemi COVID-19 yang menyebabkan banyak warga kehilangan pekerjaan.

Untuk mengatasi masalah ini, Dinsos tengah mengembangkan program bantuan sosial dan pelatihan keterampilan bagi warga rentan agar mereka dapat memperoleh peluang kerja yang

lebih layak dan tidak bergantung pada kegiatan mengemis di jalanan. Diharapkan, upaya ini akan mengurangi jumlah pengemis, termasuk yang berdandan sebagai badut, di masa mendatang.(Dinas Sosial Aceh, 2024).

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 140x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 128x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 98x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 92x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
165
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Perempuan Dengan Ember Hitam

Perempuan Dengan Ember Hitam

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00